{"id":14284,"date":"2026-01-22T20:06:00","date_gmt":"2026-01-23T04:06:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14284"},"modified":"2026-01-22T20:06:00","modified_gmt":"2026-01-23T04:06:00","slug":"disiapkan-untuk-diselamatkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14284","title":{"rendered":"\u201cDISIAPKAN UNTUK DISELAMATKAN\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jumat, 23 Januari 2026<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Markus 3:13-19<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan Injil hari ini mengisahkan momen krusial ketika Yesus naik ke atas bukit dan memanggil mereka yang dikehendaki-Nya untuk menjadi Dua Belas Rasul. Momen bukan sekadar penunjukan administratif, melainkan menjadi peristiwa transformasi hidup dan spiritual bagi setiap murid, termasuk saya dan Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200b1. Disiapkan: Dipanggil ke Atas Bukit<\/p>\n\n\n\n<p>\u200bYesus memanggil mereka ke atas bukit, tempat yang sering melambangkan perjumpaan intim dengan Tuhan. Sebelum bekerja, murid-murid disiapkan secara mental dan spiritual. Menjadi murid Yesus dimulai dengan kesediaan untuk memisahkan diri dari keramaian dunia untuk mendengarkan suara-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200b2. Dipilih: Berdasarkan Kehendak-Nya<\/p>\n\n\n\n<p>\u200bPada ayat 13 dikatakan, &#8220;Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya.&#8221; Kita menjadi pengikut Kristus bukan karena kehebatan atau kelayakan kita, melainkan karena kehendak Tuhan sendiri. Kita dipilih secara personal dengan segala kelebihan dan kekurangan kita (seperti Petrus yang impulsif atau Simon orang Zelot yang radikal).<\/p>\n\n\n\n<p>\u200b3. Diutus: Membawa Terang ke Dunia<\/p>\n\n\n\n<p>\u200bTujuan utama mereka dipanggil adalah untuk diutus memberitakan Injil (ay. 14). Menjadi murid bukan untuk kenyamanan pribadi, melainkan untuk sebuah misi ilahi. Kita diutus ke dalam keluarga, pekerjaan, dan lingkungan kita untuk membawa pesan kasih dan kebenaran melalui rutinitas keseharian kita.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200b4. Diberkati: Dengan Kuasa dan Kehadiran<\/p>\n\n\n\n<p>\u200bYesus tidak mengutus mereka dengan tangan kosong. Mereka diberkati dengan kuasa untuk mengusir setan dan menyembuhkan (ay. 15). Berkat bagi seorang murid bukan selalu berupa materi, melainkan penyertaan Tuhan dan otoritas rohani untuk mengalahkan kegelapan di sekitar kita.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200b5. Diselamatkan: Identitas Baru dalam Kristus<\/p>\n\n\n\n<p>\u200bDalam daftar nama tersebut, Yesus memberikan nama baru (seperti Simon menjadi Petrus). Ini melambangkan bahwa mereka telah diselamatkan dan diubah identitasnya. Menjadi murid berarti meninggalkan hidup lama yang binasa dan mengenakan hidup baru yang memiliki kepastian keselamatan kekal.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>(RD Daniel Aji Kurniawan \u2013 Imam Diosesan Keuskupan Malang)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat, 23 Januari 2026 Markus 3:13-19 Bacaan Injil hari ini mengisahkan momen krusial ketika Yesus naik ke atas bukit dan memanggil mereka yang dikehendaki-Nya untuk menjadi Dua Belas Rasul. Momen bukan sekadar penunjukan administratif, melainkan menjadi peristiwa transformasi hidup dan spiritual bagi setiap murid, termasuk saya dan Anda. \u200b1. Disiapkan: Dipanggil ke Atas Bukit \u200bYesus memanggil mereka ke atas bukit, tempat yang sering melambangkan perjumpaan intim dengan Tuhan. Sebelum bekerja, murid-murid disiapkan secara mental dan spiritual. Menjadi murid Yesus dimulai&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14284\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-14284","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14284","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14284"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14284\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14285,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14284\/revisions\/14285"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14284"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14284"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14284"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}