{"id":12423,"date":"2024-11-12T19:00:00","date_gmt":"2024-11-13T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12423"},"modified":"2024-11-12T08:08:42","modified_gmt":"2024-11-12T16:08:42","slug":"belajar-bersyukur-dari-hal-sederhana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12423","title":{"rendered":"\u201cBelajar Bersyukur dari Hal Sederhana\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p>Rabu, 13 November 2024<\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan Injil Lukas 17:11-19<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sebagai manusia yang terlahir dengan kisah hidupnya masing-masing, suka duka hidup pastinya datang menghampiri silih berganti. Cerita hidup setiap orang memanglah unik, tetapi pergumulan batin tetaplah dirasakan sama oleh siapa pun. Rasa cemas, takut, bimbang, percaya, tertekan, dan lain sebagainya akan senantiasa ada dalam kisah hidup manusia apa pun latar belakangnya. Tak terkecuali peristiwa sakit dan kesembuhan yang pernah kita alami. Pengalaman kesembuhan atau pulih dari sakit bisa saja dipandang sebagai pengalaman yang kebetulan saja; bisa pula dimengerti sebagai efek dari usaha kita untuk berobat dan berusaha sembuh; bisa juga dimaknai sebagai pengalaman iman campur tangan Allah yang bekerjasama dengan usaha manusiawi. Sebagai orang beriman tentunya dan semestinya kita menempatkan diri bahwa pengalaman kesembuhan dari sakit fisik maupun sakit batin ini merupakan berkat campur tangan Allah yang diiringi usaha manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kisah 10 orang kusta yang mengalami kesembuhan dalam Injil Lukas hari ini memberikan satu pembelajaran bagaimana bertumbuh dalam iman. Ada 10 orang kusta yang datang kepada Yesus dan meminta mengasihani mereka. Lantas, Yesus meminta mereka pergi memperlihatkan diri kepada imam. Namun, sementara dalam perjalanan mereka mejadi tahir. Hal yang menarik perhatian ialah hanya seorang saja yang sadar untuk memuliakan Allah dan kembali kepada Yesus sembari mengucap syukur. Di manakah yang lainnya? Apakah mereka tidak menyadari bahwa kesembuhan tersebut berkat campur tangan kuasa Yesus? Inilah situasi yang juga terjadi dalam kehidupan manusia moderen saat ini, terlebih dengan pengetahuan yang tinggi dan kemajuan teknologi yang canggih. Kehadiran Allah dalam kisah hidup manusia menjadi semakin samar dan terasa semakin hambar.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kebiasaan berterima kasih, mengucap syukur, dan memuji keagungan Allah tidaklah muncul seketika dalam diri seorang beriman. Semakin besar kesadaran diri merasakan dicintai, diperhatikan, dan dipercaya oleh Allah melalui hidup keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan tanggungjawab yang kita lakukan setiap harinya, maka kesempatan dan peluang untuk berterima kasih, bersyukur, dan mengagumi betapa luar biasa penyertaan Allah. Maka dari itu, tepatlah nasihat rohani sederhana yang selalu kita terima: sediakanlah waktu untuk berdoa; sediakanlah waktu untuk membaca dan merenungkan Sabda Allah; sediakanlah waktu untuk hadir dalam Perayaan Ekaristi; sediakanlah waktu untuk mendengarkan kesaksian iman; sediakanlah waktu untuk mendoakan mereka yang membutuhkan doa-doa kita. Semua kebiasaan dan ulah kesalehan rohani sederhana ini adalah pupuk dan obat untuk terus merawat rasa terima kasih, rasa syukur, dan rasa kagum pada Allah yang tidak pernah lelah dan selesai memberkati dan menyemalatkan umat manusia dari waktu ke waktu, dari satu peristiwa ke peristiwa lain. Jangan biarkan media sosial dan kesibukan kita merenggut momen-momen indah menemukan Allah yang bisa hadir dan menyapa melalui segala hal dalam hidup ini. <strong>(RD Daniel Aji Kurniawan)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu, 13 November 2024 Bacaan Injil Lukas 17:11-19 &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sebagai manusia yang terlahir dengan kisah hidupnya masing-masing, suka duka hidup pastinya datang menghampiri silih berganti. Cerita hidup setiap orang memanglah unik, tetapi pergumulan batin tetaplah dirasakan sama oleh siapa pun. Rasa cemas, takut, bimbang, percaya, tertekan, dan lain sebagainya akan senantiasa ada dalam kisah hidup manusia apa pun latar belakangnya. Tak terkecuali peristiwa sakit dan kesembuhan yang pernah kita alami. Pengalaman kesembuhan atau pulih dari sakit bisa saja dipandang sebagai&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12423\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-12423","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12423","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12423"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12423\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12424,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12423\/revisions\/12424"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12423"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12423"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12423"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}