{"id":15155,"date":"2026-08-04T21:18:44","date_gmt":"2026-08-05T04:18:44","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=15155"},"modified":"2026-08-04T21:18:44","modified_gmt":"2026-08-05T04:18:44","slug":"tuhan-pilihan-pertama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=15155","title":{"rendered":"Tuhan pilihan pertama"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">RP Hugo Susdiyanto O.Carm<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mat 15:21-28<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rabu, 5 Agustus 2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada ungkapan bijak, \u201ciman tidak menyelesaikan masalah, tetapi iman membantu orang yang mempunyainya menemukan jalan keluar masalahnya\u201d. Ungkapan bijak ini berlaku untuk perempuan Kanaan ini. Di mata orang Israel, orang Kanaan tidak selamat. Namun nabi Mikha mengingatkan, siapa pun yang datang dengan rendah hati, Tuhan tidak akan menolak [Mi 6:8]. Bangsa kafir yang datang dengan rendah hati, tidak akan dibuang. Tetapi orang Israel, bangsa pilihan Tuhan, jika berlaku sombong dan angkuh, Tuhan akan menolak mereka. Siapa angkuh, Tuhan buang, siapa rendah hati, Tuhan akan ampuni dan dengarkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perempuan Kanaan ini sungguh luar biasa. Demi kesembuhan anaknya, ia melakukan hal yang tidak biasa. Ia menerobos sekat keselamatan dan berseru, &#8220;Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud! Anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.&#8221; [Mat 15:22]. Sebutan \u201cAnak Daud\u201d menunjuk kepada keilahian Yesus. Dengan sebutan tersebut perempuan Kanaan itu memahami siapa Yesus. Pemahaman perempuan Kanaan itu semakin dalam ketika ia berseru, &#8220;Tuhan, tolonglah aku.&#8221; [Mat 15:25]. Seruan \u201cTuhan\u201d artinya, yang punya kuasa. Namun Yesus menanggapi dengan seruan yang terdengar keras, &#8220;Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.&#8221; [Mat 15:26]. Sungguh luar biasa! Sebab tanggapan Yesus tidak menyurutkan niatnya, sebaliknya ia menanggapi dengan sangat sopan, &#8220;Benar Tuhan. Namun, anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.&#8221; [Mat 15:27]. Ungkapan ini mengajarkan kepada kita bahwa iman tidak menuntut, melainkan berharap [remah-remah yang jatuh]. Dengan kata lain, iman harapan dan kasih merupakan satu kesatuan yang utuh, yang ada dalam diri perempuan Kanaan. Itulah sebabnya, Yesus menegaskan, &#8220;Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.&#8221; [Mat 15:28]. Iman, harapan dan kasih perempuan Kanaan itu berbuah kesembuhan anaknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perempuan Kanaan mengajar kita tentang iman, harap dankasih kepada Tuhan. Dengan kata lain, perempuan Kanaan itu menempatkan Tuhan pada pilihan pertama, dan bukan yang terakhir. Banyak orang menempatkan Tuhan pada pilihan terakhir. Artinya ketika semua jalan buntu, baru datang kepada Tuhan. Semoga dalam hidup dan kehidupan ini, kita juga menempatkan Tuhan pada pilihan pertama, dan bukan yang terakhir.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RP Hugo Susdiyanto O.Carm Mat 15:21-28 Rabu, 5 Agustus 2026 Ada ungkapan bijak, \u201ciman tidak menyelesaikan masalah, tetapi iman membantu orang yang mempunyainya menemukan jalan keluar masalahnya\u201d. Ungkapan bijak ini berlaku untuk perempuan Kanaan ini. Di mata orang Israel, orang Kanaan tidak selamat. Namun nabi Mikha mengingatkan, siapa pun yang datang dengan rendah hati, Tuhan tidak akan menolak [Mi 6:8]. Bangsa kafir yang datang dengan rendah hati, tidak akan dibuang. Tetapi orang Israel, bangsa pilihan Tuhan, jika berlaku sombong dan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=15155\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-15155","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15155","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15155"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15155\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15156,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15155\/revisions\/15156"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15155"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15155"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15155"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}