{"id":14128,"date":"2025-12-15T18:38:00","date_gmt":"2025-12-16T02:38:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14128"},"modified":"2025-12-14T19:39:25","modified_gmt":"2025-12-15T03:39:25","slug":"renungan-16-desember-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14128","title":{"rendered":"RENUNGAN: 16 DESEMBER 2025"},"content":{"rendered":"\n<p>Rm Ignasius Joko Purnomo <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Matius: 21:28-32<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTak ada guna bunga kalau tak berbuah.\u201dPeribahasa sederhana ini mau mengungkapkan bahwa kata-kata indah tanpa perbuatan baik tidak menghasilkan apa-apa.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Injil hari ini, Yesus mengisahkan perumpamaan tentang seorang ayah dan dua anaknya. Ayah itu berkata kepada anak pertama: \u201cAnakku, pergilah bekerja di ke bun anggur hari ini.\u201d Anak itu menjawab, \u201cBaik, Bapa,\u201d tetapi ia tidak pergi, tidak melakukan apa pun.Jawabannya baik dan benar, tetapi hidupnya tidak sesuai. Inilah gambaran iman yang hanya berhenti di bibir: berdoa, bernyanyi, bahkan <strong>&nbsp;<\/strong>mungkin aktif dalam kegiatan rohani, tetapi tanpa buah dalam kehidupan nyata.Lalu ayah itu berkata kepada anak yang kedua hal yang sama. Anak ini menjawab, \u201cAku tidak mau,\u201d tetapi ia menyesal dan pergi melakukan apa yang diperintahkan ayahnya. Yesus lalu bertanya kepada orang-orang: \u201cSiapakah di antara keduanya yang melakukan kehendak ayahnya?\u201dMereka menjawab: \u201cYang kedua.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudari, perumpamaan ini sangat sederhana, tetapi maknanya sangat mendalam. Kedua anak ini menggambarkan dua sikap manusia di hadapan Allah: Anak pertama berkata \u201cya\u201d tetapi tidak melakukannya \u2013 lambang dari orang yang kelihatannya taat, namun tidak menghidupi imannya. Anak kedua menolak, namun akhirnya menyesal dan berubah \u2013 lambang dari orang berdosa yang hatinya terbuka pada rahmat Allah. Lewat perumpamaan ini Yesus menegur para pemuka agama dan orang Farisi yang berkata \u201cya\u201d kepada Allah lewat doa dan hukum, tetapi dalam tindakan, mereka tidak melaksanakan kehendak Allah. Mereka berbicara tentang kebenaran, tetapi tidak mau berubah. Allah tidak tertarik pada kata-kata indah atau penampilan luar, melainkan pada hati yang mau taat dan bertobat. Tidak cukup berkata \u201cya\u201d atau membuat janji rohani yang indah. Kisah ini juga mau menegaskan bahwa Iman sejati harus terwujud dalam tindakan. Iman sejati tidak berhenti pada ucapan \u201cya, Tuhan,\u201d tetapi diwujudkan dalam tindakan kasih, kejujuran, dan ketaatan. Tuhan mengingatkan kita agar tidak terjebak pada kesalehan lahiriah tanpa perubahan batin. Lalu, Yesus berkata bahwa pemungut cukai dan pelacur akan masuk ke dalam Kerajaan Allah lebih dahulu daripada para pemimpin agama.Mengapa? Karena mereka bertobat ketika mendengar pewartaan Yohanes Pembaptis. Mereka yang dulu jauh dari Allah, justru membuka hati untuk diubah oleh-Nya. Sedangkan orang-orang yang merasa diri \u201cbaik\u201d merasa diri suci, justru &nbsp;justru menutup hati karena menganggap diri tidak perlu bertobat. Mereka tidak <strong>&nbsp;<\/strong>merasa perlu diubah. Oleh karena itu, marilah kita bertanya dalam hati:Apakah aku seperti anak pertama \u2013 yang &nbsp;berkata \u201cya\u201d tapi tidak berbuat \u2013 atau seperti anak kedua \u2013 yang sempat berkata \u201ctidak,\u201d tapi akhirnya datang juga?<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudari terkasih,<\/p>\n\n\n\n<p>Allah tidak melihat masa lalu kita \u2013 seberapa sering kita menolak-Nya, seberapa banyak kita gagal \u2013 tetapi Ia melihat hati yang mau kembali. Tuhan tidak mencari orang yang sempurna, tetapi orang yang bersedia diperbarui setiap hari. Selama kita bersedia berkata, \u201cTuhan, aku menyesal dan mau datang kepada-Mu,\u201d pintu rahmat selalu terbuka. &nbsp;Mari kita mohon rahmat Tuhan agar setiap \u201cya\u201d yang kita ucapkan kepada Tuhan menjadi nyata dalam tindakan kasih dan pelayanan. Sebab hanya dengan demikan kita sungguh siap menyambut kedatangan Kristus Sang Penebus.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga Tuhan memberkati kita semua.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rm Ignasius Joko Purnomo Matius: 21:28-32 Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, \u201cTak ada guna bunga kalau tak berbuah.\u201dPeribahasa sederhana ini mau mengungkapkan bahwa kata-kata indah tanpa perbuatan baik tidak menghasilkan apa-apa. Dalam Injil hari ini, Yesus mengisahkan perumpamaan tentang seorang ayah dan dua anaknya. Ayah itu berkata kepada anak pertama: \u201cAnakku, pergilah bekerja di ke bun anggur hari ini.\u201d Anak itu menjawab, \u201cBaik, Bapa,\u201d tetapi ia tidak pergi, tidak melakukan apa pun.Jawabannya baik dan benar, tetapi hidupnya tidak sesuai. Inilah gambaran&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14128\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-14128","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14128","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14128"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14128\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14129,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14128\/revisions\/14129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14128"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14128"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14128"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}