{"id":12296,"date":"2024-10-23T19:00:00","date_gmt":"2024-10-24T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12296"},"modified":"2024-10-23T19:37:37","modified_gmt":"2024-10-24T02:37:37","slug":"api-telah-dilemparkan-ke-bumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12296","title":{"rendered":"API TELAH DILEMPARKAN KE BUMI"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Lukas 12:49-54<\/p>\n\n\n\n<p>Kamis, 24 Oktober 2024<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh: Rm. Agustinus Suyadi, O.Carm<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Awal Kata<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Roh Kudus menjadi sumber daya paling penting dalam hidup beriman. Ia bagai api yang membakar hati, sehingga para beriman senantiasa dikuatkan dan ditegukan. Untuk itu, Rasul Paulus mendoakan Jemaat Efesus, agar dipenuhi Roh Kudus, sehingga Kristus berkenan tinggal dalam hati mereka. Tiga poin pendek berikut kiranya dapat menjadi pembanding renungan kita hari ini:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Api Pembakar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dengan pelbagai cara Allah menghendaki manusia selamat. Para nabi pun diutus untuk memaklumkan sabda-Nya. Namun, mereka ditolak, disiksa, dan dibunuh. Kekuatan kejahatan begitu dahsyat memerdaya manusia untuk melawan Allah. Oleh karena itu, kedatangan Yesus menjadi tahap final untuk meraih kembali manusia dari jurang dosa. Api dilemparkan ke bumi dan berharap selalu menyala, agar manusia dapat menjadi murni dan pantas bersatu dengan Allah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Api Pemisah<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam proses pemurnian, Yesus dihadapkan pada fakta tentang kebenaran yang tetap ditolak. Inilah yang menyedihkan hati-Nya. Segala pengajaran, mukjizat, penyembuhan, pembebasan setan, etc tidak membuat hati manusia memahami maksud Allah. Bahkan, Yesus diintai dan dijerat dengan target mati. Dan orang-orang yang percaya kepada-Nya juga menanggung nasib yang sama. Namun, justru kondisi semacam ini tetap menjadi suatu kesempatan untuk memberitakan karya keselamatan Allah. Sebelum duni ini berakhir, karya keselamatan Allah tetap wajib diwartakan. Pada ujungnya, orang-orang benar akan dipisahkan dari mereka yang durhaka untuk bisa memasuki Kerajaan Surga.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Api Pembaptisan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Meski tidak berdosa, Yesus menerima baptisan dari Yohanes Pembaptis. Ia ikut ambil bagian dalam pembaptisan manusia dengan masuk ke dalam air di sungai Yordan dan membuka surga, sehingga Roh Kudus turun ke dalam dunia. Namun, baptisan Yesus mesti dipuncaki dalam kesempurnaan darah di gunung Golgota. Dengan cara itu, Ia memberi bukti, bahwa Ia berasal dari Allah dan diutus Allah untuk menjadi agen pemurnian dunia. Dengan darah-Nya, semua orang yang percaya dialiri hidup-Nya yang menghantar kepada kebangkitan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Akhir Kata<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sabda hari ini memaparkan realitas hidup orang-orang beriman yang selalu menjadi sasaran tembak orang-orang dunia. Namun, situasi dan kondisi semacam ini justru menjadi alat pemurnian iman yang paling otentik. Tuhan sendiri telah menganugerahkan Roh Kudus sebagai jaminan keselamatan. Bersama-Nya dan kuasa Roh-Nya, kemenangan sudah ada di depan mata.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lukas 12:49-54 Kamis, 24 Oktober 2024 Oleh: Rm. Agustinus Suyadi, O.Carm Awal Kata Roh Kudus menjadi sumber daya paling penting dalam hidup beriman. Ia bagai api yang membakar hati, sehingga para beriman senantiasa dikuatkan dan ditegukan. Untuk itu, Rasul Paulus mendoakan Jemaat Efesus, agar dipenuhi Roh Kudus, sehingga Kristus berkenan tinggal dalam hati mereka. Tiga poin pendek berikut kiranya dapat menjadi pembanding renungan kita hari ini: Api Pembakar Dengan pelbagai cara Allah menghendaki manusia selamat. Para nabi pun diutus untuk&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12296\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-12296","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12296","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12296"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12296\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12301,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12296\/revisions\/12301"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12296"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12296"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12296"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}