{"id":11145,"date":"2022-02-16T18:42:14","date_gmt":"2022-02-17T02:42:14","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11145"},"modified":"2022-02-16T18:42:14","modified_gmt":"2022-02-17T02:42:14","slug":"yesus-sang-mesias","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11145","title":{"rendered":"YESUS SANG MESIAS"},"content":{"rendered":"\n<p>Kamis, 17 Februari 2022<br><br><br>Markus 8:27-33<br><br>Yesus merindukan bahwa para murid-Nya semakin mengenal dan percaya dengan-Nya. Oleh karena itu, untuk melihat sejauh mana pengenalan para murid, Dia bertanya kepada mereka , siapakah Yesus menurut pendapat mereka. Jawaban Petrus benar bahwa Yesus adalah Mesias(sang Juruselamat), namun pengertian Mesias bagi para murid berbeda dengan apa yang dilakukan dan yang terjadi di dalam hidup Yesus. Petrus menganggap bahwa Mesias itu seorang yang tidak bisa mati dan tidak mungkin bisa menderita, apalagi disalib. Sebaliknya Mesias yang sejati yaitu Yesus Kristus, Dia menerima penyiksaan, penderitaan, menyalipan, dan wafat. Kemudian pada hari ketiga, Dia bangkit dari antara orang mati. &#8220;Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.&#8221;(Mrk 8:31).<br><br>Oleh karena itu agar bisa murni dalam mengikuti Yesus Kristus, pemahaman orang beriman atau pengikut Kristus juga perlu dilihat kembali. Apakah seseorang yang mengikuti Kristus mau menerima jalan hidup Yesus Kristus, percaya dan mengikuti-Nya? Jika menerima, percaya dan rela mengikuti-Nya, maka ia siap untuk berkorban dan menderita, seperti Kristus, dalam mewujudkan tata kehidupan yang lebih baik, adil, benar, penuh persaudaraan, dan damai sejahtera (kerajaan Allah).\u00a0 &#8220;Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.&#8221;(Roma 14:17).<br><br>Jika setiap orang mau menerima Yesus sebagai Mesias dan percaya kepada-Nya, maka dunia akan menerima Damai Sejahtera, sebab Dia tidak mengajarkan para murid-Nya tentang kekerasan dan kejahatan, tetapi mengajarkan belas kasih sebagai hukum yang mengatur hidup manusia,\u00a0 dan Dia telah melakukan korban keselamatan untuk penebusan umat manusia. &#8220;Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,&#8221;(Efesus1:7)<br><br>Apa yang terjadi di dalam dunia dengan segala kejahatan yang ada, menujukkan bahwa masih banyak orang belum menerima dan percaya Yesus Kristus sebagai Mesias dan dengan rela mau mengikuti-Nya. Mengapa bisa terjadi? Karena pilihan hidup manusia bukan pada Yesus Kristus sebagai jalan, kebenaran dan hidupnya, tetapi hal-hal yang lain. Sekarang kembali pada jawaban bebas masing-masing orang, apakah mau menima Yesus sebagai Mesias dan diselamatkan, ataukah berjalan sendiri tanpa harapan? &#8220;Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.&#8221;(Mazmur 62:2).<br><br>Rm. Didik, CM\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis, 17 Februari 2022 Markus 8:27-33 Yesus merindukan bahwa para murid-Nya semakin mengenal dan percaya dengan-Nya. Oleh karena itu, untuk melihat sejauh mana pengenalan para murid, Dia bertanya kepada mereka , siapakah Yesus menurut pendapat mereka. Jawaban Petrus benar bahwa Yesus adalah Mesias(sang Juruselamat), namun pengertian Mesias bagi para murid berbeda dengan apa yang dilakukan dan yang terjadi di dalam hidup Yesus. Petrus menganggap bahwa Mesias itu seorang yang tidak bisa mati dan tidak mungkin bisa menderita, apalagi disalib. Sebaliknya&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11145\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11145","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11145","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11145"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11145\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11146,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11145\/revisions\/11146"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}