{"id":4396,"date":"2015-08-21T14:39:56","date_gmt":"2015-08-21T21:39:56","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=4396"},"modified":"2015-08-21T13:40:33","modified_gmt":"2015-08-21T20:40:33","slug":"siap-menjadi-pelayan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4396","title":{"rendered":"SIAP MENJADI PELAYAN"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Peringatan wajib SP Maria, Ratu<\/p>\n<p>Rut 2:1-3,8-11.4:13-17<\/p>\n<p>Mat 23:1-12<\/p>\n<p>Yesus mendorong para muridNya untuk memiliki sikap yang sangat penting untuk bisa menerima kedamaian dan kebahagiaan kekal, yaitu \u201ckerendahan hati\u201d. Yesus mengambil contoh orang-orang Farisi, sekalipun mereka rajin berdoa ditempat-tempat umum dan dengan ketat menjalankan aturan-aturan agama namun tidak memiliki kerendahan hati maka semua yang dilakukan tersebut tidak berarti apa-apa, tidak memuliakan Allah, namun hanya untuk mencari nama atau penghormatan dari orang lain.<\/p>\n<p>Sikap \u201crendah hati\u201d dengan demikian menjadi media\/alas dimana iman ditumbuhkan dan akhirnya berbuah dalam banyak perbuatan kasih. Dari sana orang akan memiliki keberanian untuk mengosongkan dirinya untuk bisa melayani dan berbagi suka cita bagi orang-orang yang menderita dan miskin. Dengan demikian kerendah hati bukan berarti orang yang tidak percaya diri atau minder, namun ia adalah pribadi yang berani mengambil sikap sebagai \u201chamba\u201d.<\/p>\n<p>Ketika seseorang mampu menempatkan diri sebagai \u201chamba\u201d orang tidak akan menuntut, mudah menghargai orang lain, tidak bersikap sombong, tidak merasa diri hebat, tidak merasa diri paling benar dan menanggap orang lain lebih rendah. Sikap seperti inilah yang diperlukan bagi siapa saja yang menjadi murid Kristus, sabab Dia datang ke dunia bukan untuk dilayani namun untuk melayani.<\/p>\n<p>Sudah selayaknya kita sebagai murid-murid Kristus juga berusaha untuk siap selalu melayani Tuhan dengan setia, menegakkan kebenaran dan memperhatikan orang-orang yang menderita, sakit dan berkekurangan.<\/p>\n<p>Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah hadir dan menunjukkan betapa kami sangat berharga, karena Engkau telah mencintai kami orang yang berdosa ini. Semoga kami selalu sadar akan semua pengurbanan yang telah Engkau berikan kepada kami, agar kami pun tergerak untuk selalu hidup dalam cinta kasih dan siap melayani kepada semua yang membutuhkan pertolongan. Demi Kritus, Tuhan dan penyelamat kami. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Peringatan wajib SP Maria, Ratu Rut 2:1-3,8-11.4:13-17 Mat 23:1-12 Yesus mendorong para muridNya untuk memiliki sikap yang sangat penting untuk bisa menerima kedamaian dan kebahagiaan kekal, yaitu \u201ckerendahan hati\u201d. Yesus mengambil contoh orang-orang Farisi, sekalipun mereka rajin berdoa ditempat-tempat umum dan dengan ketat menjalankan aturan-aturan agama namun tidak memiliki kerendahan hati maka semua yang dilakukan tersebut tidak berarti apa-apa, tidak memuliakan Allah, namun hanya untuk mencari nama atau penghormatan dari orang lain. Sikap \u201crendah hati\u201d dengan demikian menjadi media\/alas&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4396\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4396","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4396","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4396"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4396\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4397,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4396\/revisions\/4397"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4396"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4396"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4396"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}