{"id":12768,"date":"2025-01-26T18:30:00","date_gmt":"2025-01-27T02:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12768"},"modified":"2025-01-22T14:31:28","modified_gmt":"2025-01-22T22:31:28","slug":"renungan-27-januari-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12768","title":{"rendered":"Renungan 27 Januari 2025"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Menuduh sesama saudara tanpa sebuah data dan fakta yang benar tentulah sangat menyakitkan hati bagi setiap orang. Di antara kita mungkin ada yang pernah mengalami hal itu. Hal ini bisa terjadi di dalam keluarga, organisasi, perusahaan, sekolah dan masyarakat pada umumnya. Banyak orang terluka dan tersakiti dengan tuduhan. Akibatnya orang saling balas dendam menuduh sesama saudaranya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tuduhan tanpa berdasarkan bukti yang akurat juga dialami oleh Yesus. Ahli-ahli Taurat menuduh Yesus kerasukan Beelzebul dan dengan bantuan penghulu setan Yesus mengusir setan. Yesus menjawab tuduhan ahli-ahli Taurat dengan perumpamaan rumah tangga keluarga yang terpecah-pecah tidak akan bertahan lama. Komunitas, keluarga, organisasi, tempat kerja, gereja, negara yang terpecah-terpecah tidak ada kedamaian dan kerukunan. Situasi hidupnya dipenuhi perilaku jahat.<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan Yesus mengajak para pendengar-Nya untuk memperbaiki rumah tangga, keluarga, komunitas ataupun organisasi agar tidak mudah terpecah belah. Apabila masing-masing orang di dalamnya dapat hidup penuh pengertian, saling memahami dan mengampuni, maka keluarga, komunitas, organisasai akan berdiri kokoh kuat. Tidak ada anggota yang merongrong atau bahkan menghancurkannya. Bersih-bersih rumah, menata kembali menjadi indah dan bersih, hidup rukun dan damai. Setiap orang patut memberikan kesempatan dan ruang bagi Roh Kudus bekerja disana. Tidak ada ruang dan kesempatan bagi orang yang ingin berbuat kejahatan. Daya Ilahi Roh Kudus sangat dahsyat untuk memusnahkan segala kuasa kejahatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan Yesus mengecam pikiran dan tindakan orang-orang yang hanya melihat keburukan daripada kebaikan sesamanya. Suara Allah dan Roh Kudus dikenali dalam keheningan batin dan alam, di dalam setiap peristiwa yang terjadi. Ketika setiap pribadi hanya melihat keburukan atau kejahatan, dia menutup ruang bagi Roh Kudus berkarya dalam dirinya. Ia menutup diri terhadao setiap perbuatan baik yang dilakukan sesamanya. Bukankah itu pula yang terjadi pada diri para ahli Taurat setiap kali melihat perbuatan yang dilakukan Yesus?<\/p>\n\n\n\n<p>Berilah ruang dalam pikiran dan hati untuk Roh Kudus berbicara dan berkarya pada diri kita. Janganlah kita mengabaikan seruan suara Roh Kudus yang sedang bekerja atas diri kita. Tuntunan dan bimbingan Roh Kudus selalu membantu kita melihat segala sisi baik yang dikerjakan oleh Allah lewat orang-orang di sekitar kita. Mohonlah Roh Kudus datang dan tinggal dalam diri kita. Tuhan Yesus memberkati dan Bunda Maria melindungi peziarahan kita di sepanjang Tahun Yubileum : Peziarah Pengharapan.<\/p>\n\n\n\n<p>(rm. medyanto, o.carm) &nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menuduh sesama saudara tanpa sebuah data dan fakta yang benar tentulah sangat menyakitkan hati bagi setiap orang. Di antara kita mungkin ada yang pernah mengalami hal itu. Hal ini bisa terjadi di dalam keluarga, organisasi, perusahaan, sekolah dan masyarakat pada umumnya. Banyak orang terluka dan tersakiti dengan tuduhan. Akibatnya orang saling balas dendam menuduh sesama saudaranya. Tuduhan tanpa berdasarkan bukti yang akurat juga dialami oleh Yesus. Ahli-ahli Taurat menuduh Yesus kerasukan Beelzebul dan dengan bantuan penghulu setan Yesus mengusir setan&#8230;.<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12768\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-12768","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12768","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12768"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12768\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12769,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12768\/revisions\/12769"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12768"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12768"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12768"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}