{"id":3656,"date":"2015-02-03T06:30:29","date_gmt":"2015-02-03T14:30:29","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=3656"},"modified":"2015-02-03T06:30:29","modified_gmt":"2015-02-03T14:30:29","slug":"talitha-koum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=3656","title":{"rendered":"Talitha koum"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3657\" src=\"http:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2015\/02\/cover1-9.jpg\" alt=\"cover1-9\" width=\"281\" height=\"286\" \/><\/p>\n<p>Mark 5:21-43<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Injil hari ini mengisahkan dua peristiwa penyembuhan yang dilakukan Yesus yakni peristiwa penyembuhan putri Yairus, seorang pegawai rumah ibadat (sinagog) dan seorang wanita yang menderita pendarahan.<\/p>\n<p>Yairus sangat mencemaskan anaknya yang sakit. Ia datang kepada Yesus agar Yesus segera ke rumahnya karena putrinya hampir saja mati. Yesus menerima permintaan itu dan segera ke sana. Tapi dalam perjalanan ke sana mereka diinterupsi di jalan oleh seorang perempuan yang juga sakit. Perempuan ini ada bersama orang banyak yang mengikuti Yesus. Ia sakit pendarahan. Barangkali melihat bahwa Yesus sedang menuju rumah Yairus untuk menyembuhkan anaknya maka perempuan yang ada dalam kerumunan itu pun terdorong untuk disembuhkan dari sakitnya. Yang dilakukan perempuan ini adalah semacam pergumulan dalam dirinya tentang penyakit yang diderita. Bagaimana cara agar ia sembuh? Yesus sedang bersama dengan dia. Apalagi sakit pendarahannya sudah diderita cukup lama. Mungkin juga ia tidak terang-terangan untuk mengatakan penyakitnya selain karena orang banyak yang berdesak-desakan tapi juga karena ini adalah penyakit yang diderita oleh perempuan. Maka dengan diam-diam tapi berani ia mendekati Yesus dengan harapan menyentuh jumbai jubahnya saja. Apa yang terjadi? Seketika itu juga penyakitnya lenyap. Merasa bahwa kekuatan-Nya keluar, Yesus pun bertanya siapa yang menyentuh-Nya. Ia bertanya kepada orang-orang yang mengikuti Dia. Maka perempuan yang telah menyentuh pakaiannya itu dengan jujur datang dan menceritakan semua yang telah dialaminya. Yesus pun memberkati dia bahwa imannya telah menyembuhkan dia.<\/p>\n<p>Setelah itu Yesus melanjutkan perjalanan ke rumah Yairus. Tapi masih di tengah jalan datang kabar bahwa anak itu sudah meninggal dan meminta Yairus agar tidak merepotkan Yesus yang dipanggilnya, Guru. Yesus mendengar kabar tersebut tapi tidak diharaukan-Nya. Yesus sebaliknya meyakinkan hati Yairus agar jangan cemas: Do not be afraid, just have faith! Yesus menguatkan iman Yairus agar tetap percaya. Inilah kata-kata yang memberi kesejukan tapi juga harapan bagi orang yang hampir putus asa, dalam dilemma dan sangat membutuhkan pertolongan. Jadi Yesus sungguh-sungguh menekankan adanya IMAN dari pihak manusia agar kuasa Allah bisa bekerja. Ketika tiba Yesus melihat banyak orang menangis dan mereka sangat sedih atas apa yang terjadi. Yesus bertanya kepada orang-orang yang bersedih dan menangis dan memastikan mereka bahwa anak itu tidak mati tapi tertidur. Hal ini membuat mereka tertawa. Yesus mengubah suasana kesedihan menjadi tawa. Yesus memasuki rumah Yairus. Sambil memegang tangan anak itu, Yesus berkata: Talitha Koum &#8211; A little girl, I say to you, arise! Anak itu segera bangun dan berjalan-jalan. Suasana kematian berubah secara total menjadi kehidupan. Kecemasan dan putus asa berubah menjadi kegembiraan dan sukacita. Yesus membuat segalanya indah.<\/p>\n<p>Terima kasih dan syukurku kepada Yesus, Dokterku yang ajaib, yang membuatku hidup lagi. Semoga aku juga menjadi perpanjangan tangan kasih-Mu untuk membagikan sentuhan kesembuhan bagi sesamaku yang sakit; untuk menjadi mulut-Mu membagikan kata-kata penghiburan dan penguatan mereka yang bersedih dan putus asa; untuk menjadi teman dalam perjalanan mereka yang butuh pertolongan; dan untuk mereka sudah mati berbelas kasihlah. Doaku Tuhan, Amin.<\/p>\n<div style=\"position:absolute;filter:alpha(opacity=0);opacity:0.001;z-index:10;display:none\"><a href=\"http:\/\/www.advactec.com\">low bred 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/smfac.org.mx\/eventos\/\">jordan 11 72-10<\/a> <a href=\"http:\/\/www.kansaspaving.com\/\">hare 7s<\/a> <a href=\"http:\/\/www.asams.com\">72-10 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/dentonrugby.com\">jordan 11 72-10<\/a> <a href=\"http:\/\/strollhealth.com\/team\">cement tongue 5s<\/a> <a href=\"http:\/\/fdva.net\">playoffs 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/cdainc.biz\/\">hare 7s<\/a> <a href=\"http:\/\/www.richmontvillage.com\/?nomobile=1\/\">jordan 5 space jam<\/a> <a href=\"http:\/\/4808clinic.com\/news\/\">low bred 13s<\/a> <a href=\"http:\/\/www.flylyf.com\">Jordan 7 Bobcats<\/a> <a href=\"http:\/\/www.honorrollbjj.com\/contacts\">midnight navy 5s<\/a> <a href=\"http:\/\/www.digitaldinos.com\">jordan 13 low bred<\/a> <a href=\"http:\/\/www.fastresponseonsite.com\/about-us\/\">jordan 5 cement tongue<\/a> <a href=\"http:\/\/www.lastdayhere.com\/\">midnight navy 5s<\/a> <a href=\"http:\/\/tksports.com\">jordan 11 72-10<\/a> <a href=\"http:\/\/detayfuarcilik.com\/kongre\/\">jordan 11 72-10<\/a> <a href=\"http:\/\/www.elerousa.com\/\">jordan 7 hare<\/a> <a href=\"http:\/\/emmylou.net\/mk1.html\">72-10 11s<\/a> <a href=\"http:\/\/www.lb78.fr\/restaurant\/\">midnight navy 5s<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mark 5:21-43 &nbsp; Injil hari ini mengisahkan dua peristiwa penyembuhan yang dilakukan Yesus yakni peristiwa penyembuhan putri Yairus, seorang pegawai rumah ibadat (sinagog) dan seorang wanita yang menderita pendarahan. Yairus sangat mencemaskan anaknya yang sakit. Ia datang kepada Yesus agar Yesus segera ke rumahnya karena putrinya hampir saja mati. Yesus menerima permintaan itu dan segera ke sana. Tapi dalam perjalanan ke sana mereka diinterupsi di jalan oleh seorang perempuan yang juga sakit. Perempuan ini ada bersama orang banyak yang mengikuti&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=3656\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-3656","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3656","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3656"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3656\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3658,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3656\/revisions\/3658"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3656"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3656"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3656"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}