{"id":11211,"date":"2022-03-15T20:11:14","date_gmt":"2022-03-16T03:11:14","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11211"},"modified":"2022-03-15T20:11:14","modified_gmt":"2022-03-16T03:11:14","slug":"marilah-kepada-ku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11211","title":{"rendered":"MARILAH KEPADA-KU"},"content":{"rendered":"\n<p>Rabu, 16 Maret 2022<br><br><br>Matius 20:17-28<br><br>Yesus menunjukkan sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap murid-murid-Nya, yaitu sikap berani berkorban demi pelayanan, kebaikan dan kebenaran. Pengorbanan bukan sesuatu yang menyenangkan tetapi sesuatu yang bernilai yang akan melahirkan kebaikan. Dengan demikian,\u00a0 menjadi murid Kristus bukan bertujuan untuk mencari &#8220;kesenangan&#8221; tetapi untuk menjadi terang dan berkat, artinya menjadi mematik kebaikan yang akan menularkan kebaikan tersebut ke banyak orang. &#8220;&#8230;.sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.\u201d(Mat 20:28).<br><br>Oleh karena itu, sebagai pengikut Kristus perlu menyadari dan memiliki kesiapan untuk menghadapi hal-hal yang tidak nyaman sebagai konsukuensinya sebagai murid Kristus, yaitu ketika harus setia pada hal-hal yang baik dan kemudian mendapat bertentangan dari yang lain. &#8220;Yesus berkata kepadanya: \u201cSerigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.\u201d(Mat 8:20). Tututan sebagai murid Kristus memang tinggi, oleh sebab itu tidak banyak orang yang setia mengikuti-Nya, namun bukan berarti hal itu tidak mungkin, sebab bukan karena manusia tetapi karena kehendak Allah seseorang bisa menjadi murid-Nya, dan kekuatan Allah yang akan bekerja dan menopang hidup mereka yang setia mengikuti Kristus. &#8220;Lalu Ia berkata: \u201cSebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.\u201d\u00a0\u00a0Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.(Yoh 6:65-66).<br><br>Dengan demikian, di dalam perjalanan hidup setiap pribadi manusia menuju satu tujuan, yaitu hidup yang kekal, tempat Bapa Sang Kebaikan berada,\u00a0 diperlukan penuntun arah hidup supaya tidak berputar-putar dan tersesat, yaitu Yesus Kristus. &#8220;Kata Yesus kepadanya: \u201cAkulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.&#8221;(Yoh 14:6). Dia sudah datang dan menyapa manusia, oleh karena itu jawaban setiap orang untuk berani mengikuti-Nya selalu Dia serukan. &#8220;Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.&#8221;(Mat 11:28).<br><br>Rm. Didik, CM\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu, 16 Maret 2022 Matius 20:17-28 Yesus menunjukkan sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap murid-murid-Nya, yaitu sikap berani berkorban demi pelayanan, kebaikan dan kebenaran. Pengorbanan bukan sesuatu yang menyenangkan tetapi sesuatu yang bernilai yang akan melahirkan kebaikan. Dengan demikian,\u00a0 menjadi murid Kristus bukan bertujuan untuk mencari &#8220;kesenangan&#8221; tetapi untuk menjadi terang dan berkat, artinya menjadi mematik kebaikan yang akan menularkan kebaikan tersebut ke banyak orang. &#8220;&#8230;.sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11211\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11211","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11211","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11211"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11211\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11212,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11211\/revisions\/11212"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11211"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11211"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11211"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}