{"id":4308,"date":"2015-08-04T00:08:02","date_gmt":"2015-08-04T07:08:02","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=4308"},"modified":"2015-08-03T19:11:01","modified_gmt":"2015-08-04T02:11:01","slug":"hitam-dan-putih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4308","title":{"rendered":"Hitam dan Putih"},"content":{"rendered":"<p>Bilangan 12:1-14<br \/>\nMazmur 51<br \/>\nMatius 14:22-36<\/p>\n<p>Hari Raya Peringatan St. Jean-Marie Vianney<\/p>\n<p>Kalau anda tinggal di Amerika Serikat, anda pasti tahu bahwa akhir-akhir ini salah satu topik yang panas adalah perlakuan polisi terhadap orang berkulit hitam. Mereka diperlakukan dengan relatif lebih kasar dibandingkan dengan orang kulit putih, bahkan yang kasusnya sepele atau malahan sama sekali belum terbukti melakukan pelanggaran. Beberapa dari mereka sampai harus tewas karena kekerasan yang berlebihan dari polisi. Tapi tidak hanya polisi saja yang bisa disalahkan. Perkara rasial di Amerika begitu kentalnya, banyak orang yang mempunyai prasangka kalau orang hitam itu bodoh, malas, atau pelaku kriminal. Stereotype ini pun menyebar ke negara lain melalui film atau media, baik kita sadari atau tidak. Di kalangan orang Indonesia, saya sering mendengar kata-kata: &#8220;Kalau ke kota itu jangan pergi ke daerah tertentu, soalnya banyak orang itemnya.&#8221; Di Indonesia pun banyak beredar produk-produk untuk memutihkan kulit. Orang yang kulitnya lebih gelap biasanya main sebagai pembantu atau orang miskin di sinetron dan film, sementara bintang utama atau model TV dan majalah biasanya mereka yang kulitnya lebih putih. <\/p>\n<p>Dalam bacaan dari Kitab Bilangan hari ini, disebutkan bahwa Musa dijahati oleh adik-adiknya, Harun dan Miryam, karena menikahi seorang perempuan Kush. Jika ditelusuri sejarahnya, orang Kush ini berasal dari tempat yang sekarang bernama Ethiopia, yang berarti mereka adalah orang berkulit hitam. Warna kulit mereka yang sangat kontras berbeda dengan orang Israel mungkin membuat mereka merasa tidak layak untuk saling menikah. <\/p>\n<p>Akan tetapi Tuhan membela Musa. Dia mengingatkan bahwa hanya Musalah satu-satunya orang yang pernah bertatapan muka denganNya. Pertemuan muka dengan muka menggambarkan sebuah hubungan yang sangat dekat dan intim. Musa tidak perlu takut dijahati oleh orang lain, Tuhan siap melindunginya. Sebagai akibatnya, Miryam terkena penyakit kusta selama tujuh hari. Sangat menarik bahwa karena kusta, kulitnya jadi putih seperti salju. Seseorang yang membenci orang lain yang kulitnya hitam, akhirnya diberikan kulit yang sangat putih, tapi menjadi akibat dari penyakit. Untuk Harun dan Miryam, ini pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan.<\/p>\n<p>Allah menciptakan dunia dan seluruh isinya. Dengan demikian semua umat manusia pun adalah saudara kita juga. Kapankah kita akan berhenti menjadikan warna kulit dan ras sebagai jurang pemisah dalam hubungan kita dan memecah belah sesuatu yang seharusnya bersatu dalam tubuh mistik Kristus? Hari ini Yesus menguatkan kita, &#8220;Jangan takut!&#8221;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bilangan 12:1-14 Mazmur 51 Matius 14:22-36 Hari Raya Peringatan St. Jean-Marie Vianney Kalau anda tinggal di Amerika Serikat, anda pasti tahu bahwa akhir-akhir ini salah satu topik yang panas adalah perlakuan polisi terhadap orang berkulit hitam. Mereka diperlakukan dengan relatif lebih kasar dibandingkan dengan orang kulit putih, bahkan yang kasusnya sepele atau malahan sama sekali belum terbukti melakukan pelanggaran. Beberapa dari mereka sampai harus tewas karena kekerasan yang berlebihan dari polisi. Tapi tidak hanya polisi saja yang bisa disalahkan. Perkara&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4308\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4308","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4308","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4308"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4308\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4312,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4308\/revisions\/4312"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4308"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4308"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}