{"id":14399,"date":"2026-02-13T17:47:00","date_gmt":"2026-02-14T01:47:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14399"},"modified":"2026-02-12T21:48:58","modified_gmt":"2026-02-13T05:48:58","slug":"sabtu-pekan-biasa-v","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14399","title":{"rendered":"Sabtu Pekan Biasa V"},"content":{"rendered":"\n<p>Rm. Gunawan Wibisono O.Carm<br>14 Februari 2026<br>1Raj 12: 26-32 + Mzm 106 + Mrk 8: 1-10<\/p>\n\n\n\n<p>Lectio<br>Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: &#8220;Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.&#8221; Murid-murid-Nya menjawab: &#8220;Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?&#8221; Yesus bertanya kepada mereka: &#8220;Berapa roti ada padamu?&#8221; Jawab mereka: &#8220;Tujuh.&#8221; Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.<\/p>\n\n\n\n<p>Meditatio<br>Dari tujuh roti berapa roti yang diberikan para murid untuk dibagikan? 7 x A = (4.000 x B) + 70. Inilah prakiraan rumusan pergandaan roti yang dikerjakan Yesus. A menyatakan dari ketujuh roti hendak dikalikan berapa, sehingga memenuhi kebutuhan semua orang yang hadir pada saat itu. B menyatakan rata-rata berapa orang mampu makan roti yang disajikan itu. Mereka orang-orang yang lapar. Mungkin cukup hanya satu biji, bahkan ada yang hanya separuh saja. 70 adalah 7 bakul sisa roti yang memang harus ditambahkan dalam jumlah pergandaan ketujuh roti itu.<br>Namun yang jelas \u2018Ia menjadikan segala-galanya baik\u2019, kalau kemarin yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata\u2019, hari ini yang lapar dijadikanNya kenyang. Demikian juga, karena belaskasihNya air dijadikanNya anggur, yang mati dihidupkan, yang berdosa si pejahat itu dijadikan penghuni surga, dan kita yang dahulu jauh dijadikanNya dekat dan beroleh selamat. Kiranya semua peristiwa itu menjadikan kita semakin percaya dan mengandalkan Dia dalm keseharian hidup kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Oratio<br>Ya Yesus Kristus, Engkau menjadikan segala-galanya baik adanya. Semoga karena kebaikan dan kasihMu itu, kami semakin berani mendekatkan diri hanya kepadaMu; dan kami pun siap berbagi kasih kepada sesame kami. Amin.<\/p>\n\n\n\n<p>Contemplatio<br>\u2018Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh\u2019.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rm. Gunawan Wibisono O.Carm14 Februari 20261Raj 12: 26-32 + Mzm 106 + Mrk 8: 1-10 LectioPada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: &#8220;Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.&#8221; Murid-murid-Nya menjawab:&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14399\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-14399","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14399","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14399"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14399\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14400,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14399\/revisions\/14400"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14399"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14399"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14399"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}