{"id":14741,"date":"2026-04-27T16:58:00","date_gmt":"2026-04-27T23:58:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14741"},"modified":"2026-04-26T20:59:11","modified_gmt":"2026-04-27T03:59:11","slug":"renungan-28-april-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14741","title":{"rendered":"RENUNGAN 28 APRIL 2026"},"content":{"rendered":"\n<p>Rm. Ignasius Joko Purnomo<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Yohanes 10:22-30<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasa perlu untuk \u201cdiakui\u201d dan \u201cdimengerti.\u201d Betapa bahagianya ketika ada seseorang yang sungguh mengenal kita, bukan hanya di permukaan, tetapi sampai ke dalam hati kita. Sebaliknya, kita juga bisa merasa kesepian, bahkan di tengah banyak orang, ketika tidak ada yang benar-benar memahami siapa diri kita. Pengalaman ini menunjukkan bahwa setiap manusia merindukan relasi yang mendalam, relasi yang tulus, relasi yang penuh pengenalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini melalui Injil, kita diajak untuk menyadari bahwa kerinduan terdalam itu sebenarnya telah dijawab oleh Tuhan sendiri. Yesus hadir bukan sekadar sebagai Guru atau Tokoh yang jauh, tetapi sebagai Pribadi yang mengenal kita secara utuh dan mencintai kita sepenuhnya.&nbsp; Yesus mengatakan sesuatu yang sangat dalam dan menghibur: \u201cAku mengenal mereka.\u201d Kalimat ini sederhana, tetapi jika kita renungkan sungguh-sungguh, ia menyentuh inti relasi kita dengan Tuhan. Yesus tidak berkata: \u201cAku tahu tentang mereka,\u201d tetapi \u201cAku mengenal mereka.\u201d Ada perbedaan besar antara tahu tentang dan mengenal. Kita mungkin tahu banyak hal tentang seseorang: namanya, pekerjaannya, bahkan kebiasaannya. Tetapi mengenal berarti masuk dalam relasi yang hidup: mengetahui isi hati, pergumulan, harapan, bahkan luka-luka yang tersembunyi.<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus mengenal kita: Ia tahu nama kita, Ia tahu sejarah hidup kita, Ia tahu air mata yang tidak pernah kita ceritakan kepada siapa pun, Ia tahu doa-doa yang bahkan tidak mampu kita ucapkan dengan kata-kata. Tidak ada bagian hidup kita yang tersembunyi bagi-Nya. Bahkan, seperti dikatakan oleh Santo Agustinus: \u201cEngkau lebih dekat kepadaku daripada diriku sendiri.\u201d Artinya, Tuhan mengenal kita bukan dari jauh, tetapi dari dalam hati kita sendiri. Saudara-saudari, ini adalah kabar baik bagi kita: Yesus mengenal semuanya, dan tetap mengasihi kita.Saudara-saudari, ini adalah kabar baik bagi kita, Yesus mengenal semuanya, dan tetap mengasihi kita. Inilah keindahan iman kita: Tuhan tidak mencintai kita karena kita sempurna, tetapi Ia mencintai kita meskipun Ia tahu kita tidak sempurna. Sering kali kita berpikir: \u201cKalau aku lebih baik, Tuhan akan lebih mengasihiku. Kalau aku tidak jatuh dalam dosa, baru aku layak di hadapan-Nya.\u201d &nbsp;Tetapi Injil berkata sebaliknya. Yesus mengenal kita apa adanya; bahkan bagian diri kita yang paling gelap, dan tetap berkata: \u201cEngkau milik-Ku.\u201d Ini mengingatkan kita bahwa kasih Tuhan bukan hasil usaha kita, melainkan anugerah.<\/p>\n\n\n\n<p>Saduara- saudari terkasih. Jika Yesus mengenal kita, maka kita juga dipanggil untuk mengenal Dia. Iman kita bukan sekadar: mengikuti aturan, datang ke gereja, dan menjalankan kewajiban. Iman adalah relasi pribadi. Pertanyaannya: \u201cApakah kita mengenal Yesus, atau hanya tahu tentang Dia? Apakah kita berbicara dengan-Nya dalam doa, atau hanya mengucapkan kata-kata? Apakah kita mendengarkan suara-Nya, atau hanya sibuk dengan suara dunia?\u201d Mengenal Tuhan berarti: meluangkan waktu untuk doa pribadi, membaca dan merenungkan Kitab Suci, dan membuka hati dalam keheningan Di situlah kita mulai mengenal suara Sang Gembala.<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudari terkasih, Hari ini Yesus mengundang kita semua untuk: percaya bahwa kita dikasihi, berani membuka hati, untuk membangun relasi yang lebih dalam dengan-Nya. Semoga kita tidak hanya menjadi orang yang \u201ctahu tentang Tuhan,\u201d tetapi sungguh &nbsp;menjadi domba yang dikenal, dikasihi, dan hidup dalam relasi dengan Sang Gembala.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga Tuhan memberkati kita semua.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rm. Ignasius Joko Purnomo Yohanes 10:22-30 Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasa perlu untuk \u201cdiakui\u201d dan \u201cdimengerti.\u201d Betapa bahagianya ketika ada seseorang yang sungguh mengenal kita, bukan hanya di permukaan, tetapi sampai ke dalam hati kita. Sebaliknya, kita juga bisa merasa kesepian, bahkan di tengah banyak orang, ketika tidak ada yang benar-benar memahami siapa diri kita. Pengalaman ini menunjukkan bahwa setiap manusia merindukan relasi yang mendalam, relasi yang tulus, relasi yang penuh pengenalan. Hari ini melalui&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=14741\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-14741","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14741","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14741"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14741\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14742,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14741\/revisions\/14742"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14741"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14741"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14741"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}