{"id":11174,"date":"2022-03-01T18:00:46","date_gmt":"2022-03-02T02:00:46","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11174"},"modified":"2022-03-01T18:00:46","modified_gmt":"2022-03-02T02:00:46","slug":"perayaan-rabu-abu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11174","title":{"rendered":"PERAYAAN RABU ABU"},"content":{"rendered":"\n<p>Rabu, 2 Maret 2022<br><br><br>Matius 6:1-6.16-18<br><br>Panggilan semua orang beriman adalah setia mengikuti Kristus dalam kehidupan sehari-hari dengan berani menyangkal diri dan memanggul salib.\u00a0 &#8220;Kata-Nya kepada mereka semua: \u201cSetiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.&#8221; (Luk 9:23). Keberanian meyangkal diri dan memanggul salib diperlukan agar seseorang mampu memuliakan Allah dan menjadi pelayan-Nya di dalam diri sesama, sebab Tuhan dan Guru yang mereka ikuti datang bukan untuk dilayani melainnya untuk melayani. &#8220;Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.\u201d(Mrk 10:45).<br><br>Menyangkal diri dan memanggul salib berarti ; setiap murid Kristus harus menolak segala hal yang bertentangan dengan panggilannnya sebagai pengikut Kristus. Hal-hal yang tidak sejalan dengan panggilan tersebut adalah sikap ingin dihormati dan dipuji, sikap hanya mementingkan diri sendiri, dan sikap sombong. Sikap-sikap tersebut menjadi akar dari dosa dan penghambat seseorang untuk bisa melayani\u00a0 Tuhan. Oleh karena itu segala hal yang baik ( berdoa, amal kasih dan puasa,dll ) yang dilakukan harus dijauhkan dari sikap-sikap diatas( merasa lebih dari yang lain, supaya dilihat orang dan dipuji). &#8220;Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.&#8221;(Mat 6:1).<br><br>Dengan demikian, sikap yang diperlukan untuk bisa mengikuti Kristus adalah sikap yang sejalan dan seiring dengan sifat-sifat Allah sendiri, yaitu kesucian, belas kasih, kerendahan hati, kemurhan hati, dan kebenaran. Dan untuk mencapai itu semua jalan yang harus ditempuh adalah penyangkalan diri dan memanggul salib (pengorbanan) setiap hari.<br><br>Pada hari perayaan Rabu Abu ini saatnya setiap murid Kristus menyadari kembali bahwa keberanian diri untuk menyangkal diri dan memanggul salib merupakan cara yang harus ditempuh untuk membangun sikap tobat dan menyadari kerapuhannya sebagai manusia yang tidak bisa berdiri sendiri dalam kebenaran jika tanpa ditopang oleh Allah sendiri. Dengan demikian, setiap orang dihantar untuk memurnikan hati, meninggalkan dosa, dan menyiapkan diri untuk menerima buah penebusan Kristus, yaitu kebangkitan dan keselamatan kekal.<br><br>Rm. Didik, CM\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu, 2 Maret 2022 Matius 6:1-6.16-18 Panggilan semua orang beriman adalah setia mengikuti Kristus dalam kehidupan sehari-hari dengan berani menyangkal diri dan memanggul salib.\u00a0 &#8220;Kata-Nya kepada mereka semua: \u201cSetiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.&#8221; (Luk 9:23). Keberanian meyangkal diri dan memanggul salib diperlukan agar seseorang mampu memuliakan Allah dan menjadi pelayan-Nya di dalam diri sesama, sebab Tuhan dan Guru yang mereka ikuti datang bukan untuk dilayani melainnya untuk melayani&#8230;.<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11174\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11174","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11174","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11174"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11174\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11175,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11174\/revisions\/11175"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11174"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11174"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11174"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}