{"id":14223,"date":"2026-01-12T06:30:57","date_gmt":"2026-01-12T14:30:57","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14223"},"modified":"2026-01-12T06:30:57","modified_gmt":"2026-01-12T14:30:57","slug":"dipanggil-di-tengah-kesibukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14223","title":{"rendered":"\u201cDipanggil di Tengah Kesibukan\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p>Markus 1:14\u201320<\/p>\n\n\n\n<p>Rm Yusuf Dimas Caesario<\/p>\n\n\n\n<p>Salam Damai dalam Kristus Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Para saudara yang terkasih,<\/p>\n\n\n\n<p>Injil hari ini dibuka dengan situasi yang tidak ideal: Yohanes Pembaptis ditangkap. Secara manusiawi, ini saat yang tepat untuk menunda, menunggu, atau berhati-hati. Namun justru di saat itulah Yesus memulai pewartaan-Nya: \u201cWaktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat.\u201d Allah tidak menunggu keadaan sempurna untuk berkarya. Ia bekerja di tengah keterbatasan, bahkan krisis.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu Yesus berjalan di sepanjang Danau Galilea dan memanggil orang-orang yang sangat biasa: para nelayan. Mereka tidak sedang berdoa di bait Allah, tidak pula mengikuti retret rohani. Mereka sedang bekerja, tangannya bau ikan, pikirannya mungkin sibuk dengan hasil tangkapan hari itu. Justru di sanalah panggilan itu datang.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang menggetarkan bukan hanya siapa yang dipanggil, tetapi bagaimana mereka menanggapi panggilan itu. Markus menulis dengan satu kata kunci yang kuat: seketika itu juga. Simon dan Andreas meninggalkan jala. Yakobus dan Yohanes bahkan meninggalkan ayah mereka di perahu. Tidak ada dialog panjang, tidak ada negosiasi, tidak ada jaminan masa depan. Yang ada hanyalah kepercayaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus tidak menjanjikan kenyamanan. Ia berkata, \u201cAku akan menjadikan kamu penjala manusia.\u201d Dari menangkap ikan menjadi \u201cmenangkap\u201d hati manusia; dari mencari keuntungan menjadi menghadirkan kehidupan. Panggilan Yesus selalu mengubah arah hidup, bukan sekadar menambah aktivitas rohani.<\/p>\n\n\n\n<p>Injil ini mengingatkan kita: panggilan Tuhan sering datang di tengah rutinitas, bukan di luar kehidupan sehari-hari. Masalahnya bukan apakah Tuhan memanggil, tetapi apakah kita cukup berani untuk \u201cmelepaskan jala\u201d kita masing-masing\u2014apa pun yang selama ini memberi rasa aman namun menghalangi langkah mengikuti-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Poin Refleksi<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Di mana Tuhan sedang memanggilku hari ini?<\/li>\n\n\n\n<li>Dalam tugas, relasi, komunitas, atau justru dalam kesulitan hidup?<\/li>\n\n\n\n<li>Apa \u201cjala\u201d yang sulit aku lepaskan?<\/li>\n\n\n\n<li>Kenyamanan, ego, luka lama, ambisi, atau rasa takut akan masa depan?<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah aku mengikuti Yesus dengan setengah hati atau dengan kepercayaan penuh?<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Murid-murid dipanggil bukan untuk mengerti segalanya, tetapi untuk melangkah.<\/p>\n\n\n\n<p>Doa Penutup<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan Yesus,<\/p>\n\n\n\n<p>Engkau memanggil kami bukan karena kami sempurna,<\/p>\n\n\n\n<p>melainkan karena Engkau mengasihi.<\/p>\n\n\n\n<p>Berilah kami hati yang peka mendengar panggilan-Mu<\/p>\n\n\n\n<p>dan keberanian untuk melepaskan \u201cjala\u201d kami.<\/p>\n\n\n\n<p>Ajarlah kami percaya, melangkah,<\/p>\n\n\n\n<p>dan setia mengikuti Engkau setiap hari. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Markus 1:14\u201320 Rm Yusuf Dimas Caesario Salam Damai dalam Kristus Tuhan. Para saudara yang terkasih, Injil hari ini dibuka dengan situasi yang tidak ideal: Yohanes Pembaptis ditangkap. Secara manusiawi, ini saat yang tepat untuk menunda, menunggu, atau berhati-hati. Namun justru di saat itulah Yesus memulai pewartaan-Nya: \u201cWaktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat.\u201d Allah tidak menunggu keadaan sempurna untuk berkarya. Ia bekerja di tengah keterbatasan, bahkan krisis. Lalu Yesus berjalan di sepanjang Danau Galilea dan memanggil orang-orang yang sangat biasa:&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14223\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-14223","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14223","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14223"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14223\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14224,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14223\/revisions\/14224"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14223"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14223"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14223"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}