{"id":4053,"date":"2015-06-01T07:59:18","date_gmt":"2015-06-01T14:59:18","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=4053"},"modified":"2015-06-01T08:02:34","modified_gmt":"2015-06-01T15:02:34","slug":"martir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4053","title":{"rendered":"Martir"},"content":{"rendered":"<p>Hari Raya Pesta Santo Yustinus Martir<\/p>\n<figure id=\"attachment_4056\" aria-describedby=\"caption-attachment-4056\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Justin-martyr-copy-3.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Justin-martyr-copy-3.jpg\" alt=\"St. Justin icon by Aidan Hart (http:\/\/aidanharticons.com)\" width=\"1000\" height=\"1362\" class=\"size-full wp-image-4056\" srcset=\"https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Justin-martyr-copy-3.jpg 1000w, https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Justin-martyr-copy-3-220x300.jpg 220w, https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Justin-martyr-copy-3-751x1024.jpg 751w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-4056\" class=\"wp-caption-text\">St. Justin icon by Aidan Hart (http:\/\/aidanharticons.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Tobit 1:3; 2:1A-8<br \/>\nMazmur 112<br \/>\nMarkus 12:1-12<\/p>\n<p>Martir adalah istilah dari bahasa Yunani yang berarti &#8220;saksi.&#8221; Kemudian, kata ini digunakan oleh umat Kristen awal untuk mereka yang rela mati demi mempertahankan iman Kristiani mereka, atau dengan kata lain mati karena kesaksian mereka akan Kristus. Hari ini kita memperingati salah satu martir gereja awal, Santo Yustinus.<\/p>\n<p>Yustinus hidup sekitar tahun 100 Masehi. Dia banyak menulis tentang kepercayaan Gereja awal, terutama dalam konteks untuk menjelaskan iman Gereja pada orang-orang Yahudi dan Romawi. Orang Yahudi menganggap sesat anggapan bahwa Yesus adalah mesias yang dijanjikan oleh para nabi. Orang Romawi memaksa orang Kristen untuk menyembah Kaisar dan para dewa. Karena menolak untuk melakukan hal ini, Yustinus dihukum mati oleh penguasa Romawi.<\/p>\n<p>Kisah dalam Injil Markus hari ini mengumpamakan seorang pemilik kebun anggur yang meminta hasil panen kepada para penggarap tanah. Tetapi semua utusan si pemilik, termasuk anaknya sendiri, mati dibunuh oleh para penggarap. Yesus menggunakan perumpamaan ini untuk melukiskan bagaimana para nabi datang pada bangsa Israel untuk membuat mereka bertobat, tetapi banyak dari mereka tidak didengarkan, dibuang, bahkan dibunuh. Pada akhirnya Sang Putra sendiri diutus ke dunia, tapi Ia pun dihukum mati di salib. Dan pada kenyataannya, setelah Yesus pun banyak lagi tokoh Gereja awal yang mati sebagai martir.<\/p>\n<p>Di masa sekarang, masih ada juga martir yang tewas karena keyakinan mereka akan Kristus: orang-orang Kristen di Timur Tengah yang dibunuh oleh ISIS, mereka yang dibunuh di Afrika oleh Boko Haram, bahkan di Indonesia sendiri masih terjadi pengejaran dan penganiayaan terhadap mereka yang mau mendirikan gereja. Kesaksian para martir adalah kekuatan yang menyokong Gereja Kristus di dunia. Semoga kisah mereka mampu menguatkan iman kita dan tekad kita untuk melayani Tuhan dan sesama secara lebih lagi, siap berkorban dengan segala cara. <\/p>\n<p>&#8220;Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya&#8221; (Yoh 15:13)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari Raya Pesta Santo Yustinus Martir Tobit 1:3; 2:1A-8 Mazmur 112 Markus 12:1-12 Martir adalah istilah dari bahasa Yunani yang berarti &#8220;saksi.&#8221; Kemudian, kata ini digunakan oleh umat Kristen awal untuk mereka yang rela mati demi mempertahankan iman Kristiani mereka, atau dengan kata lain mati karena kesaksian mereka akan Kristus. Hari ini kita memperingati salah satu martir gereja awal, Santo Yustinus. Yustinus hidup sekitar tahun 100 Masehi. Dia banyak menulis tentang kepercayaan Gereja awal, terutama dalam konteks untuk menjelaskan iman&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4053\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4053","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4053","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4053"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4053\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4058,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4053\/revisions\/4058"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}