{"id":15352,"date":"2026-09-22T16:27:00","date_gmt":"2026-09-22T23:27:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=15352"},"modified":"2026-09-21T21:28:21","modified_gmt":"2026-09-22T04:28:21","slug":"mengandalkan-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=15352","title":{"rendered":"Mengandalkan Allah"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">RP Hugo Susdiyanto O.Carm<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lukas 9:1-6<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pw St.Pius dr Pietrelcina<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada ungkapan filosofi Jawa, <em>&#8220;Ngluruk tanp<\/em><em>a<\/em> <em>b<\/em><em>a<\/em><em>l<\/em><em>a<\/em><em>, menang tanp<\/em><em>a<\/em> <em>ngasorake&#8221;<\/em> berarti berjuang menghadapi musuh tanpa mengerahkan pasukan besar, meraih kemenangan tanpa mempermalukan pihak lain. Ungkapan tersebut kiranya selaras dengan semangat perutusan yang diberikan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bekal seorang murid adalah tenaga dan kuasa Allah. Pada jaman kita, tenaga dan kuasa Allah itu adalah rahmat dan martabat Baptisan. Dengan dibaptis, kita diurapi Allah sebagai imam, nabi dan raja; dengan dibaptis kita ambil bagian dalam tri tugas Kristus dalam pengudusan [imam], pewartaan [nabi] dan penggembalaan [raja]. Kita diundang untuk menghidupi, menghayati martabat baptisan tersebut. Larangan membawa tongkat, tas, roti, uang, atau baju ganti lebih mengungkapkan seorang murid hendaknya percaya pada penyelenggaraan ilahi, sebagaimana difirmankan, \u201cseorang pekerja patut mendapat upahnya\u201d [Mat 10:10].<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pesan pokok perutusan para murid dari dahulu sampai sekarang adalah mewartakan damai. Kebenaran ini tampak peristiwa pemberian tenaga dan kuasa kepada para murid adalah untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Damai tercipta ketika manusia bebas dari pengaruh kuasa setan dan sakit penyakit. Sebuah penerimaan utusan mendandakan bahwa damai sudah ada di tempat itu. Sementara penolakan merupakan tanda bahwa damai belum ada di tempat itu. Karenanya mengebaskan debu dari kaki bukan tanda ancaman atau hukuman, melainkan sebagai peringatan tanggung jawab moral bagi pendengar, sekaligus mengajar murid agar tidak membawa beban atau kepahitan masa lalu. Artinya seolah-olah belum pernah sampai ke tempat tersebut, sehingga pada kesempatan lain bisa didatangi lagi. Selain itu, makna mengebaskan debu tidak menimbulkan trauma ketika menuju ke tempat pelayanan baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui warta hari ini, Tuhan mengajak kita untuk senantiasa mengandalkan Dia dalam setiap langkah hidup kita, dalam setiap tugas yang dipercayakan kita.&nbsp; Sikap dan semangat kesederhaan, kerendahan hati, dan cinta kasih akan sangat membantu mengandalkan Tuhan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RP Hugo Susdiyanto O.Carm Lukas 9:1-6 Pw St.Pius dr Pietrelcina Ada ungkapan filosofi Jawa, &#8220;Ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake&#8221; berarti berjuang menghadapi musuh tanpa mengerahkan pasukan besar, meraih kemenangan tanpa mempermalukan pihak lain. Ungkapan tersebut kiranya selaras dengan semangat perutusan yang diberikan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya. Bekal seorang murid adalah tenaga dan kuasa Allah. Pada jaman kita, tenaga dan kuasa Allah itu adalah rahmat dan martabat Baptisan. Dengan dibaptis, kita diurapi Allah sebagai imam, nabi dan raja; dengan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=15352\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-15352","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15352","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=15352"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15352\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15353,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/15352\/revisions\/15353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=15352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=15352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=15352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}