{"id":12758,"date":"2025-01-19T18:40:40","date_gmt":"2025-01-20T02:40:40","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12758"},"modified":"2025-01-19T18:40:40","modified_gmt":"2025-01-20T02:40:40","slug":"renungan-senin-20-januari-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12758","title":{"rendered":"RENUNGAN: SENIN, 20 JANUARI 2025"},"content":{"rendered":"\n<p>Romo Ignatius Joko Purnomo O.Carm<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Markus<\/strong><strong> 2:18-22<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<p>Puasa bukanlah sesuatu yang asing bagi kita umat beriman. Dalam Gereja Katolik, puasa dipahami dan maknai sebagai bentuk pengendalian diri dan penyangkalan diri, kerendahan hati, dan solidaritas dengan penderitaan Kristus. Puasa membantu umat beriman untuk: mendekatkan diri kepada Allah, mengajarkan disiplin rohani untuk membantu umat mengenali kebutuhan akan rahmat Allah, serta berbelarasa dengan orang yang menderita kelaparan melalui tindakan amal kasih. Puasa dimaknai sebagai tanda pertobatan, wujud penyesalan atas dosa, dan usaha untuk hidup lebih sesuai dengan kehendak Allah.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bacaan Injil hari ini membawa kita kepada sebuah peristiwa di mana ada seseorang datang kepada Yesus dan berkata: \u201cMurid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, m<em>engapa murid-murid-Mu tidak?\u201d. <\/em>Menanggapi pertanyaan tersebut, Yesus berkata<em>: \u201cDapatkah sahabat-sahabat pengantin pria berpuasa selagi pengantin itu bersama mereka?\u201d<\/em> Lewat pernyataan-Nya itu, Yesus mengibaratkan diri-Nya sebagai mempelai pria; dan selama mempelai ada bersama para sahabat, maka mereka tidak perlu berpuasa, karena itu adalah masa sukacita. Kehadiran pengantin adalah waktu sukacita, bukan waktu berduka atau berpuasa. Kita diundang untuk menempatkan Yesus sebagai pusat hidup kita, fokus utama pada Yesus, sehingga setiap tindakan kita menjadi wujud syukur dan sukacita.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, Yesus tidak menghapuskan tradisi seperti puasa, tetapi Ia memberikan makna baru. Puasa tidak lagi hanya menjadi rutinitas \u2013 untuk memenuhi kewajiban keagamaan, tetapi menjadi ungkapan cinta dan kerinduan kita untuk bersatu dengan Tuhan. Dengan kehadiran-Nya, kita diajak untuk melihat bahwa puasa dan disiplin rohani lainnya bukan sekadar kewajiban, melainkan sarana untuk memperbarui hubungan kita dengan Allah.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Setelah itu, Yesus menyampaikan perumpamaan yang menarik tentang kain yang belum susut dan kantong anggur yang baru. Keduanya mengandung pesan yang sama, yaitu untuk menekankan bahwa Yesus dan ajaran-Nya adalah sesuatu yang baru, yang tidak bisa dimasukkan ke dalam &#8220;kantong kulit&#8221; dari kerangka tradisi yang lama. Kehadiran Yesus, Sang Mempelai, membawa sesuatu yang baru, yang membutuhkan sikap hati yang baru pula.Jika tidak, maka akan sia-sia.Yesus berkata:<em> \u201cTak seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang sudah tua, karena jika demikian baik anggur maupun kantongnya akan terbuang. Anggur yang baru, hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.\u201d<\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Saudara-saudari terkasih. Seringkali kita ingin menerima kasih karunia Allah, tetapi hati kita tetap terjebak dalam pola lama: prasangka, kebiasaan buruk, atau rutinitas iman yang tidak hidup. Yesus mengingatkan kita semua bahwa jika kita ingin hidup dalam kebaruan kasih Allah, kita harus rela berubah. Kita perlu membuang &#8220;kantong anggur lama&#8221; dalam hidup kita, seperti sikap egois, iri hati, atau penghakiman terhadap orang lain, agar hidup kita sungguh menjadi tempat bagi anggur baru yang berlimpah.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Saudara-saudari yang terkasih, mari kita menjadikan hati kita sebagai kantong anggur baru yang siap menampung anggur kasih Yesus. Dengan demikian, hidup kita akan dipenuhi sukacita, semangat, dan makna baru. Semoga Roh Kudus membantu kita untuk terus diperbarui dalam kasih Tuhan, sehingga kita mampu menghadirkan wajah Kristus di tengah dunia ini.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Romo Ignatius Joko Purnomo O.Carm Markus 2:18-22 Saudara-saudari terkasih dalam Yesus Kristus. Puasa bukanlah sesuatu yang asing bagi kita umat beriman. Dalam Gereja Katolik, puasa dipahami dan maknai sebagai bentuk pengendalian diri dan penyangkalan diri, kerendahan hati, dan solidaritas dengan penderitaan Kristus. Puasa membantu umat beriman untuk: mendekatkan diri kepada Allah, mengajarkan disiplin rohani untuk membantu umat mengenali kebutuhan akan rahmat Allah, serta berbelarasa dengan orang yang menderita kelaparan melalui tindakan amal kasih. Puasa dimaknai sebagai tanda pertobatan, wujud penyesalan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12758\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-12758","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12758","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12758"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12758\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12759,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12758\/revisions\/12759"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12758"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12758"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12758"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}