{"id":11919,"date":"2023-08-29T06:52:35","date_gmt":"2023-08-29T13:52:35","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11919"},"modified":"2023-08-29T06:52:35","modified_gmt":"2023-08-29T13:52:35","slug":"tuhan-berkata-apakah-engkau-mengasihi-aku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11919","title":{"rendered":"TUHAN BERKATA, &#8221; APAKAH ENGKAU MENGASIHI AKU?&#8221;"},"content":{"rendered":"\n<p>Selasa, 29 Agustus 2023<br><br><br>Markus 6:17-29<br><br>Yohanes Pembaptis memberikan kesaksian hidup yang konkrit sebagai orang yang setia kepada kehendak Allah (iman).\u00a0 Dalam hidupnya, Yohanes pembaptis setia berdiri diatas kebenaran dan keadilan sekalipun berhadapan dengan penguasa atau raja (Herodes).\u00a0 &#8220;&#8230;Sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.&#8221;(Mrk 6:20).<br><br>Dengan demikian, lewat kesaksian Yohanes pembaptis, setiap murid Kristus diajak dan didorong untuk lebih berani memberi kesaksian hidup sebagai Murid Kristus dengan bertindak baik, benar dan adil, walaupun harus menghadapi resiko ditolak dan dimusuhi oleh sebagian orang. Oleh karena itu, jika mereka harus menghadapi hal-hal yang demikian (ditolak, dibicarakan, dan dimusuhi), maka mereka tidak perlu heran dan kaget karena hal-hal dialami oleh semua orang benar yang setia kepada Tuhan Yesus. &#8220;Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.&#8221;(Yoh 15:18). Justru ketika semua tampak lancar , hal itu belum tentu mencerminkan kepribadian seorang murid Kristus, jika mereka mendiamkan dan membiarkan ketidak-adilan terjadi disekitarnya, karena mereka menghindari resiko-resiko diatas.<br><br>Dengan demikian untuk bisa mengikuti Kristus diperlukan keberanian,\u00a0 keteguhan hati dan kehendak yang kuat, agar bisa mengatasi perasaan takut dan ragu-ragu untuk menegakkan yang benar dan yang adil.\u00a0 Kekuatan utama yang mendorong mereka terutama karen kecintaan mereka kepada Allah. Oleh karena itu relasi pribadi dengan Tuhan Yesus menjadi fondasi hidup bagi masing-masing murid Kristus. &#8220;Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: \u201cSimon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?\u201d Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: \u201cApakah engkau mengasihi Aku?\u201d Dan ia berkata kepada-Nya: \u201cTuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.\u201d Kata Yesus kepadanya: \u201cGembalakanlah domba-domba-Ku.&#8221;(Yoh 21:17)<br><br>Didik, CM\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 29 Agustus 2023 Markus 6:17-29 Yohanes Pembaptis memberikan kesaksian hidup yang konkrit sebagai orang yang setia kepada kehendak Allah (iman).\u00a0 Dalam hidupnya, Yohanes pembaptis setia berdiri diatas kebenaran dan keadilan sekalipun berhadapan dengan penguasa atau raja (Herodes).\u00a0 &#8220;&#8230;Sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.&#8221;(Mrk 6:20). Dengan demikian, lewat kesaksian Yohanes pembaptis, setiap&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11919\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11919","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11919","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11919"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11919\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11920,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11919\/revisions\/11920"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11919"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11919"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11919"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}