{"id":4021,"date":"2015-05-17T13:51:24","date_gmt":"2015-05-17T20:51:24","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=4021"},"modified":"2015-05-17T13:51:24","modified_gmt":"2015-05-17T20:51:24","slug":"minggu-17-mei-2015","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4021","title":{"rendered":"Minggu, 17 Mei 2015"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Injil Yohanes hendak menegaskan bahwa kekuatan kegelapan yang jahat senantiasa hadir dan mengancam kesatuan hidup para murid yang berkumpul bersama dalam beribadat dan berbagi pengalaman iman akan kabar gembira yakni pengalaman iman bagaimana Allah menyelamatkan umat manusia. Satu-satunya jalan yang perlu para murid usahakan agar kesatuan umat beriman terjamin adalah dengan saling menopang, membantu dan berdoa bersama.<\/p>\n<p>Dalam petikan Injil hari Minggu Paskah ke tujuh tahun B ini kita mendapatkan penghiburan bahwa ternyata Yesus lebih dahulu mendoakan para murid sebelum para murid harus menerima kenyataan hidup beriman yang tidak bisa lepas dari konflik, perselisihan, kecemburuan, ketidaksetiaan, keinginan menyerang dan mengalahkan orang lain, yang sangat mengancam persatuan umat. Dalam petikan Injil tentang doa Yesus kelihatan sekali keprihatinan Yesus akan bahaya yang mengancam kesatuan para murid.<\/p>\n<p>Selain doa Yesus yang menyelamatkan kesatuan para murid, tentu saja bisa kita bayangkan dan ketahui bahwa para murid tidak hanya berdiam diri mengalami ancaman-ancaman yang mau menggagalkan rencana Allah. Para murid justru semakin giat dalam sikap solider satu dengan yang lain dan saling menguatkan dalam membagikan kabar gembira. Hal-hal itu bisa menjadi contoh bagi kita mengenai betapa mendesaknya keikutsertaan segenap umat untuk terlibat dalam doa-doa di lingkungan-lingkungan termasuk, pendalaman Kitab Suci. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kalau ada pendalaman iman, dimana kita mendapatkan masukkan mengenai makna petikan-petikan dari Kitab Suci dan saling berbagi kabar gembira hanya dihadiri oleh beberapa orang anggota umat lingkungan, namun kalau pesta Natal banyak umat yang datang.<\/p>\n<p>Demikian juga perselisihan dan kecemburuan karena orang memiliki kebutuhan psikologis menyerang dan mengalahkan yang lain dengan kehendak untuk menguasai orang lain atau umat, menjadi ancaman serius pada kesatuan umat Katolik di lingkungan dan paroki. Ada orang-orang yang belum bisa memaafkan mereka yang menyakiti hati dengan demikian masih menyimpan luka-luka batin yang membuat mereka menjadi marah atau sebaliknya bersikap apatis, tidak bersedia teribat bagi terciptanya persatuan umat beriman.<\/p>\n<p>Dengan DoaNya Yesus mengingatkan para murid termasuk kita untuk tidak memendam hal-hal yang negative seperti perselisihan, kecemburuan, ketidaksetiaan, kemarahan dan luka-luka batin. Kita diutus untuk menyebarkan kabar gembira. Marilah kita tanamkan kabar gembira itu pertama-tama kepada diri kita sendiri sehingga kita disembuhkan dari luka-luka batin yang merupakan ancaman serius pada persatuan umat beriman. Bahasa yang dipakai dalam petikan Injil hari ini adalah, \u201c\u2026 supaya mereka pun dikuduskan \u2026\u201d Kata dikuduskan ini adalah tindakan Yesus sendiri yang menyingkirkan kekuatan iblis yang mengancam kesatuan dan kedamaian hidup para muridNya.<\/p>\n<p>Marilah kita memberikan tempat dalam hati kita agar Kristus berkenan menguduskan kita dengan menyingkirkan kekuatan jahat yang hanya mendatangkan perpecahan yang menjadi ancaman serius paguyuban umat beriman.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Injil Yohanes hendak menegaskan bahwa kekuatan kegelapan yang jahat senantiasa hadir dan mengancam kesatuan hidup para murid yang berkumpul bersama dalam beribadat dan berbagi pengalaman iman akan kabar gembira yakni pengalaman iman bagaimana Allah menyelamatkan umat manusia. Satu-satunya jalan yang perlu para murid usahakan agar kesatuan umat beriman terjamin adalah dengan saling menopang, membantu dan berdoa bersama. Dalam petikan Injil hari Minggu Paskah ke tujuh tahun B ini kita mendapatkan penghiburan bahwa ternyata Yesus lebih dahulu mendoakan para murid&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4021\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4021","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4021"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4021\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4022,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4021\/revisions\/4022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}