{"id":12527,"date":"2024-12-16T19:02:00","date_gmt":"2024-12-17T03:02:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12527"},"modified":"2024-12-03T20:03:50","modified_gmt":"2024-12-04T04:03:50","slug":"ia-datang-melalui-yang-baik-dan-yang-jahat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12527","title":{"rendered":"Ia datang melalui yang baik dan yang jahat."},"content":{"rendered":"\n<p>17 Desember 2024<\/p>\n\n\n\n<p>Mateus 1:1-17<\/p>\n\n\n\n<p>.Romo Agung Wahyudianto O.Carm<\/p>\n\n\n\n<p>Suku Inca kuno menghidupi konsephidup mirip konsep yin yang yang disebut Yanantin, yang berarti &#8220;harmoni antara dua yang berbeda.&#8221; Dalam kosmologi Andes, dunia ini dilihat sebagai perpaduan dualitas yang saling melengkapi: siang dan malam, laki-laki dan perempuan, bumi dan langit, bahkan gunung-gunung (apus) yang berdiri berhadapan dianggap sebagai pasangan yang saling menjaga keseimbangan. Dalam pandangan ini, perbedaan bukanlah sesuatu yang harus dipecah atau ditinggalkan, tetapi diterima sebagai bagian dari keutuhan kehidupan. Harmoni sejati terjadi ketika dualitas ini bersatu dalam kesadaran akan kesatuan yang lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Injil hari ini, dengan membaca silsilah Yesus, tampaknya seperti sekadar daftar panjang nama-nama. Namun, jika direnungkan lebih dalam, silsilah ini berbicara tentang perjumpaan antara manusia yang tidak sempurna dengan rencana Tuhan yang sempurna. Dalam garis keturunan ini, terdapat tokoh-tokoh besar seperti Abraham dan Daud, tetapi juga orang-orang yang penuh kekurangan seperti Rahab, seorang perempuan asing, atau Raja Manasye yang terkenal jahat. Silsilah Yesus mencerminkan Yanantin, perpaduan antara yang baik dan buruk, besar dan kecil, namun semuanya menjadi bagian dari karya kasih Tuhan yang utuh. Kehadiran Yesus di dunia adalah perwujudan harmoni sempurna dari semua elemen yang tampaknya bertolak belakang.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai manusia, kita sering kali melihat hidup dalam batasan dualitas: yang baik versus yang buruk, kekuatan versus kelemahan, terang versus gelap. Kita cenderung menghindari atau menolak bagian hidup yang kita anggap &#8220;kurang baik&#8221; atau tidak sesuai dengan harapan kita. Namun, Advent mengingatkan kita bahwa kehadiran Tuhan tidak hanya ada di sisi yang terang atau sempurna, tetapi juga di tengah kekurangan, luka, dan perjuangan kita. Silsilah Yesus adalah pengingat bahwa Tuhan bekerja melalui semua aspek kehidupan, baik yang kita banggakan<\/p>\n\n\n\n<p>maupun yang kita anggap memalukan. Tidak ada bagian dari hidup kita yang terpisah dari kasih dan rencana Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kosmologi Andes, dualitas Yanantin selalu mengarah pada kesadaran akan persatuan yang lebih besar. Dua yang tampak bertolak belakang tidak pernah benar-benar terpisah; mereka selalu terhubung sebagai bagian dari satu kesatuan. Dalam perspektif Advent ini, kita diajak untuk melihat bahwa garis keturunan Yesus bukanlah sekadar susunan individu yang terpisah, tetapi cerminan dari rencana ilahi yang menyatukan segala sesuatu. Kehadiran Yesus di tengah kita mengingatkan bahwa dualitas dalam hidup kita\u2014suka dan duka, kekuatan dan kelemahan\u2014semuanya dapat menjadi ruang untuk mengalami kasih Tuhan yang menyatukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada Minggu Sukacita ini, sukacita sejati lahir dari kesadaran bahwa hari kedatangan Yesus semakin dekat. Kita diajak untuk melihat bahwa Advent bukan hanya tentang penantian pasif, melainkan tentang pengalaman yang aktif, di mana kita membuka hati untuk menemukan Tuhan yang sudah bekerja di dalam hidup kita. Semakin kita menyadari kehadiran Tuhan dalam segala hal, semakin kita dipenuhi oleh sukacita yang tidak tergantung pada keadaan, tetapi pada kenyataan bahwa Tuhan datang untuk menyatukan semua hal dalam kasih-Nya. Semakin dekat kita dengan hari kelahiran Yesus, semakin kita diajak untuk menerima dan merayakan kehadiran-Nya di setiap sudut kehidupan kita, baik yang terang maupun yang gelap.<\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita melangkah di masa Advent ini dengan hati yang penuh pengharapan dan sukacita. Seperti Yanantin yang mengajarkan kita untuk menerima semua perbedaan dalam harmoni, kita diajak untuk merangkul semua aspek kehidupan sebagai bagian dari rencana Tuhan yang indah. Dalam Yesus, dualitas ini disatukan, dan melalui-Nya, kita dipersiapkan untuk menerima kedamaian sejati yang lahir dari kehadiran-Nya di dunia dan di hati kita. Sukacita Advent adalah tanda bahwa terang Yesus sudah semakin dekat, dan kita dipanggil untuk membuka diri sepenuhnya bagi kasih dan damai yang akan Ia bawa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>17 Desember 2024 Mateus 1:1-17 .Romo Agung Wahyudianto O.Carm Suku Inca kuno menghidupi konsephidup mirip konsep yin yang yang disebut Yanantin, yang berarti &#8220;harmoni antara dua yang berbeda.&#8221; Dalam kosmologi Andes, dunia ini dilihat sebagai perpaduan dualitas yang saling melengkapi: siang dan malam, laki-laki dan perempuan, bumi dan langit, bahkan gunung-gunung (apus) yang berdiri berhadapan dianggap sebagai pasangan yang saling menjaga keseimbangan. Dalam pandangan ini, perbedaan bukanlah sesuatu yang harus dipecah atau ditinggalkan, tetapi diterima sebagai bagian dari keutuhan kehidupan&#8230;.<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12527\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-12527","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12527","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12527"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12527\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12528,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12527\/revisions\/12528"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12527"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12527"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12527"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}