{"id":12813,"date":"2025-02-02T19:00:00","date_gmt":"2025-02-03T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12813"},"modified":"2025-02-02T07:44:37","modified_gmt":"2025-02-02T15:44:37","slug":"saatnya-menjadi-saksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12813","title":{"rendered":"\u201cSaatnya menjadi Saksi\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p>Senin, 03 Februari 2025<\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan Injil Markus 5:1-20<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kisah Yesus menyembuhkan seorang pria yang kerasukan roh jahat di daerah Gerasa menjadi ilustrasi refleksi yang inspiratif. Ketika kita mencoba untuk mencermati pemuda tersebut, kesan yang kita peroleh yaitu pria ini telah lama menderita, tinggal di kuburan, dihindari oleh masyarakat, bahkan tidak bisa dikendalikan oleh rantai sekalipun. Hal yang lebih berkesan lagi yaitu ketika Yesus datang, roh-roh jahat yang merasuki pria itu langsung tunduk kepada-Nya. Yesus mengusir roh-roh jahat itu ke dalam kawanan babi dan kemudian terjun ke danau lalu mati. Kisah ini memberikan pendalaman iman apa untuk kita yang membaca, mendengarkan, dan merenungkan Sabda tersebut?<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <em>Pertama<\/em>, kisah ini hendak menunjukkan bahwa Yesus memiliki otoritas atas roh-roh jahat. Yesuslah sumber pembebasan dari belenggu dosa dan maut. Tidak ada kuasa kegelapan yang dapat menandingi kuasa-Nya. Barangkali kita tidak langusng menghadapi kerasukan setan seperti pria tersebut, tetapi kita diperbudak oleh kecenderungan melakukan dosa, ketakutan, kecanduan, atau luka batin berkepanjangan yang tak lekas sembuh. Di sinilah arti kehadiran Yesus yang ingin membebaskan manusia dari belenggu itu dan memberikan kehidupan baru. Tahun Yubileum 2025 ini menjadi saat berahmat untuk mengupayakan kesembuhan rohani melalui penerimaan sakramen rekonsiliasi sebagai bentuk nyata pertobatan.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <em>Kedua<\/em>, reaksi penolakan Yesus terhadap pria yang telah dibebaskan dan ingin mengikuti-Nya. Yesus justru memberinya tugas lain yakni <em>&#8220;Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau&#8221;<\/em> (Ayat 19). Jawaban Yesus ini menjadi tugas perutusan bagi setiap orang beriman yang telah dipulihkan, disembuhkan, dikuduskan kembali oleh Yesus sendiri. Sakramen-sakramen yang kita terima dalam Gereja Katolik menjadi dasar kita menghidupi tugas perutusan tersebut. Bersaksi kepada orang lain tentang pengalaman bersama Yesus yang menyembuhkan dan memulihkan adalah upaya konkret berbagi kebaikan. Kita dipanggil untuk menjadi saksi kasih-Nya dalam keluarga, tempat kerja, dan komunitas di mana pun kita berada dan berkarya. Kesaksian tidak selalu dalam kata-kata, tetapi nyata dalam tindakan kecil setiap hari.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <em>Ketiga<\/em>, reaksi dari orang-orang di sekitar ketika melihat pria tersebut dipulihkan. Kita harus selalu siap bahwa kebaikan yang Tuhan tunjukkan tidaklah selalu ditanggapi dengan sukacita dan kegembiraan, terlebih apabila hal tersebut tidak sesuai dengan harapan dan keinginan mereka. Keselamatan adalah sebuah tawaran yang ditujukan kepada setiap orang, tetapi buah dan akibat dari tawaran keselamatan Allah ini sangatlah bergantung pada cara manusia menanggapi dan mengupayakannya. Maka dari itu, di tahun Yubileum ini, marilah kita sungguh-sungguh mengisi dengan aneka macam olah rohani baik secara personal maupun secara komunal bersama saudara dan saudari kita. <strong>(RD Daniel Aji Kurniawan)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senin, 03 Februari 2025 Bacaan Injil Markus 5:1-20 &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kisah Yesus menyembuhkan seorang pria yang kerasukan roh jahat di daerah Gerasa menjadi ilustrasi refleksi yang inspiratif. Ketika kita mencoba untuk mencermati pemuda tersebut, kesan yang kita peroleh yaitu pria ini telah lama menderita, tinggal di kuburan, dihindari oleh masyarakat, bahkan tidak bisa dikendalikan oleh rantai sekalipun. Hal yang lebih berkesan lagi yaitu ketika Yesus datang, roh-roh jahat yang merasuki pria itu langsung tunduk kepada-Nya. Yesus mengusir roh-roh jahat itu ke&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12813\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-12813","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12813","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12813"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12813\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12814,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12813\/revisions\/12814"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}