{"id":3254,"date":"2014-11-11T21:32:42","date_gmt":"2014-11-12T05:32:42","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=3254"},"modified":"2014-11-11T21:32:42","modified_gmt":"2014-11-12T05:32:42","slug":"orang-yang-penuh-terima-kasih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=3254","title":{"rendered":"Orang  yang penuh terima kasih"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"pinImage aligncenter\" style=\"height: 289px; width: 279px;\" src=\"http:\/\/media-cache-ec0.pinimg.com\/736x\/f2\/2b\/9c\/f22b9c8762fe065ba63358cde1456904.jpg\" alt=\"Giving free #printable\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Bacaan Luk 17:11-19<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u00a0Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: &#8220;Yesus, Guru, kasihanilah kami!&#8221; Lalu Ia memandang mereka dan berkata: &#8220;Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.&#8221; Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: &#8220;Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?&#8221;\u00a0 Lalu Ia berkata kepada orang itu: &#8220;Berdirilah dan pergilah, imanmu\u00a0 menyelamatkan engkau.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Tak banyak orang Samaria yang tersisa sekarang ini, di tahun 2012 kemungkinan besar hanya ada sekitar 700 keluarga. Sebagian besar dari mereka tinggal di daerah Tepi Barat wilayah Palestina, di kota Nablus, 35 Km utara Yerusalem. Kelompok ini tak termasuk orang Yahudi atau orang Palestina. Meski orang Samaria mengaku keturunan dari suku Ephraim dan Manasye, orang Yahudi tak mengakui mereka sebagai bagian dari kelompoknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Ada perbedaan yang cukup besar antara orang Yahudi dan Samaria dalam soal ibadah. Orang Samaria tak pernah mau beribadah di sinagoga Yerusalem, karena tempat ibadah mereka yang utama ada di gunung Gerazim di kota Nablus. Kitab suci mereka juga tidak semua sama seperti orang Yahudi. Karena perbedaan inilah, orang Samaria dihindari dan dimusihi oleh orang Yahudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sebagai kelompok minoritas, orang Samaria sering kali mendapat cap buruk, dianggap lebih rendah dari kelompok mayoritas. Dengan mudah kita bisa membandingkan dengan relasi antar kelompok etnis dan agama di Indonesia. Kelompok mayoritas akan merasa lebih superior dan menang sendiri, merendahkan minoritas, dan menganggap dirinya lebih benar. Demikian pula relasi antara orang Samaria dan orang Yahudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Yesus sangat terkejut ketika melihat orang Samaria saja yang kembali kepadaNya. Padahal ada 10 orang yang disembuhkan, 9 diantaranya orang Yahudi. Kesembilan orang ini adalah bagian dari kelompok mayoritas, superior, dan mungkin merasa sudah semestinya mereka disembuhkan oleh Yesus yang juga seorang Yahudi. Mereka menyikapi mukjijat penyembuhan itu sebagai peristiwa biasa, &#8220;take it for granted&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Itulah yang sering terjadi, di saat orang berada di bawah dan merasa kecil, orang baru bisa mengucap terima kasih atas rahmat sekecil apapun yang diterima. Namun saat kita selalu merasa kuat dan berkecukupan, kita akan sulit berterima kasih atas rahmat yang diberikan Allah setiap hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Semoga setiap hari kita bisa menghitung tebaran rahmat yang diberikan Allah secara cuma-cuma, sehingga kita bisa berbagi pula pada sesama lebih banyak lagi.<\/p>\n<div style=\"position:absolute;filter:alpha(opacity=0);opacity:0.001;z-index:10;display:none\"><a href=\"http:\/\/smfac.org.mx\/empresas\/\">72-10 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/www.lastdayhere.com\/\">midnight navy 5s<\/a> <a href=\"http:\/\/imprint180.com\/events\/\">low bred 13s<\/a> <a href=\"http:\/\/imprint180.com\/events\/\">jordan 13 low bred<\/a> <a href=\"http:\/\/www.pearsonexcavating.com\">jordan 11 low bred<\/a> <a href=\"http:\/\/smokehousebbqbarandgrillmaui.com\/happenings\/\">jordan 13 low bred<\/a> <a href=\"http:\/\/arideocean.com\/portfolio.php\/\">jordan 5 space jam<\/a> <a href=\"http:\/\/www.grassrootsnetroots.org\/\">low bred 13s<\/a> <a href=\"http:\/\/fylesbrothers.com\/fyles-brothers-history\">jordan 5 midnight navy<\/a> <a href=\"http:\/\/servingkidshope.org\/sponsors\/\">jordan 13 low bred<\/a> <a href=\"http:\/\/www.yoursantorini.com\">jordan 11 72-10<\/a> <a href=\"http:\/\/www.advactec.com\">low bred 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/detayfuarcilik.com\/kongre\/\">jordan 11 72-10<\/a> <a href=\"http:\/\/arideocean.com\/portfolio.php\">space Jam 5s<\/a> <a href=\"http:\/\/hingedigital.com\/work\/\">playoffs 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/emmylou.net\/mk1.html\">jordan 11 72-10<\/a> <a href=\"http:\/\/lopezappraisal.com\/\">jordan 7 hare<\/a> <a href=\"http:\/\/dentonrugby.com\">jordan 11 72-10<\/a> <a href=\"http:\/\/emmylou.net\/spyboy.html\">jordan 11 72-10<\/a> <a href=\"http:\/\/www.vinegaroonmoon.com\">jordan 11 low bred<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan Luk 17:11-19 \u00a0Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: &#8220;Yesus, Guru, kasihanilah kami!&#8221; Lalu Ia memandang mereka dan berkata: &#8220;Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.&#8221; Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=3254\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-3254","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3254","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3254"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3254\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3255,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3254\/revisions\/3255"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3254"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3254"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3254"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}