{"id":11355,"date":"2022-06-25T07:37:23","date_gmt":"2022-06-25T14:37:23","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11355"},"modified":"2022-06-25T07:37:23","modified_gmt":"2022-06-25T14:37:23","slug":"penyelenggaraan-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11355","title":{"rendered":"PENYELENGGARAAN ALLAH"},"content":{"rendered":"\n<p>Sabtu, 25 Juni 2022<br><br><br><br>Lukas 2:41-51<br><br>Yesus hadir di dalam keluarga Kudus Nasaret. Kehadiran-Nya menjadi tanda yang nyata bahwa Dia peduli dengan keluarga-keluarga yang siap menerima-Nya. &#8220;Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.&#8221;(Luk 2:51). Tuhan tahu bagaimana perjuangan masing-masing keluarga untuk bisa selalu baik. Namun tidak ada keluarga yang tidak memiliki tantangan dan kesulitan. Maria dan Yosef pernah mengalami kecemasan yang luar biasa ketika mereka berpisah dan kehilangan\u00a0 Yesus putera mereka beberapa hari.\u00a0 &#8220;Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: \u201cNak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.\u201d(Luk 2:48).<br><br>Jawaban Yesus kepada orangtua-Nya menjadi kunci jawaban atas persoalan-persoalan yang dialami oleh semua keluarga, yaitu &#8220;Ada bersama dengan Allah Bapa&#8221;. &#8220;Jawab-Nya kepada mereka: \u201cMengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?\u201d\u00a0(Luk 2:49). Ketika kecemasan datang, semua orang pertama-tama akan merasakan kehilangan harapan dan sedih, namun ketika mereka dengan penuh iman datang kepada Bapa dan menyerahkan pergulatanya kepada-Nya, maka akan muncul kembali kekuatan dan harapan tersebut. Bisa jadi pada saat menghadapi persoalan tersebut mereka tidak langsung bisa memahami. &#8220;Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.&#8221;(Luk 2:50).\u00a0 Bunda Maria menghadapi satu demi satu tantangan yang dihadapi dengan imannya dan dengan itu Maria bisa merenungkannya dan akhirnya mengerti. &#8220;Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.&#8221;(Luk\u00a0 2:19). Bunda Maria memberikan teladan bagi setiap orang untuk berani percaya kepada Penyelenggaraan Allah (ILAHI) atas hidupnya. &#8220;Kata Maria: \u201cSesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.\u201d Lalu malaikat itu meninggalkan dia.&#8221;(Luk 1:38).<br><br>Didik, CM\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabtu, 25 Juni 2022 Lukas 2:41-51 Yesus hadir di dalam keluarga Kudus Nasaret. Kehadiran-Nya menjadi tanda yang nyata bahwa Dia peduli dengan keluarga-keluarga yang siap menerima-Nya. &#8220;Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.&#8221;(Luk 2:51). Tuhan tahu bagaimana perjuangan masing-masing keluarga untuk bisa selalu baik. Namun tidak ada keluarga yang tidak memiliki tantangan dan kesulitan. Maria dan Yosef pernah mengalami kecemasan yang luar biasa ketika&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11355\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11355","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11355","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11355"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11355\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11356,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11355\/revisions\/11356"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11355"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11355"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11355"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}