{"id":12819,"date":"2025-02-03T19:58:58","date_gmt":"2025-02-04T03:58:58","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12819"},"modified":"2025-02-03T19:58:58","modified_gmt":"2025-02-04T03:58:58","slug":"menyentuh-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12819","title":{"rendered":"MENYENTUH HIDUP"},"content":{"rendered":"\n<p>Rm Ignatius Adam Suncoko O.Carm<br>Selasa 4 Februari 2025<br>Hari Biasa, Pekan Biasa IV<br>Markus 5:21-43<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan Injil pagi ini, menyajikan kepada kita dua kisah yang saling terkait. Dua orang yang putus asa mendekati Yesus dalam kebutuhan mereka, seorang pria dan seorang wanita, seorang tokoh terkemuka dalam komunitas sinagoga dan seseorang yang dikucilkan dari komunitas karena kondisi sakit fisiknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua cerita mengacu pada \u201cmenyentuh\u201d. Yairus memohon kepada Yesus untuk datang dan menyentuh, meletakkan tangannya, pada putrinya yang sakit parah, dan Yesus melanjutkan untuk memegang tangan putri Yairus dan mengangkatnya. Wanita itu mengulurkan tangan dan menyentuh ujung jubah Yesus. Dalam kedua cerita, tindakan menyentuh membawa kehidupan di mana ada kematian, penyembuhan di mana ada penyakit.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua kisah itu dapat berbicara tentang kehidupan iman kita sendiri. Tuhan ingin menyentuh hidup kita dengan cara yang menyembuhkan dan memberi hidup, seperti Dia menyentuh kehidupan putri Yairus. Tuhan tidak berhubungan dengan kita dari jauh. Saat dia memasuki rumah Yairus dan menggandeng tangan putrinya, demikian pula dia memasuki rumah kita, kehidupan kita, dan menggenggam tangan kita. Dia telah masuk sepenuhnya ke dalam kondisi manusiawi kita dan bertemu dengan kita masing-masing di mana kita berada. Tuhan yang datang kepada kita juga menginginkan kita untuk datang kepada-Nya, seperti wanita dalam bacaan Injil. Saat dia menyentuh hidup kita dengan kehadirannya, dia melihat iman kita, seperti dia melihat wanita itu. Tuhan menjangkau untuk menyentuh hidup kita dan, dengan melakukan itu, menggerakkan kita untuk semakin beriman dan mengagumi karya agungnya yang menyelamatkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi saudara-saudari yang merayakan Tahun Baru Imlek, menjadi kesempatan yang baik untuk mengucap syukur bahwa dalam situasi apapun juga Tuhan berkenan menyentuh setiap kehidupan kita lewat berbagai berkat. Berkat keluarga, karya pekerjaan, rejeki, persaudaraan, kesuksesan, keberhasilan, dan sebagainya. Pada tahun yang baru ini pula, kita persembahkan setiap harapan dan rencana baik kita dalam berkat Tuhan. Mari kita sambut berkat Tuhan. Tuhan Memberkati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Tahun lama kini sudah berlalu<br>Kita sambut tahun yang baru<br>Berdoa tidak hanya kalau perlu<br>Memaknai pengalaman jadi \u201cguru\u201d.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rm Ignatius Adam Suncoko O.CarmSelasa 4 Februari 2025Hari Biasa, Pekan Biasa IVMarkus 5:21-43 Bacaan Injil pagi ini, menyajikan kepada kita dua kisah yang saling terkait. Dua orang yang putus asa mendekati Yesus dalam kebutuhan mereka, seorang pria dan seorang wanita, seorang tokoh terkemuka dalam komunitas sinagoga dan seseorang yang dikucilkan dari komunitas karena kondisi sakit fisiknya. Kedua cerita mengacu pada \u201cmenyentuh\u201d. Yairus memohon kepada Yesus untuk datang dan menyentuh, meletakkan tangannya, pada putrinya yang sakit parah, dan Yesus melanjutkan untuk&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=12819\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-12819","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12819","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12819"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12819\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12820,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12819\/revisions\/12820"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12819"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12819"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12819"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}