{"id":14579,"date":"2026-03-23T17:40:00","date_gmt":"2026-03-24T00:40:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14579"},"modified":"2026-03-22T22:41:55","modified_gmt":"2026-03-23T05:41:55","slug":"renungan-24-maret-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14579","title":{"rendered":"RENUNGAN: 24 MARET 2026"},"content":{"rendered":"\n<p>Rm. Ignasius Joko Purnomo<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Yohanes 8:21-30<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Injil hari ini, kita mendengar kata-kata Yesus yang tegas: \u201cAku pergi dan kamu akan mencari Aku\u2026 kamu akan mati dalam dosamu\u2026 jika kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia.\u201d Kata-kata ini mungkin terasa keras, tetapi sebenarnya merupakan ungkapan kasih Tuhan yang ingin menyelamatkan kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini kita merenungkan tiga hal penting: kesempatan yang terbatas, realitas dosa, dan pentingnya iman.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama: Kesempatan yang Terbatas: \u201cAku pergi dan kamu akan mencari Aku\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus mengingatkan bahwa akan ada saat di mana orang mencari Dia \u2013 tetapi sudah terlambat. Ini bukan karena Tuhan menjauh, tetapi karena manusia menunda. Sering kali kita berkata: \u201cNanti saja saya bertobat.\u201d atau \u201cNanti kalau sudah siap.\u201d Namun Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita: waktu rahmat itu terbatas. Agustinus dari Hippo pernah berkata: \u201cTakutlah akan Yesus yang lewat.\u201d Artinya, Yesus hadir dalam hidup kita \u2013 melalui Sabda, kesempatan bertobat, pengalaman hidup. Tetapi jika kita tidak menanggapi, kita bisa kehilangan saat rahmat itu. Saudara-saudari, Prapaskah adalah saat Tuhan \u201clewat\u201d dalam hidup kita. Pertanyaan bagi kita: \u201cApakah kita akan membiarkan Dia lewat begitu saja?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua: Realitas Dosa: \u201cKamu akan mati dalam dosamu\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus berbicara tentang kenyataan yang serius: dosa bisa membawa kematian rohani. Sering kali kita meremehkan dosa: \u201cIni hal kecil.\u201d Atau \u201cSemua orang juga melakukannya.\u201d Tetapi dosa yang dibiarkan bisa: mengeraskan hati, menjauhkan kita dari Tuhan, dan akhirnya membuat kita tidak lagi peka. Alfonsus Maria de Liguori mengingatkan: \u201cAllah selalu siap mengampuni, tetapi tidak selalu manusia siap bertobat.\u201d Masalahnya bukan pada Tuhan, sebab Tuhan selalu mengampuni.<br>Masalahnya adalah hati kita yang menunda dan menutup diri. Dan Yohanes Krisostomus berkata dengan sangat tajam: \u201cTidak ada yang lebih dingin daripada seorang Kristen yang tidak peduli akan keselamatannya sendiri.\u201d Inilah bahaya terbesar: bukan hanya berdosa, tetapi tidak lagi merasa perlu bertobat. Saudara-saudari, Prapaskah adalah saat untuk jujur: Dosa apa yang masih kita pelihara? Apa yang harus kita tinggalkan sekarang juga?<\/p>\n\n\n\n<p>Ketiga: Iman sebagai Kunci: \u201cJika kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus menegaskan bahwa keselamatan datang melalui iman kepada-Nya. Bukan sekadar percaya secara teori, tetapi percaya dengan hidup: mempercayakan diri kepada-Nya, mengikuti kehendak-Nya, dan mengubah hidup kita.&nbsp; Iman bukan hanya di mulut, tetapi harus nyata dalam tindakan. Tanpa iman yang hidup, kita bisa: rajin ke gereja, tahu ajaran, tetapi hati tetap jauh dari Tuhan. Yesus mengundang kita hari ini untuk percaya bahwa Dia adalah Penyelamat, dan membiarkan iman itu mengubah hidup kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Penutup<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudari terkasih,<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini kita diingatkan oleh Tuhan dan para orang kudus: jangan menunda, karena seperti kata Santo Agustinus, kita harus waspada akan Tuhan yang \u201clewat\u201d; dan&nbsp; jangan meremehkan dosa, karena seperti diingatkan Santo Alfonsus, bukan Tuhan yang berhenti mengampuni, tetapi kita yang berhenti bertobat; serta jangan menjadi dingin, karena seperti kata Santo Yohanes Krisostomus, tidak ada yang lebih menyedihkan daripada orang yang tidak peduli akan keselamatannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka marilah kita bertanya dalam hati: Apakah aku akan bertobat sekarang, atau menunggu sampai terlambat? Apakah aku sungguh meninggalkan dosaku?<br>Apakah aku benar-benar percaya kepada Yesus? Semoga Tuhan memberi kita rahmat untuk bertobat tanpa menunda, beriman dengan sungguh, dan hidup baru di dalam Dia.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga Tuhan memberkati kita semua.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rm. Ignasius Joko Purnomo Yohanes 8:21-30 Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, Dalam Injil hari ini, kita mendengar kata-kata Yesus yang tegas: \u201cAku pergi dan kamu akan mencari Aku\u2026 kamu akan mati dalam dosamu\u2026 jika kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia.\u201d Kata-kata ini mungkin terasa keras, tetapi sebenarnya merupakan ungkapan kasih Tuhan yang ingin menyelamatkan kita. Hari ini kita merenungkan tiga hal penting: kesempatan yang terbatas, realitas dosa, dan pentingnya iman. Pertama: Kesempatan yang Terbatas: \u201cAku pergi dan kamu akan mencari Aku\u201d&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14579\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-14579","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14579","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14579"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14579\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14580,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14579\/revisions\/14580"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14579"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14579"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14579"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}