{"id":12579,"date":"2024-12-12T18:48:59","date_gmt":"2024-12-13T02:48:59","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12579"},"modified":"2024-12-12T18:48:59","modified_gmt":"2024-12-13T02:48:59","slug":"jumat-pekan-adven-ii","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12579","title":{"rendered":"Jumat Pekan Adven II"},"content":{"rendered":"\n<p>Fr. Gunawan Wibisono O.Carm<br>13 Desember 2024<br>Yes 48: 17-19 + Mzm 1 + Mat 11: 16-19<\/p>\n\n\n\n<p>Lectio<br>Dalam pengajaranNya, Yesus menegaskan: \u2018dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya\u2019.<\/p>\n\n\n\n<p>Meditatio<br>Banyak orang seringkali berbicara sejauh yang diketahuinya, sedalam daya tangkap mereka, walau tanpa adanya klarifikasi terlebih dahulu pengetahuan yang dimilikinya itu; bahkan gajah itu seperti ular, karena yang dilihat pada waktu itu adalah ekornya saja. Demikian juga, \u2018ketika Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, mereka berkata: ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa\u2019. Banyak orang pada waktu itu sepertinya berkata-kata dan bertindak semaunya sendiri, dan mereka pun tidak mau tahu terhadap orang lain. Mereka tidak peduli terhadap sesamanya. Mereka memandang Yohanes dan Yesus seturut penilaian diri mereka sendiri. Apa maksud dan yang dikerjakan Yohanes ataupun Yesus tidak mereka perhatikan; tapi itulah memang kemauan mereka.<br>Namun demikian \u2018hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya\u2019. Sebab Allah tidak memperhitungkan kesalahan dan kekurangan orang-orang yang dikasihiNya. Hikmat Allah tetap berjalan sebagaimana adanya. Kehendak Allah untuk menyelamatkan umatNya terus berlangsung sebagaimana adanya, walau sikap dan perilaku mereka terhadap orang-orang yang diutusNya.<br>Kalau pun tidak ada yang tahu kapan kedatangan Anak Manusia tidaklah berarti kita mengabaikanNya. Sebab kedatanganNya tidak dibatasi atau ditentukan oleh kemampuan inderawi manusia. Allah yang menebarkan kasihNya kepada setiap orang meminta agar mereka semua bertahan dan setia dalam kasih dan perhatianNya.<\/p>\n\n\n\n<p>Oratio<br>Yesus Kristus, Engkau tidak memperdulikan penolakan dan sikap-abai orang-orang yang Engkau kasihi. Semoga kami yang merasakan belaskasihMu itu tetap menikmati dan terus merindukan kedatanganMu yang menyelamatkan itu. amin.<\/p>\n\n\n\n<p>Contemplatio<br>\u2018Ketika Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, mereka berkata: ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan&nbsp;orang&nbsp;berdosa\u2019.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fr. Gunawan Wibisono O.Carm13 Desember 2024Yes 48: 17-19 + Mzm 1 + Mat 11: 16-19 LectioDalam pengajaranNya, Yesus menegaskan: \u2018dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung. Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah,&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12579\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-12579","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12579","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12579"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12579\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12580,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12579\/revisions\/12580"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12579"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12579"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12579"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}