{"id":4003,"date":"2015-05-11T12:13:23","date_gmt":"2015-05-11T19:13:23","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=4003"},"modified":"2015-05-11T12:13:23","modified_gmt":"2015-05-11T19:13:23","slug":"membaca-iman-lydia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4003","title":{"rendered":"Membaca Iman Lydia"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" id=\"irc_mi\" class=\"aligncenter\" style=\"margin-top: 0px;\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-kGgM4QBXjAo\/TdaN0p0NQ5I\/AAAAAAAAQHE\/p2BZsQrLd3E\/s1600\/lydia2.jpg\" alt=\"\" width=\"167\" height=\"245\" \/><\/p>\n<p>Bacaan : Acts 16:12-15<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.\u00a0 Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.\u00a0 Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: &#8220;Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku.&#8221;<\/p>\n<p>Mungkin sebuah kebetulan kalau saat menulis renungan ini, saya sedang menyelesaikan tulisan tentang kota Philippi yang ada di Yunani sekarang ini. Dalam perjalanannya ke Philippi tahun 50, Paulus bertemu seorang perempuan kaya, seorang pedagang kain ungu. Kain halus yang dipakai oleh para petinggi Roma dan kaum bangsawan. Tiba-tiba Lydia tergerak untuk mengikuti ajaran Paulus, dan meminta dibaptis oleh dia.<\/p>\n<p>Lydia adalah orang pertama yang di baptis Paulus di kawasan Eropa. Amat menarik kalau kita lihat bahwa dalam masyarakat yang menjunjung tinggi maskulinitas, Paulus malah menemukan seorang perempuan terhormat yang ingin mengikuti ajaran Kristus.<\/p>\n<p>Dalam perjalanan misi di kemudian hari, peran para perempuan ini amat penting. Lydia memberi tempat tinggal dan mendukung kerja Paulus di Philippi. Phoebe, seorang perempuan dari Efesus,\u00a0 membawa surat Paulus kepada umat di Roma. Masih ada beberapa perempuan lain yang turut menjadi misionaris bersama Paulus.<\/p>\n<p>Mari kita bandingkan kesetiaan iman para perempuan ini dengan data sekarang di USA. Tahun 2011, 56% perempuan katolik USA mengklaim tak akan berpindah agama. Tahun 2014, ada satu bayi dibaptis katolik dari setiap 5 bayi lahir di USA. Para ibu bayi paling menentukan kalau anaknya perlu dibaptis Katolik.<\/p>\n<p>Kisah Lydia memberi gambaran kalau sejak dulu peran perempuan dalam perkembangan misi Gereja amat besar: kemurahan hati, dukungan finansial dan hospitality, serta &#8220;nurturing&#8221; iman untuk diwariskan pada generasi baru menjadi pertanda bagaimana Gereja akan terus hidup dengan bantuan para wanita perkasa dalam Gereja.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan : Acts 16:12-15 Dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.\u00a0 Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.\u00a0 Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira,&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4003\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4003","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4003","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4003"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4003\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4004,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4003\/revisions\/4004"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4003"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4003"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4003"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}