{"id":11712,"date":"2023-02-01T19:07:51","date_gmt":"2023-02-02T03:07:51","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11712"},"modified":"2023-02-01T19:07:51","modified_gmt":"2023-02-02T03:07:51","slug":"asal-dan-tujuan-akhir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11712","title":{"rendered":"ASAL DAN TUJUAN AKHIR"},"content":{"rendered":"\n<p>Kamis, 2 Februari 2023<br><br><br><br>Lukas 2:22-40<br><br>Ketika Yesus masih usia kanak-kanak, kedua orang tuanya; Maria dan Yosep membawa-Nya ke kenisah untuk mempersembahkan Anak mereka kepada Allah, sesuai dengan hukum Taurat Musa. &#8220;Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,\u00a0seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: \u201cSemua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah\u201d.(Luk 22:22-23).<br><br>Dengan demikian, melalui peristiwa Yesus dipersembahkan di Bait Allah,\u00a0 Allah melalui keluarga kudus Nasaret ( Yesus, Maria, dan Yosep), menyatakan bahwa kehidupan adalah anugerah Allah, dan karena itu, manusia bisa menjalani hidupnya dengan baik jika selalu ingat dan sadar bahwa hidup mereka bergantung kepada Allah, tanpa Allah maka manusia tidak akan bisa hidup. Oleh karena itu, dengan mempersembahkan diri kepada Allah, maka seseorang menyatakan kepercayaannya dan penyerahan dirinya kepada Allah sehingga Dia membimbing dan menuntunnya di jalan yang benar dan dengan demikian ia\u00a0 berada dan hidup di dalam Kerajaan-Nya. &#8220;TUHAN\u00a0adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.\u00a0Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;\u00a0Ia menyegarkan jiwaku.<br>Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.&#8221;(Mzm 23:1-3).<br><br>Bagaimana seseorang bisa mempersembahkan hidupnya kepada Allah? Cara yang bisa dilakukan adalah dengan selalu mengingat dan menyadari bahwa Allah ada asal dan tujuan akhir hidup manusia. &#8220;Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.\u201d(Why 22:13).<br>Artinya manusia hidup bukan karena kebetulan ,namun karena rencana Allah sendiri. Dialah yang menghendaki masing-masing orang untuk tinggal di bumi agar mereka menerima kasih dan berkat-Nya, dan arah hidup mereka adalah menerima kepenuhan kasih tersebut dalam Kerajaan Surga (hidup kekal). Oleh karena itu setiap orang tidak hidup tanpa tujuan karena Allah adalah tujuan hidup mereka. Melalui kehadiran Yesus Kristus menjadi semakin jelas bagaimana dan kemana arah setiap pribadi harus berjalan agar sampai kembali kepada Allah Bapa. &#8220;Kata Yesus kepadanya: \u201cAkulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.&#8221;(Yoh 14:6).\u00a0<br><br>Didik, CM\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis, 2 Februari 2023 Lukas 2:22-40 Ketika Yesus masih usia kanak-kanak, kedua orang tuanya; Maria dan Yosep membawa-Nya ke kenisah untuk mempersembahkan Anak mereka kepada Allah, sesuai dengan hukum Taurat Musa. &#8220;Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,\u00a0seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: \u201cSemua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah\u201d.(Luk 22:22-23). Dengan demikian, melalui peristiwa Yesus dipersembahkan di Bait Allah,\u00a0 Allah melalui keluarga kudus Nasaret ( Yesus, Maria,&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11712\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11712","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11712","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11712"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11712\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11713,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11712\/revisions\/11713"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11712"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11712"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11712"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}