{"id":12567,"date":"2024-12-11T18:34:00","date_gmt":"2024-12-12T02:34:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12567"},"modified":"2024-12-10T11:35:05","modified_gmt":"2024-12-10T19:35:05","slug":"hidup-di-jalan-yang-benar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12567","title":{"rendered":"HIDUP DI JALAN YANG BENAR"},"content":{"rendered":"\n<p>LUBUK HATI<br>Kamis 12 Desember 2024<br>Hari Biasa, Pekan Adven II<br>Matius 11:11-15<\/p>\n\n\n\n<p>Rm. Ignattius Adam Suncoko<\/p>\n\n\n\n<p>Orang-orang Israel percaya bahwa nabi Elia akan kembali suatu hari nanti untuk mengumumkan kedatangan Mesias atau \u201cyang diurapi Allah\u201d yang telah lama ditunggu-tunggu. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengidentifikasi Yohanes Pembaptis dengan Elia: \u201cdia adalah Elia yang akan kembali\u201d. Implikasinya, Yesus mengklaim sebagai orang yang diurapi Allah yang telah ditunggu-tunggu oleh orang Israel. Oleh karena itu, Yohanes Pembaptis memiliki peran yang sangat penting. Seperti yang Yesus katakan dalam bacaan Injil: \u201cSeorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis belum pernah terlihat\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes tidak benar-benar hidup sampai melihat Yesus mewartakan kedatangan kerajaan Allah. Karena Yohanes dieksekusi oleh Herodes Antipas pada awal pelayanan Yesus di muka umum. Yohanes tidak tahu apa-apa tentang kematian dan kebangkitan Yesus dan kedatangan Roh Kudus. Itulah sebabnya Yesus melanjutkan dengan mengatakan: \u201cyang terkecil di kerajaan surga lebih besar dari dia\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita semua lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, bukan karena kita lebih baik darinya, atau lebih suci darinya, tetapi karena kita telah diberi begitu banyak anugerah. Di dalam dan melalui Injil, kita telah menyaksikan karya Yesus, kematian dan kebangkitan-Nya sangat berarti bagi pertumbuhan iman dan hidup kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita semua mendapat anugerah atas Roh Kudus yang dicurahkan dalam hidup kita. Berkat Roh Kudus itu, kita dimampukan untuk memiliki cara pandang yang baru terhadap kehidupan. Pada suatu kesempatan, Yesus berkata kepada murid-muridNya: \u201cBerbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat\u201d. Ucapan bahagia itu merangkul kita semua, tetapi tidak pada tingkat yang sama seperti Yohanes Pembaptis. Kita menggunakan kesempatan hidup kita, untuk bertumbuh dalam penghargaan atas semua yang telah kita terima melalui kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus.<\/p>\n\n\n\n<p>Tanggapan kita terhadap kasih karunia adalah rasa syukur. Seluruh hidup kita harus menjadi jawaban bagaimana bersyukur kepada Tuhan yang telah memberkati kita, dengan begitu banyak berkat di dalam Kristus; yakni sebuah jawaban yang memberkati kehidupan kita sendiri dan orang lain seperti kita telah diberkati. Adven adalah waktu yang tepat untuk bersyukur atas karunia Injil dan tanggapan iman kita terhadapnya. Kita yakin dan percaya, hidup kita akan bertumbuh semakin berkualitas. Tuhan memberkati.<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes Pembaptis adalah Sang perintis<br>Tokoh idola hidup yang benar<br>Perjalanan hidup kadang tidak romantis<br>Hiduplah selalu di jalan&nbsp;yang&nbsp;benar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LUBUK HATIKamis 12 Desember 2024Hari Biasa, Pekan Adven IIMatius 11:11-15 Rm. Ignattius Adam Suncoko Orang-orang Israel percaya bahwa nabi Elia akan kembali suatu hari nanti untuk mengumumkan kedatangan Mesias atau \u201cyang diurapi Allah\u201d yang telah lama ditunggu-tunggu. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengidentifikasi Yohanes Pembaptis dengan Elia: \u201cdia adalah Elia yang akan kembali\u201d. Implikasinya, Yesus mengklaim sebagai orang yang diurapi Allah yang telah ditunggu-tunggu oleh orang Israel. Oleh karena itu, Yohanes Pembaptis memiliki peran yang sangat penting. Seperti yang&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12567\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-12567","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12567","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12567"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12567\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12568,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12567\/revisions\/12568"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12567"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12567"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12567"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}