{"id":11180,"date":"2022-03-04T18:24:05","date_gmt":"2022-03-05T02:24:05","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11180"},"modified":"2022-03-04T18:24:05","modified_gmt":"2022-03-05T02:24:05","slug":"yang-rendah-ditinggikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11180","title":{"rendered":"YANG RENDAH DITINGGIKAN"},"content":{"rendered":"\n<p>Sabtu, 5 Maret 2022<\/p>\n\n\n\n<p><br>Lukas 5:27-32<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus memilih Lewi pemungut cukai menjadi murid-Nya dan bahwa Dia juga mau datang berkumpul dan makan bersama dengan pemungut-pemungut cukai lainnya. &#8220;Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: \u201cIkutlah Aku!\u201d&nbsp;&nbsp;Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.&#8221;(Luk 5:27-28). Keputusan dan tindakan Yesus tersebut ditentang oleh orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat karena Yesus dianggap berpihak pada orang-orang berdosa. &#8220;Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: \u201cMengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?\u201d&nbsp;(Luk 5:30).<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka memprotes Yesus karena mereka tidak memahami tujuan dan rencana-Nya. Mereka mudah mencurigai dan mengadili Yesus sebelum memahami maksud-Nya. Yesus menarik Lewi dalam pertobatan menjadi murid-Nya karena Dia ingin menyelamatkannya dari dosa dan menjadikannya sebagai saksi akan kuasa dan kasih Allah yang Maha Murah. Dengan demikian Tuhan Yesus menyatakan bahwa dihadapan-Nya, setiap pribadi manusia berharga, sekalipun masing-masing orang memiliki kelemahan dan dosa. Setiap orang diundang dan dipanggil-Nya karena belas kasih-Nya dengan semangat pertobatan sehingga mereka bisa ambil bagian di dalam karya dan Misi-Nya menghadirkan Kerajaan Allah (komunitas dan masyarakat yang penuh damai). &#8220;Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.\u201d(Luk 5:32).<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, Allah benar-benar mengasihi umat manusia sedemikian besar. Dia tidak memandang kelemahan dan dosa-dosa mereka, tetapi memandang manusia sebagai pribadi-pribadi yang dikasihi dan berharga. Oleh karena itu, semua orang dengan segala kerapuhannya tetap memiliki kesempatan untuk menerima belas kasihan-Nya. &#8220;Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,&nbsp;&nbsp;itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.&#8221;(Efesus 2:8-9).<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, agar seseorang bisa menerima kemurahan kasih Allah, maka diperlukan sikap rendah hati, karena semakin orang merasa lebih dari yang lain semakin ia jauh dari Allah. Sebaliknya semakin orang menyadari dosa-dosa dan kelemahannya, ia akan semakin dekat dengan Kristus. Itu sebabnya banyak yang merasa lebih ia semakin di rendahkan dan sebaliknya orang yang merasa rendah dan tidak berdaya semakin ditinggikan dan dikuatkan.&nbsp; &#8220;&#8230;.Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.\u201d(Lih. Luk 18:14)<\/p>\n\n\n\n<p>Rm. Didik, CM&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabtu, 5 Maret 2022 Lukas 5:27-32 Yesus memilih Lewi pemungut cukai menjadi murid-Nya dan bahwa Dia juga mau datang berkumpul dan makan bersama dengan pemungut-pemungut cukai lainnya. &#8220;Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: \u201cIkutlah Aku!\u201d&nbsp;&nbsp;Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.&#8221;(Luk 5:27-28). Keputusan dan tindakan Yesus tersebut ditentang oleh orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat karena Yesus dianggap berpihak pada orang-orang berdosa&#8230;.<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11180\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11180","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11180","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11180"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11180\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11181,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11180\/revisions\/11181"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}