{"id":11255,"date":"2022-04-04T21:43:15","date_gmt":"2022-04-05T04:43:15","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11255"},"modified":"2022-04-04T21:43:15","modified_gmt":"2022-04-05T04:43:15","slug":"menerima-keselamatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11255","title":{"rendered":"MENERIMA KESELAMATAN"},"content":{"rendered":"\n<p>Selasa, 5 April 2022<br><br><br>Yohanes 8:21-30<br><br>Yesus berusaha meyakinkan kepada orang-orang Yahudi yang menolak dan tidak percaya kepada -Nya, bahwa Dia datang dari Allah Bapa untuk menyelamatkan umat manusia. &#8220;Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.\u201d(Yoh 8:26).<br><br>Mereka sulit percaya hingga pada akhirnya tokoh-tokoh orang Yahudi menghukum mati dan menyalibkan Yesus. Pada saat Yesus di kayu salib itulah, mereka semua baru tercengang dan tahu bahwa apa yang dikatakan Yesus benar. \u00a0&#8220;Maka kata Yesus: \u201cApabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.&#8221;(Yoh 8:28).<br><br>Dengan demikian melalui pengorbanan Yesus di atas kayu salib tersingkap semua kebenaran yang ada di dalam diri Yesus Kristus dan Allah Bapa yang selalu ada bersatu dengan Dia.\u00a0&#8220;Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.\u201d(Yoh 8:29). Oleh karena itu setiap orang yang memandang Salib Kristus dihantar untuk suatu pertobatan; dari yang awalnya acuh tak acuh dan menolak Yesus berubah menjadi percaya kepada-Nya dan akhirnya menerima keselamatan. &#8220;Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: \u201cSungguh, orang ini adalah Anak Allah!\u201d(Mrk 15:39).<br><br>Namun sebaliknya jika mereka tetap berkeras hati, maka mereka tetap di dalam dosanya. Dan ketika dosa masih menguasahinya berarti tidak percaya kepada Tuhan, karena ia lebih percaya pada dirinya sendiri. Apakah hal itu bukan seuatu kesombongan? karena manusia menjadi ada dan bisa menerima keselamatan bukan dari dirinya sendiri, melainkan karena kasih dan kemurahan Allah. Kalau manusia tidak percaya kepada-Nya, berarti mau percaya kepada siapa?\u00a0 &#8220;Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.\u201d(Yoh 8: 24).<br><br>Didik, CM\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 5 April 2022 Yohanes 8:21-30 Yesus berusaha meyakinkan kepada orang-orang Yahudi yang menolak dan tidak percaya kepada -Nya, bahwa Dia datang dari Allah Bapa untuk menyelamatkan umat manusia. &#8220;Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.\u201d(Yoh 8:26). Mereka sulit percaya hingga pada akhirnya tokoh-tokoh orang Yahudi menghukum mati dan menyalibkan Yesus. Pada saat Yesus di kayu salib itulah, mereka semua&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11255\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11255","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11255","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11255"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11255\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11256,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11255\/revisions\/11256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}