{"id":11532,"date":"2022-10-13T21:18:32","date_gmt":"2022-10-14T04:18:32","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11532"},"modified":"2022-10-13T21:18:32","modified_gmt":"2022-10-14T04:18:32","slug":"setia-pada-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11532","title":{"rendered":"SETIA PADA TUHAN"},"content":{"rendered":"\n<p>Jumat, 14 Oktober 2022<br><br><br><br>Lukas 12: 1-7<br><br>Tuhan Yesus mengajak kepada para murid-Nya untuk berhati-hati dan tidak terpengaruh dengan mentalitas kaum Farisi yang tidak jujur dan lebih memikirkan dirinya sendiri dan kelompoknya dari pada kesetiaan pada Tuhan dan kebaikan bersama. &#8220;&#8230;. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: \u201cWaspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.&#8221;(Luk 12:1). Dengan demikian, sikap yang diperlukan untuk bisa menghayati panggilan menjadi murid Kristus adalah\u00a0 berani untuk percaya sepenuh hati kepada Allah. Sebab Dia telah mengasihi dan menebus umat manusia melalui Yesus Kristus Putera-Nya, sehingga martabat manusia yang sudah rusak oleh dosa mereka, dipulihkan kembali menjadi pribadi-pribadi yang berharga. &#8220;Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah,\u00a0\u00a0bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.&#8221;(Luk 12:6-7).<br><br>Oleh karena itu, setiap orang yang sedang mengikuti Kristus diajak untuk senantiasa sadar bahwa Allah telah dan terus mengasihi manusia. Ketika seseorang sadar dan percaya akan kasih Allah hal itu membuatnya bisa hidup dalam harapan dan tidak\u00a0 takut serta tidak kuatir akan segala yang terjadi di dalam hidup mereka. &#8220;Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.&#8221;(Yoh 15: 15).<br><br>Tantangan yang akan dihadapi ketika seseorang menaruh kepercayaan dan harapan kepada Allah adalah\u00a0 dirinya sendiri yang terus menerus perlu merawat dan menjaga kedekatan dengan Kristus, sehingga dalam kondisi apa pun Yesus Kristus tetap menjadi Tuhan dan sahabat yang mampu menguatkan dan memberi harapan. Oleh karena itu, iman membutuhkan komitmen untuk selalu setia dalam suka dan duka. Sebab Tuhan lebih dahulu setia kepada anak-anak-Nya, maka sebagai orang-orang yang telah menerima hidup-Nya, maka sudah sepantasnya mereka\u00a0 setia juga kepada Tuhan.\u00a0 &#8220;Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.&#8221;(2 Tesalonika 3:3).<br><br>Didik, CM\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat, 14 Oktober 2022 Lukas 12: 1-7 Tuhan Yesus mengajak kepada para murid-Nya untuk berhati-hati dan tidak terpengaruh dengan mentalitas kaum Farisi yang tidak jujur dan lebih memikirkan dirinya sendiri dan kelompoknya dari pada kesetiaan pada Tuhan dan kebaikan bersama. &#8220;&#8230;. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: \u201cWaspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.&#8221;(Luk 12:1). Dengan demikian, sikap yang diperlukan untuk bisa menghayati panggilan menjadi murid Kristus adalah\u00a0 berani untuk percaya sepenuh hati kepada Allah. Sebab Dia telah&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11532\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11532","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11532","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11532"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11532\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11533,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11532\/revisions\/11533"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11532"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11532"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11532"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}