{"id":14340,"date":"2026-02-03T17:29:00","date_gmt":"2026-02-04T01:29:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14340"},"modified":"2026-02-02T18:30:23","modified_gmt":"2026-02-03T02:30:23","slug":"ambil-bagian-dalam-karya-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14340","title":{"rendered":"Ambil bagian dalam karya Tuhan"},"content":{"rendered":"\n<p>RP Hugo Susdiytanto O.Carm<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Markus 6:1-6<\/p>\n\n\n\n<p>Rabu, 4 Februari 2026<\/p>\n\n\n\n<p>Kita sering mendengar&nbsp; peribahasa, &#8220;Jangan menilai buku dari sampulnya&#8221;, artinya jangan menilai kualitas, karakter, atau nilai sesuatu atau seseorang hanya dari penampilan luarnya saja, karena apa yang terlihat di luar belum tentu mencerminkan isi atau kebenaran sesungguhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Orang-orang Nazaret, tempat Yesus dibesarkan terjebak pada bungkus, asal-usul kemanusiaan Yesus. Mereka merasa sungguh-sungguh mengenal Yesus. Padahal sebenarnya, mereka hanya mengenal sebagaian kecil tentang Yesus. Mereka hanya mengenal orang tuanya, saudara-saudari atau kerabatnya. Perasaan yang berlebihan itu membuat mereka kecewa dan menolak Dia. Dengan penolakan tersebut mereka kehialangan banyak hal, misalnya Yesus tidak membuat mukjizat di tengah mereka. Bahkan Yesus heran dengan ketidakpercayaan mereka. Dalam Bahasa Jawa keadaan kehilangan tersebut diungkapkan dengan, &#8220;Mburu uceng kelangan deleg&#8221;,mengejar sesuatu yang kecil\/sepele, namun justru kehilangan sesuatu yang besar dan berharga.<\/p>\n\n\n\n<p>Misi Yesus di tengah orang -orang sekampung-Nya menghadapi tantangan. Kenyataan ini mengajarkan kepada kita bahwa mewartakan kabar keselamatan, warta Kerajaan Allah tidak mudah. Hal penting yang harus ada sebagai murid adalah kesetiaan dan ketekunan dalam menghadapi berbagai masalah. Selain masalah dari luar ada pula masalah dari dalam, misalnya di era digital, panggilan menjadi murid merupakan tantangan tersendiri. Mengapa? Karena orang -orang generasi sekarang sering kali menghindari tantangan dan menolak dengan susah payah. Sebaliknya, kemudahan dan kesenangan dipakai sebagai syarat dalam mencapai tujuan hidupnya. Padahal segala sesuatu yang bernilai biasanya menuntut kerja keras, daya juang, serta daya tahan untuk meraihnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, kita mesti mengarahkan diri kita kepada dasar iman kita, yakni misteri paskah [sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus]. Yesus adalah teladan dalam menderita. Jalan salib&nbsp; membuktikan kesetiaan kepada Bapa-Nya dan kecintaan-Nya kepada kita, manusia. Karenanya, mari kita tanggapi kasih-Nya yang besar itu dengan cara semakin memahami yang diajarkan-Nya supaya dapat mengamalkan dalam hidup dan kehidupan yang nyata.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RP Hugo Susdiytanto O.Carm Markus 6:1-6 Rabu, 4 Februari 2026 Kita sering mendengar&nbsp; peribahasa, &#8220;Jangan menilai buku dari sampulnya&#8221;, artinya jangan menilai kualitas, karakter, atau nilai sesuatu atau seseorang hanya dari penampilan luarnya saja, karena apa yang terlihat di luar belum tentu mencerminkan isi atau kebenaran sesungguhnya. Orang-orang Nazaret, tempat Yesus dibesarkan terjebak pada bungkus, asal-usul kemanusiaan Yesus. Mereka merasa sungguh-sungguh mengenal Yesus. Padahal sebenarnya, mereka hanya mengenal sebagaian kecil tentang Yesus. Mereka hanya mengenal orang tuanya, saudara-saudari atau kerabatnya&#8230;.<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14340\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-14340","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14340","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14340"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14340\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14341,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14340\/revisions\/14341"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}