{"id":13893,"date":"2025-10-11T18:02:00","date_gmt":"2025-10-12T01:02:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=13893"},"modified":"2025-10-11T07:03:54","modified_gmt":"2025-10-11T14:03:54","slug":"minggu-biasa-xxviii-c","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=13893","title":{"rendered":"Minggu Biasa XXVIII C"},"content":{"rendered":"\n<p><br>(2Raj 5:14-17; 2Tim 2:8-13; Luk 17:11-19)<br>Rm. Yohanes Endi, Pr.<br>Saudara-saudari terkasih, minggu lalu kita diajak untuk merenungkan iman dan<br>kerendahan hati, bagaimana kita hanya melakukan kehendak Tuhan tanpa menuntut<br>balasan apa pun. Hari ini, Sabda Tuhan mengajak kita melangkah lebih jauh: untuk<br>belajar bersyukur, untuk memiliki hati yang tahu berterima kasih.<br>Dalam kehidupan sehari-hari, kita tahu betapa wajar dan indahnya ketika seseorang<br>mengucapkan \u201cterima kasih.\u201d Baik dalam hal-hal kecil maupun besar, ucapan<br>sederhana itu membuat hubungan menjadi hangat. Namun, ketika seseorang tidak<br>tahu berterima kasih, hati kita bisa terasa kecewa. Kita mungkin bergumam, \u201cOrang<br>itu tidak tahu terima kasih.\u201d Ungkapan itu sebenarnya muncul karena kita sadar<br>bahwa syukur adalah bahasa cinta yang mendalam antar manusia.<br>Namun, bagaimana dengan relasi kita dengan Allah? Sering kali kita menerima begitu<br>banyak anugerah: napas kehidupan, kesehatan, kasih keluarga, keberhasilan, bahkan<br>keselamatan, tetapi kita lupa bersyukur. Kita menerima, menikmati, lalu berjalan<br>tanpa menoleh kepada Sang Pemberi. Inilah yang membuat Yesus bersedih dalam<br>Injil hari ini. Dari sepuluh orang kusta yang disembuhkan, hanya satu yang kembali dan<br>berterima kasih. \u201cBukankah kesepuluhnya telah menjadi tahir?\u201d tanya Yesus dengan<br>hati yang tersentuh. Hanya satu orang asing yang datang untuk memuliakan Allah, dan<br>hanya kepadanya Yesus berkata, \u201cImanmu telah menyelamatkan engkau.\u201d<br>Saudara-saudari,kesembilan orang lainnya memang sembuh, tetapi mereka berhenti<br>pada anugerah, bukan pada relasi dengan Pemberi anugerah. Sementara orang<br>Samaria yang kembali itu menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga: perjumpaan<br>dengan Yesus sendiri. Itulah buah dari hati yang bersyukur.<br>Sikap syukur membuka jalan bagi kasih dan iman yang mendalam. Syukur mengikat<br>kita kembali kepada Allah, bukan karena kita menerima sesuatu, tetapi karena kita<br>menyadari kasih yang menyertai setiap anugerah itu. Hadiah tidak pernah lebih<br>penting dari cinta yang ada di baliknya. Demikian juga dalam hidup ini: setiap berkat,<br>setiap kesulitan, bahkan setiap luka yang kita alami, semuanya dapat menjadi tanda<br>cinta Allah bila kita mau melihatnya dengan hati yang bersyukur.<br>Allah ingin agar kita mengenal dan mengalami kasih-Nya. Setiap kebaikan yang kita<br>terima adalah cara-Nya menghadiahkan diri-Nya kepada kita. Maka, ketika kita<br>bersyukur, kita sedang mengakui bahwa kasih-Nya nyata dan hidup di dalam kita.<br>Sebaliknya, hati yang tidak tahu berterima kasih mudah menjadi sombong dan<br>menutup diri dari rahmat-Nya.<br>Rasul Paulus dalam suratnya mengingatkan, \u201cBersyukurlah dalam segala hal, sebab<br>itulah kehendak Allah bagimu dalam Kristus Yesus.\u201d (1Tes 5:18). Bersyukur tidak<br>hanya ketika hidup berjalan baik, tetapi juga di tengah salib kehidupan. Bahkan Yesus<br>sendiri, pada malam Ia diserahkan, mengucap syukur. Dalam Ekaristi, Ia mengajarkan<br>kepada kita bahwa di tengah penderitaan pun, selalu ada alasan untuk berterima<br>kasih, sebab di sanalah cinta Allah bekerja dengan cara yang paling indah.<br>Maka, marilah kita belajar menjadi umat yang tahu berterima kasih, bukan hanya<br>lewat kata, tetapi lewat sikap dan tindakan nyata. Bersyukur dalam hal kecil maupun<br>besar, dalam sukacita maupun duka. Karena hati yang tahu berterima kasih adalah<br>hati yang mengenal Tuhan.<br>Semoga dalam setiap Ekaristi yang kita rayakan, kita semakin dibentuk menjadi<br>pribadi yang peka akan kasih Allah dan rela memuliakan-Nya dengan hidup yang<br>penuh syukur. Tuhan memberkati kita semua. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(2Raj 5:14-17; 2Tim 2:8-13; Luk 17:11-19)Rm. Yohanes Endi, Pr.Saudara-saudari terkasih, minggu lalu kita diajak untuk merenungkan iman dankerendahan hati, bagaimana kita hanya melakukan kehendak Tuhan tanpa menuntutbalasan apa pun. Hari ini, Sabda Tuhan mengajak kita melangkah lebih jauh: untukbelajar bersyukur, untuk memiliki hati yang tahu berterima kasih.Dalam kehidupan sehari-hari, kita tahu betapa wajar dan indahnya ketika seseorangmengucapkan \u201cterima kasih.\u201d Baik dalam hal-hal kecil maupun besar, ucapansederhana itu membuat hubungan menjadi hangat. Namun, ketika seseorang tidaktahu berterima kasih, hati kita bisa&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=13893\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-13893","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13893","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13893"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13893\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13894,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13893\/revisions\/13894"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}