{"id":11141,"date":"2022-02-14T16:10:02","date_gmt":"2022-02-15T00:10:02","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11141"},"modified":"2022-02-14T16:10:02","modified_gmt":"2022-02-15T00:10:02","slug":"mengapa-lambat-mengerti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11141","title":{"rendered":"MENGAPA LAMBAT MENGERTI"},"content":{"rendered":"\n<p>Selasa, 15 Februari 2022<br><br><br>Markus 8:14-21<br><br>Yesus menegur kepada para murid karena mereka sangat lambat mengerti apa yang telah terjadi bahwa semua mujizat yang dikerjalan Yesus sebagai tanda bahwa Dia adalah Putera Allah. Kerena mereka lambat mengerti maka mereka juga lambat untuk percaya kepada Yesus. &#8220;Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi,\u00a0\u00a0pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?\u201d Jawab mereka: \u201cDua belas bakul.\u201d\u00a0(Mrk 8:18-19)<br><br>Mengapa para murid lambat dalam menangkap maksud Yesus?\u00a0 Mereka tidak bisa mengerti dan tidak percaya karena mereka tidak membuka hati mereka untuk Tuhan. Bagaimana bisa seseorang percaya namun hatinya menolak atau masih tertutup? Dengan demikian Iman adalah jawaban dari hati yang bebas untuk menerima Kristus sebagai jalan, kebenaran dan hidup. &#8220;Kata Yesus kepadanya: \u201cAkulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.&#8221;(Yoh 14:6).<br><br>Setiap perbuatan baik dan mujizat yang dibuat Yesus bertujuan bukan membuat mereka berhenti pada perasaan senang, puas,\u00a0 dan kagum, tetapi supaya setiap orang yang melihat, mendengar dan yang mengalami bisa percaya, bertobat dan mengikuti Yesus Kristus. Dengan demikian kepercayaa pada Kristus berujung pada pembaharuan diri, pertobatan, dan perubahan yang nyata dalam hidup, yang semakin membuat mereka menyerupai Kristus dalam hati, budi dan tindakan. Berapa lama seseorang menjadi murid Kristus bukan menjadi ukuran, namun yang menjadi bukti bahwa seseorang mengikuti Kristus adalah ia berani\u00a0 meninggalkan cara hidupnya yang lama, yang tidak baik berubah hidup sejalan dengan hidup\u00a0 Kristus. &#8220;Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.&#8221;(Roma 6:6).<br><br>Rm. Didik, CM\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 15 Februari 2022 Markus 8:14-21 Yesus menegur kepada para murid karena mereka sangat lambat mengerti apa yang telah terjadi bahwa semua mujizat yang dikerjalan Yesus sebagai tanda bahwa Dia adalah Putera Allah. Kerena mereka lambat mengerti maka mereka juga lambat untuk percaya kepada Yesus. &#8220;Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi,\u00a0\u00a0pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?\u201d Jawab&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11141\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11141","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11141","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11141"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11141\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11142,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11141\/revisions\/11142"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11141"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11141"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11141"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}