{"id":11979,"date":"2023-10-19T20:23:19","date_gmt":"2023-10-20T03:23:19","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11979"},"modified":"2023-10-19T20:23:19","modified_gmt":"2023-10-20T03:23:19","slug":"kearah-mana-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11979","title":{"rendered":"KEARAH MANA DUNIA"},"content":{"rendered":"\n<p>Jumat, 20 Oktober 2023<br><br><br><br>Lukas 12:1-7<br><br>Yesus menyampaikan pesan kepada para murid-Nya agar berhati-hati agar tidak tidak terpengaruh dengan pemikiran dan tindakan dari kelompok Farisi yang tidak jujur. &#8220;Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: \u201cWaspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.&#8221;(Luk 12:1). Yang ditolak Yesus adalah bukan pribadi orang-orang Farisi, tetapi pemikiran, dan tindakan mereka.<br><br>Mengapa Yesus perlu menyampaikan bahaya dari pola pikiran orang-orang Farisi?\u00a0 Sebab mereka hidup dengan tidak jujur (munafik), tidak rendah hati dan menempatkan kekuasaan\/status dan uang sebagai yang utama, serta mengabaikan orang-orang kecil. &#8220;Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.&#8221;(Luk 16:14). Dengan demikian,\u00a0 ketika Yesus hadir dan membawa pembaharuan dan mengajarkan\u00a0 nilai-nilai ; kasih, kejujuran, keadilan, kebenaran dan menyatakan diri Yesus adalah Mesias, maka mereka mulai merasa terusik dan kemudian menghalang-halangi karya Yesus, mencari-cari kesalahan-Nya,\u00a0 dan pada akhirnya membuat rekayasa kasus hingga Yesus diadili dan dijatuhi hukuman mati dengan penyaliban. &#8220;Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus.\u00a0Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: \u201cTelah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja.\u201d(Luk 23:1-2).<br><br>Oleh karena itu, sebagai murid-murid Kristus mereka diajak terus untuk menjaga imannya, agar tidak goyah, sebab dijaman sekarang(now), pola-pola pemikiran Farisi bisa muncul disekitar mereka. Dunia berubah kearah mana? Orientasi manusia lebih pada mengejar kemajuan tehnology (sains dan informasi), materi, dan kekuasaan, sehingga sisi-sisi human\/kemanusian, keadilan, kebenaran, kejujuran, kepekaan sosial, kasih, dan ketaatan pada Tuhan menjadi lutur atau lemah. &#8220;Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.&#8221;(Roma 12:2).<br><br>Didik, CM.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat, 20 Oktober 2023 Lukas 12:1-7 Yesus menyampaikan pesan kepada para murid-Nya agar berhati-hati agar tidak tidak terpengaruh dengan pemikiran dan tindakan dari kelompok Farisi yang tidak jujur. &#8220;Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: \u201cWaspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.&#8221;(Luk 12:1). Yang ditolak Yesus adalah bukan pribadi orang-orang Farisi, tetapi pemikiran, dan tindakan mereka. Mengapa Yesus perlu menyampaikan bahaya dari pola pikiran orang-orang Farisi?\u00a0 Sebab mereka hidup&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11979\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11979","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11979","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11979"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11979\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11980,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11979\/revisions\/11980"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}