{"id":11247,"date":"2022-04-01T19:38:13","date_gmt":"2022-04-02T02:38:13","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11247"},"modified":"2022-04-01T19:38:13","modified_gmt":"2022-04-02T02:38:13","slug":"menerima-dengan-rendah-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11247","title":{"rendered":"MENERIMA DENGAN RENDAH HATI"},"content":{"rendered":"\n<p>Sabtu, 2 April 2022<br><br><br>Yohanes 7:40-53<br><br>Yesus datang untuk memberikan harapan dan keselamatan kepada umat manusia. Banyak orang yang telah melihat Dia dan merasakan kasih dan kebaikan-Nya kemudian percaya bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah yang telah diramalkan dan ditulis oleh para Nabi di dalam Kitab Suci. Akan tetapi ada sebagian kelompok orang yaitu Farisi dan ahli Taurat yang tidak percaya dan menolak Yesus, dan bahkan mereka menganggap orang-orang yang percaya kepada Yesus, sebagai orang-orang yang sesat. &#8220;Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: \u201cMengapa kamu tidak membawa-Nya?\u201d\u00a0Jawab penjaga-penjaga itu: \u201cBelum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!\u201d\u00a0Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: \u201cAdakah kamu juga disesatkan?&#8221;(Yoh 7:45-47).<br><br>Dengan demikian orang-orang yang tidak percaya Yesus justru dari kalangan orang-orang terpandang dalam masyarakat yaitu orang Farisi dan Ahli Taurat. Mereka juga mau menangkap Yesus dan menghalangi semua orang untuk bisa mengenal Yesus dan percaya kepada-Nya dengan kata-kata, hujatan-hujatan dan ancaman-ancaman. &#8220;Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.\u00a0Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya.&#8221;(Yoh 7:43-44). Mengapa mereka sulit menerima dan percaya kepada Yesus? Semua itu berasal dari kesombongan. Mereka merasa lebih tahu dan ahli dari pada orang lain. Bagi mereka bukan soal kebenaran yang penting sebab yang lebih penting adalah kehormatan dan status mereka yang perlu mereka amankan. Mereka tidak mau ajaran yang mereka pegang dan mereka ajarkan dikalahkan oleh siapa pun. Kehadiran Yesus membuat status mereka terancam karena banyak orang datang dan lebih percaya kepada Yesus dan pengajaran-Nya. &#8220;Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: \u201cDia ini benar-benar nabi yang akan datang.\u201d\u00a0Yang lain berkata: \u201cIa ini Mesias.\u201d Tetapi yang lain lagi berkata: \u201cBukan, Mesias tidak datang dari Galilea!&#8221;(Yoh 7:40-41).<br><br>Karena kesombongan, orang Farisi dan ahli Taurat menjadi buta hatinya dalam melihat karya keselamatan Tuhan Yesus. Karena hati mereka tertutup maka mereka tidak bisa menghargai segala hal yang baik yang telah dilakukan Tuhan Yesus. Dengan demikian, sebelum orang bisa percaya, ia harus berani menyangkal dirinya sendiri, yaitu ke &#8220;akuan&#8221;- nya, agar ia menyadari dirinya sebagai orang\u00a0 berdosa dan merindukan belas kasih Allah. Dengan sikap rendah hati maka seseorang akan bisa menerima Yesus dan percaya kepada-Nya. &#8220;Sebab\u00a0TUHAN\u00a0berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.&#8221;(Mzm 149:4)<br><br>Didik, CM\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabtu, 2 April 2022 Yohanes 7:40-53 Yesus datang untuk memberikan harapan dan keselamatan kepada umat manusia. Banyak orang yang telah melihat Dia dan merasakan kasih dan kebaikan-Nya kemudian percaya bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah yang telah diramalkan dan ditulis oleh para Nabi di dalam Kitab Suci. Akan tetapi ada sebagian kelompok orang yaitu Farisi dan ahli Taurat yang tidak percaya dan menolak Yesus, dan bahkan mereka menganggap orang-orang yang percaya kepada Yesus, sebagai orang-orang yang sesat. &#8220;Maka penjaga-penjaga itu&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11247\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11247","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11247","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11247"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11247\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11248,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11247\/revisions\/11248"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11247"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11247"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11247"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}