{"id":11129,"date":"2022-02-07T13:46:00","date_gmt":"2022-02-07T21:46:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11129"},"modified":"2022-02-06T07:47:41","modified_gmt":"2022-02-06T15:47:41","slug":"mencari-kesalahan-orang-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11129","title":{"rendered":"Mencari kesalahan orang lain"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><u>Selasa, 8 Februari 2022<\/u><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><br><\/p>\n\n\n\n<p><em>Mrk 7:1-13<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mencari kesalahan orang lain seringkali menjadi hambatan bagi kita untuk mengoreksi diri dan mensyukuri anugerah kehidupan. Orang farisi dan beberapa ahli taurat juga melakukan hal serupa, mencari kesalahan orang lain, merendahkan orang lain, memegang hukum taurat tetapi ia juga sekaligus memanipulasi hukum Allah demi kepentingannya pribadi. Yesus mengkritik para ahli taurat dan orang farisi karena mereka mengesampingkan perintah Allah supaya mereka dapat memelihara adat istiadat mereka. Padahal Perintah Allah hendaknya menjadi yang utama dan pertama.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Orang farisi dan ahli taurat kecewa dengan Yesus karena Ia mengijinkan para muridNya melanggar adat istiadat dengan makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Yesus mengajak mereka untuk memahami dan mengerti dengan melihat kembali tujuan Allah memberikan hukum dan peraturan. Allah memberikan hukum agar hidup kita semakin mencintai Allah dan sesama. Namun seringkali kita berusaha memanipulasinya, menafsirkan menurut keinginan kita. Allah mengajak kita untuk menjauhi sikap munafik dan memanipulasi hukum. Sikap munafik ditangkal dengan tindakan taat pada hukum atau peraturan serta dibarengi dengan hati yang senantiasa dipenuhi oleh kasih Allah. Memanipulasi hukum menjadi godaan untuk menempatkan hukum cinta kasih di atas segala peraturan dan adat istiadat. Yesus mengingatkan kita untuk hidup yang benar dengan mengutip Nabi Yesaya 29:13, <em>\u201cOleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh daripadaKu dan ibadahnya kepadaKu hanyalah perintah manusia yang dihafalkan\u2026\u201d<\/em> Kita berusaha agar Sabda Allah menerangi budi dan hati kita sehingga memampukan kita untuk mencintai dan mentaatiNya secara lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c<em>Tuhan Yesus Kristus, biarkan api Roh KudusMu membersihkan dan memurnikan budi dan hati kami sehingga kami dapat mencintai Allah dengan hati yang murni dan melayaniNya secara lebih baik lagi<\/em>\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 8 Februari 2022 Mrk 7:1-13 &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mencari kesalahan orang lain seringkali menjadi hambatan bagi kita untuk mengoreksi diri dan mensyukuri anugerah kehidupan. Orang farisi dan beberapa ahli taurat juga melakukan hal serupa, mencari kesalahan orang lain, merendahkan orang lain, memegang hukum taurat tetapi ia juga sekaligus memanipulasi hukum Allah demi kepentingannya pribadi. Yesus mengkritik para ahli taurat dan orang farisi karena mereka mengesampingkan perintah Allah supaya mereka dapat memelihara adat istiadat mereka. Padahal Perintah Allah hendaknya menjadi yang utama&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11129\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11129","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11129","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11129"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11129\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11130,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11129\/revisions\/11130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}