{"id":11253,"date":"2022-04-03T20:18:13","date_gmt":"2022-04-04T03:18:13","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11253"},"modified":"2022-04-03T20:18:13","modified_gmt":"2022-04-04T03:18:13","slug":"hati-yang-remuk-tidak-dipandang-hina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11253","title":{"rendered":"HATI YANG REMUK TIDAK DIPANDANG HINA"},"content":{"rendered":"\n<p>Senin, 4 April 2022<br><br><br>Yohanes 8:1-11<br><br>Yesus menyatakan di dalam tindakan perlindungan pada orang yang lemah dan menegaskan bahwa setiap orang perlu melihat dirinya sendiri agar memiliki kesadaran bahwa ia adalah pribadi yaag berdosa, sehingga ia tidak dengan mudah menghakimi sesamanya. Jika seseorang sadar sebagai orang yang berdosa, maka ia tidak akan menbicarakan dosa-dosa sesamanya apalagi mempermalukannya di muka umum. &#8220;Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: \u201cBarangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.\u201d\u00a0(Yoh 8:7).<br><br>Dengan demikian Yesus lebih menghargai orang yang sadar akan segala dosa-dosanya daripada orang merasa dirinya lebih baik atau lebih benar dari orang lain. Hati yang remuk penuh dengan menyesalan tidak dipadang hina oleh Allah dan kemudian Dia menawarkan belas-kasihan dan pengampunan kepada mereka yang datang kepada-Nya. &#8220;Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.&#8221;(Mzm 51:19).<br><br>Oleh sebab itu, sikap yang perlu terus diusahakan sebagai murid Kristus adalah keberanian untuk melihat diri apa adanya dihadapan Allah dan datang kepada-Nya memohon kengampunan.\u00a0 Dia melihat apa yang di dalam hati manusia. Karena itu Allah mengetahui anak-anak-Nya yang menyesali dosa-dosanya dan ingin kembali kepada-Nya. Dan mereka yang datang kepada Allah akan diampuni segala dosa-dosanya. &#8220;Jawabnya: \u201cTidak ada, Tuhan.\u201d Lalu kata Yesus: \u201cAku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.\u201d(Yoh 8:11).<br><br>Yesus Kristus melalui Gereja-Nya menyediakan rahmat pengampunan dosa di dalam Sakramen Tobat. Rahmat pengampunan tersebut disalurkan lewat Petrus ( pemimpin Gereja di dunia) dan pengantinya, serta dipercayakan juga kepada para pembantunya yaitu para uskup dam imam.\u00a0 &#8220;Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.\u201d\u00a0(Mat 16:19). Namun yang sering terjadi, tidak sedikit umat yang engan datang kepada Allah untuk memohon pengampunan,\u00a0 terutama di dalam penerimaan Sakramen Tobat. Jika seseorang percaya pada Allah yang Maha Rahim, ia tidak akan menyia-yiakan rahmat pengampunan yang ditawarkan Allah kepadanya.<br><br>Didik, CM\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senin, 4 April 2022 Yohanes 8:1-11 Yesus menyatakan di dalam tindakan perlindungan pada orang yang lemah dan menegaskan bahwa setiap orang perlu melihat dirinya sendiri agar memiliki kesadaran bahwa ia adalah pribadi yaag berdosa, sehingga ia tidak dengan mudah menghakimi sesamanya. Jika seseorang sadar sebagai orang yang berdosa, maka ia tidak akan menbicarakan dosa-dosa sesamanya apalagi mempermalukannya di muka umum. &#8220;Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: \u201cBarangsiapa di antara kamu tidak berdosa,&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11253\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11253","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11253"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11254,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11253\/revisions\/11254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}