{"id":11147,"date":"2022-02-17T16:03:59","date_gmt":"2022-02-18T00:03:59","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11147"},"modified":"2022-02-17T16:03:59","modified_gmt":"2022-02-18T00:03:59","slug":"mengikuti-kristus-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11147","title":{"rendered":"MENGIKUTI KRISTUS"},"content":{"rendered":"\n<p>Jumat, 18 Februari 2022<br><br><br>Markus 8: 34- 9:1<br><br>Yesus menyampakan pesan kepada para murid-Nya konsekuensi dari panggilan mereka, yaitu siap untuk menyangkal diri, memanggul salib dan mengikuti-Nya.\u00a0 &#8220;Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.\u00a0Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.&#8221;(Mrk 8:34). Pesan tersebut menyatakan bahwa Yesus ingin para murid-Nya menyadari bahwa mereka adalah pribadi-pribadi yang dipilih untuk ambil bagian dalam karya keselamatan Tuhan Kristus dan keselamatan tersebut bisa wujudkan lewat korban salib. Oleh karena itu jika seseorang dengan tulus mau mengikuti-Nya maka ia akan rela juga untuk berkorban menyangkal diri dan memanggul salib.<br><br>Dengan demikian pengorbanan (penyangkalan diri dan salib) merupakan bagian yang tidak dipisahkan dari panggilan menjadi murid Kristus. Sebagian orang meninggalkan Kristus karena tidak siap melepaskan &#8220;dunia dan kesenangannya&#8221;, namun sebagian lagi setia karena mereka percaya bahwa Yesus adalah sumber hidupnya. &#8220;Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: \u201cApakah kamu tidak mau pergi juga?\u201d\u00a0Jawab Simon Petrus kepada-Nya: \u201cTuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.&#8221;(Yoh 6:66-68)<br><br>Kapan seseorang menyangkal diri dan memanggul salib? Yaitu pada saat ia dengan rela menolak segala bentuk kejahatan atau dosa dan ketika ia tetap setia dalam segala situasi mengikuti\u00a0 Kristus bahkan sekalipun ditolak, difitnah dan dicela karena imannya. &#8220;Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.&#8221;(Mat 5:11). Orang yang setia mengikuti jalan Tuhan tidak akan kekurangan semangat, suka-cita dan damai, sebab mereka dekat dengan Yesus Kristus, sumber hidup. Dia akan selalu memberikan\u00a0 apa yang terbaik untuk hidup dan keselamatannya. &#8220;Kata Yesus kepada mereka: \u201cAkulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.&#8221;(Yoh 6:35).<br><br>Rm. Didik, CM\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat, 18 Februari 2022 Markus 8: 34- 9:1 Yesus menyampakan pesan kepada para murid-Nya konsekuensi dari panggilan mereka, yaitu siap untuk menyangkal diri, memanggul salib dan mengikuti-Nya.\u00a0 &#8220;Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.\u00a0Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.&#8221;(Mrk 8:34). Pesan tersebut menyatakan bahwa Yesus ingin para murid-Nya menyadari bahwa mereka adalah pribadi-pribadi yang dipilih untuk&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11147\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11147","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11147","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11147"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11147\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11148,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11147\/revisions\/11148"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11147"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11147"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11147"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}