{"id":11379,"date":"2022-07-04T22:09:40","date_gmt":"2022-07-05T05:09:40","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11379"},"modified":"2022-07-04T22:09:40","modified_gmt":"2022-07-05T05:09:40","slug":"menghadirkan-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11379","title":{"rendered":"MENGHADIRKAN ALLAH"},"content":{"rendered":"\n<p>Selasa, 5 Juli 2022<br><br><br><br>Matius 9: 32-38<br><br>Yesus mengajak para murid-Nya untuk setia pada niat-niat baik dan mewujudkannya di dalam tindakan, sekalipun sebagian orang menolak atau menghalang-halanginya. &#8220;Tetapi orang Farisi berkata: \u201cDengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.\u201d(Mat 9:34). Bagaimana agar seseorang bisa tetap bertahan dalam niat yang baik dan terus maju untuk meneruskan perjuangannya? Mereka yang bisa bertahan adalah mereka yang memiliki prinsip kokoh yang berisi nilai-nilai yang dihayati sebagai kebenaran dari Allah.<br><br>Yesus pun juga mengalami penolakkan oleh orang-orang Farisi, namun hal tersebut tidak mengurangi semangat-Nya untuk tetap melayani untuk meluaskan Kerajaan Allah\/keselamatan, karena Dia berdiri diatas kebenaran sebagai nilai yang diperjuangkan. Nilai Kebenaran yang diperjuangan oleh Yesus adalah belas kasih Allah kepada manusia. &#8220;Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.&#8221;(Mat 9:36). Belas kasih adalah nilai yang dihadirkan oleh Tuhan Yesus kepada seluruh manusia, oleh karena itu Dia akan selalu menyediakan Diri-Nya untuk setiap orang yang membutuhkan pertolongan dan pengampunan dosa. &#8220;Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.&#8221;(Mat 9:35).<br><br>Dengan demikian, sebagai murid Kristus, setiap orang yang percaya kepada-Nya diundang untuk juga tetap setia pada niat-niat baiknya untuk menghadirkan Kerajaan Allah di muka bumi. Caranya adalah dengan memegang prinsip kebenaran bahwa Allah yang berbelas kasih hadir di dalam dirinya dan Dia telah menyelamatkannya. Kebaikan Allah tersebut menjadi pendorong dan motivasi hidup mereka, sehingga mereka akan melakukan hal-hal yang sama , yaitu melakukan kebaikan-kebaikan,\u00a0 seperti yang mereka telah terima dari Allah. &#8220;Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.&#8221;(Mat 12:7)<br><br>Didik, CM\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 5 Juli 2022 Matius 9: 32-38 Yesus mengajak para murid-Nya untuk setia pada niat-niat baik dan mewujudkannya di dalam tindakan, sekalipun sebagian orang menolak atau menghalang-halanginya. &#8220;Tetapi orang Farisi berkata: \u201cDengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.\u201d(Mat 9:34). Bagaimana agar seseorang bisa tetap bertahan dalam niat yang baik dan terus maju untuk meneruskan perjuangannya? Mereka yang bisa bertahan adalah mereka yang memiliki prinsip kokoh yang berisi nilai-nilai yang dihayati sebagai kebenaran dari Allah. Yesus pun juga mengalami penolakkan oleh&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11379\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11379","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11379","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11379"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11379\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11380,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11379\/revisions\/11380"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11379"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11379"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11379"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}