{"id":3546,"date":"2014-12-29T17:07:12","date_gmt":"2014-12-30T01:07:12","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=3546"},"modified":"2014-12-29T17:07:12","modified_gmt":"2014-12-30T01:07:12","slug":"melihat-cahaya-dari-terang-yang-benar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=3546","title":{"rendered":"Melihat cahaya dari terang yang benar"},"content":{"rendered":"<p>1 Yoh 2:3-11<br \/>\nMazmur 96<br \/>\nLuk 2:22-35<\/p>\n<p>Kalau anda menonton televisi di Indonesia beberapa hari terakhir ini, ada suatu fenomena menarik. Tanggal 25 semua saluran menggembar-gemborkan perayaan natal dengan acara musik, laporan dari gereja-gereja, ucapan selamat dari pejabat, selebritis, dan tokoh agama. Kebahagiaan dan keceriaan memenuhi suasana hari itu. Tetapi keesokan harinya semua saluran penuh dengan peringatan 10 tahun tsunami di Aceh. Gambar-gambar dan rekaman video dari hari yang tragis itu diputar berulang-ulang. Wajah anak yang bingung kehilangan orang tuanya, seorang ibu yang menjerit mencari anaknya, dan teriakan panik orang melihat air bah datang memenuhi layar televisi. Dan sekarang, hanya 3 hari sesudah Natal, kita kembali dikejutkan dengan sebuah tragedi, hilangnya pesawat Air Asia jurusan Surabaya-Singapura.<\/p>\n<p>Natal identik dengan terang, cahaya. Surat pertama Yohanes dalam bacaan hari ini juga mengingatkan kita, bahwa dengan kedatangan Yesus, &#8220;kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya.&#8221; Tapi dengan keadaan dunia kita saat ini, sulit melihat bahwa terang sedang bercahaya. Terang perayaan Natal cuma terasa sehari sedangkan kegelapan menyelimuti dunia kita berhari-hari. Di manakah terang itu? Di mana Tuhan Yesus, sang juruselamat? Di mana kita bisa menemukannya?<\/p>\n<p>Kalau anda mengikuti pengertian orang Yahudi jaman itu, dan juga pengikut-pengikut Yesus yang pertama, cara mendapatkan keselamatan adalah dengan memenuhi hukum atau perintah-perintah. Karena itu Yohanes menulis surat ini untuk mereka. Perintah lama adalah firman yang sudah kita dengar. Perintah baru lebih merupakan cara hidup daripada daftar aturan. Hidup yang bagaimana? Tidak lain adalah hidup Yesus sendiri, hidup yang melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan. Ia pun melalui masa yang sangat gelap, sementara ditangkap dan disiksa, hampir semua sahabatnya lari meninggalkannya. Tapi di tengah semua kegelapan itu, terang dalam dirinya tidak pernah pudar. Tidak ada keinginannya membalas dendam atau mengumpat mereka yang menyakitinya. Terangnya adalah kesadaran bahwa apa yang dilakukannya adalah semata-mata karena cintanya bagi semua manusia. Terangnya adalah keyakinan tak tergoyahkan bahwa Sang Bapa selalu menyertainya dan mengasihinya.<\/p>\n<p>Jika itu sikap hidup Yesus di dunia, mampukah kita juga menjalaninya dalam hidup kita? Di dunia yang kadang diselumuti kegelapan ini mampukah kita menjaga terang dalam diri kita masing-masing, terang yang bersumber dari Kristus sendiri, sang Terang yang benar? Dalam menghadapi kegelapan ini hendaknya yang timbul bukan kebencian atau menyalahkan orang lain atau keputusasaan, melainkan keyakinan bahwa Tuhan selalu beserta kita saat kita memanggul salib kita dan akan mengantar kita ke kebangkitan bersama Kristus. Kita ingat kembali bacaan natal dari Injil Yohanes: &#8220;Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.&#8221; (Yoh 1:5)<\/p>\n<p>Saya mengajak anda para pembaca untuk menyempatkan diri berdoa untuk keselamatan para penumpang Air Asia yang hilang, ketabahan dan penghiburan bagi para kelurga dan sahabat mereka, dan kekuatan bagi semua yang terlibat dalam usaha pencarian. Semoga Tuhan selalu beserta mereka semua.<\/p>\n<div style=\"position:absolute;filter:alpha(opacity=0);opacity:0.001;z-index:10;display:none\"><a href=\"http:\/\/www.elerousa.com\/\">jordan 7 hare<\/a> <a href=\"http:\/\/theoneillco.com\">low bred 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/www.honorrollbjj.com\/contacts\">midnight navy 5s<\/a> <a href=\"http:\/\/www.emmylou.net\/br4.html\">jordan 11 72-10<\/a> <a href=\"http:\/\/emmylou.net\/mk1.html\">jordan 11 72-10<\/a> <a href=\"http:\/\/www.vinegaroonmoon.com\">low bred 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/emmylou.net\/sburke.html\">72-10 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/smfac.org.mx\/eventos\/\">jordan 11 72-10<\/a> <a href=\"http:\/\/gk-usa.org\/objectives\/\">72-10 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/fbinfluence.com\/proreplay\/\">jordan 11 72 10<\/a> <a href=\"http:\/\/www.dougbradleytrucking.com\/\">jordan 11 low bred<\/a> <a href=\"http:\/\/www.advactec.com\">jordan 11 low bred<\/a> <a href=\"http:\/\/www.digitaldinos.com\">low bred 13s<\/a> <a href=\"http:\/\/www.fastresponseonsite.com\/about-us\/\">jordan 5 cement tongue<\/a> <a href=\"http:\/\/dentonrugby.com\">72-10 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/arideocean.com\/portfolio.php\">space Jam 5s<\/a> <a href=\"http:\/\/www.yoursantorini.com\">72-10 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/www.kansaspaving.com\/\">jordan 7 hare<\/a> <a href=\"http:\/\/emmylou.net\/spyboy.html\">jordan 11 72-10<\/a> <a href=\"http:\/\/www.bpch.com.np\/carrier\">72-10 11s<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1 Yoh 2:3-11 Mazmur 96 Luk 2:22-35 Kalau anda menonton televisi di Indonesia beberapa hari terakhir ini, ada suatu fenomena menarik. Tanggal 25 semua saluran menggembar-gemborkan perayaan natal dengan acara musik, laporan dari gereja-gereja, ucapan selamat dari pejabat, selebritis, dan tokoh agama. Kebahagiaan dan keceriaan memenuhi suasana hari itu. Tetapi keesokan harinya semua saluran penuh dengan peringatan 10 tahun tsunami di Aceh. Gambar-gambar dan rekaman video dari hari yang tragis itu diputar berulang-ulang. Wajah anak yang bingung kehilangan orang tuanya,&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=3546\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-3546","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3546","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3546"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3546\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3548,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3546\/revisions\/3548"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3546"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3546"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3546"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}