{"id":11237,"date":"2022-03-27T19:32:15","date_gmt":"2022-03-28T02:32:15","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11237"},"modified":"2022-03-27T19:32:15","modified_gmt":"2022-03-28T02:32:15","slug":"menerima-keselamatan-kekal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11237","title":{"rendered":"MENERIMA KESELAMATAN KEKAL"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Senin, 28 Maret 2022<br><br><br>Yohanes 4:43-53<br><br>Yesus mengajak para murid-Nya untuk percaya kepada-Nya. Ketika seseorang percaya kepada-Nya maka tidak ada raguan lagi untuk menyerahkan hidupnya pada penyelenggaraan Allah. Dengan demikian ia tidak lagi sibuk mencari tanda (bukti) tentang bagaimana Allah itu dan keberadaan-Nya, tetapi menerima dengan syukur segala yang ada sebagai bukti yang nyata bahwa Allah setia menyertainya.\u00a0 &#8220;Maka kata Yesus kepadanya: \u201cJika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.\u201d\u00a0(Yoh 4:48). Oleh karena itu, orang tersebut tidak mencari-cari tanda lagi karena hidup yang dijalani dan semua yang dialami sudah menjadi tanda yang jelas bahwa Allah menyertainya.<br><br>Dengan demikian yang menjadi hal yang penting dalam beriman adalah melembutkan hati agar bisa menerima kehadiaran Allah di dalam setiap peristiwa hidup yang dialaminya. &#8220;Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.&#8221;(Mat 5:5). Manusia ada karena dianugerahi hidup oleh Allah Sang Pencipta, namun sementara itu ada sebagian orang yang tidak percaya dan tidak mengakui keberadaan-Nya, bagaimana hal itu bisa terjadi?\u00a0 Hal tersebut adalah sesuatu yang mengherankan karena masih ada sebagian orang tidak percaya. Pertanyaannya: apakah mereka merasa lebih berkuasa dari pada Allah? Ada kekuatan yang bisa membuat hati manusia buta atau gelap yaitu dosa. Oleh karena itu setiap orang perlu berjaga-jaga atau waspada supaya dosa dan kesombongan tersebut tidak menguasahi hidupnya.<br><br>Dengan demikian agar seseorang bisa percaya kepada Allah , perlu merenungankan kembali kasih Allah yang telah hadir di dalam Putera-Nya, Dia telah hadir dan melakukan segala yang terbaik sampai menyerahkan nyawa-Nya untuk penebusan dosa bagi umat manusia. Dialah tanda nyata Kasih Allah yang hidup. Lewat Tuhan Yesus Kristus manusia menerima kebenaran dan keselamatan kekal. &#8220;Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.&#8221;(Yoh 3:16).<br><br>Rm. Didik CM\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senin, 28 Maret 2022 Yohanes 4:43-53 Yesus mengajak para murid-Nya untuk percaya kepada-Nya. Ketika seseorang percaya kepada-Nya maka tidak ada raguan lagi untuk menyerahkan hidupnya pada penyelenggaraan Allah. Dengan demikian ia tidak lagi sibuk mencari tanda (bukti) tentang bagaimana Allah itu dan keberadaan-Nya, tetapi menerima dengan syukur segala yang ada sebagai bukti yang nyata bahwa Allah setia menyertainya.\u00a0 &#8220;Maka kata Yesus kepadanya: \u201cJika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.\u201d\u00a0(Yoh 4:48). Oleh karena itu, orang tersebut tidak mencari-cari&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11237\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11237","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11237"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11237\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11238,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11237\/revisions\/11238"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}