{"id":12728,"date":"2025-01-13T18:02:00","date_gmt":"2025-01-14T02:02:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12728"},"modified":"2025-01-13T08:04:14","modified_gmt":"2025-01-13T16:04:14","slug":"refleksi-14-januari-2025-markus-121-28","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12728","title":{"rendered":"Refleksi 14 Januari 2025: Markus 1:21-28"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Rm. Max Agung Wahyudianto O.Carm<br><em>&#8220;Pengajaran-Nya sangat mengherankan mereka, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Di pagi yang cerah di pegunungan Andes, seorang&nbsp;<em>curandero<\/em>&nbsp;memulai ritual&nbsp;<em>mesa<\/em>. Ia duduk dengan tenang di hadapan batu-batu yang disusun rapi, daun koka, dan lilin-lilin kecil. Para peserta datang dengan membawa harapan: beberapa ingin kesembuhan fisik, yang lain ingin mengusir &#8220;energi buruk&#8221; yang mereka rasakan mengganggu hidup mereka. Dengan penuh keyakinan, sang penyembuh berbicara lembut, memberikan doa dan restu, dan dengan perlahan membimbing para peserta kembali ke harmoni yang lebih dalam. Masyarakat Andes percaya bahwa sang penyembuh tidak bekerja dengan kekuatannya sendiri, tetapi dengan kuasa spiritual yang mengalir melalui dirinya\u2014kuasa yang berasal dari hubungan dengan alam semesta.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika saya merenungkan Injil hari ini, saya melihat Yesus di rumah ibadat di Kapernaum seperti sang&nbsp;<em>curandero<\/em>. Namun, kuasa yang ada pada Yesus jauh lebih besar. Ia tidak hanya berbicara dengan hikmat, tetapi juga dengan otoritas yang memancarkan terang dan kebenaran. Perkataan-Nya bukanlah sekadar kata-kata, tetapi kata-kata yang memiliki kuasa untuk mengubah. Ketika seorang yang kerasukan roh jahat mulai berteriak di hadapan-Nya, Yesus menghardiknya dan roh itu pergi. Orang-orang yang melihat itu tercengang. &#8220;Siapakah ini?&#8221; mereka bertanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi saya, kisah ini lebih dari sekadar pengusiran roh jahat. Itu adalah gambaran tentang kuasa kasih Tuhan yang mampu membawa kedamaian dan pemulihan dalam hidup kita. Ada saat-saat dalam hidup saya di mana saya merasa seperti &#8220;kerasukan&#8221;\u2014bukan oleh roh jahat, tetapi oleh kekhawatiran, ketakutan, atau tekanan hidup yang membuat hati saya gelisah. Dalam momen-momen itu, saya teringat bahwa Yesus memiliki kuasa untuk mengusir semua itu, bukan dengan kekuatan yang memaksa, tetapi dengan kehadiran-Nya yang penuh kasih.<\/p>\n\n\n\n<p>Seperti dalam tradisi&nbsp;<em>mesa<\/em>, di mana masyarakat Andes menemukan kembali keseimbangan dalam hidup mereka, Injil hari ini mengundang saya untuk kembali kepada Yesus, Sang Penyembuh sejati. Ia tidak hanya mengusir kegelapan, tetapi memulihkan kita ke dalam terang. Bagi saya, hal ini bukan sekadar tentang keajaiban fisik, tetapi tentang pengalaman batin di mana saya diingatkan bahwa kasih Tuhan tidak pernah jauh.<\/p>\n\n\n\n<p>Di mana kita merasa gelap hari ini? Ketakutan apa yang membebani hati kita? Hari ini, saya diundang untuk datang kepada Yesus dan membiarkan terang-Nya membawa damai. Sama seperti orang-orang di rumah ibadat di Kapernaum, saya juga diajak untuk terpesona oleh kasih Tuhan yang bekerja dalam hidup saya, mengusir kegelapan dan membawa saya ke dalam hidup yang penuh terang dan kasih.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rm. Max Agung Wahyudianto O.Carm&#8220;Pengajaran-Nya sangat mengherankan mereka, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.&#8221; Di pagi yang cerah di pegunungan Andes, seorang&nbsp;curandero&nbsp;memulai ritual&nbsp;mesa. Ia duduk dengan tenang di hadapan batu-batu yang disusun rapi, daun koka, dan lilin-lilin kecil. Para peserta datang dengan membawa harapan: beberapa ingin kesembuhan fisik, yang lain ingin mengusir &#8220;energi buruk&#8221; yang mereka rasakan mengganggu hidup mereka. Dengan penuh keyakinan, sang penyembuh berbicara lembut, memberikan doa dan restu, dan dengan perlahan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12728\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-12728","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12728","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12728"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12728\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12729,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12728\/revisions\/12729"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12728"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12728"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12728"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}