{"id":4443,"date":"2015-09-12T09:55:24","date_gmt":"2015-09-12T16:55:24","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=4443"},"modified":"2015-09-12T09:55:24","modified_gmt":"2015-09-12T16:55:24","slug":"mesiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4443","title":{"rendered":"Mesiah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\">Mark 8:27-29<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Kata-Nya: &#8220;Kata orang, siapakah Aku ini?&#8221;\u00a0 Jawab mereka: &#8220;Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.&#8221; Ia bertanya kepada mereka: &#8220;Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?&#8221; Maka jawab Petrus: &#8220;Engkau adalah Mesias!&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kalau anda akan memberi hadiah ulang tahun pada seseorang, apa yang akan anda lakukan saat memilih hadiah? Ada orang yang akan bertanya dahulu pada orang yang akan diberi, &#8220;kamu mau apa?&#8221; Pula ada yang langsung mencarikan hadiah tanpa minta pendapat orang yang diberi, entah butuh atau tidak. Tapi menurut anda yang memberi, hadiah itu baik dan dibutuhkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Tahun lalu saya diberi hadiah buku oleh orang saat saya ulang tahun. Kini buku itu hanya tergeletak di almari karena saya tak menyukainya. Lalu saya katakan padanya, &#8220;besok lagi lebih baik saya diberi Amazon giftcard sehingga saya bisa pilih buku sendiri yang saya sukai!&#8221; Tapi mungkin bagi orang Indonesia, mengatakan hal seperti itu rasanya akan menyakitkan hati sang pemberi. Tidak sopan dan tak tahu berterima kasih. Hanya saja kalau kita omong dengan baik, orang tersebut akan bisa memahami.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Hal yang sama ditanyakan oleh Yesus, &#8220;Siapa aku ini?&#8221; Petrus menjawab, &#8220;Engkau Mesias anak Allah!&#8221; Namun jawaban Petrus itu hasil pikiran Petrus sendiri, bukan &#8220;pikiran Allah&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Menurut Petrus, Mesias adalah seseorang yang berkuasa dan memiliki otoritas untuk memerintah. Apa yang dipikirkan Petrus tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan Yesus, maka Yesus menghardiknya, &#8220;Enyahlah Setan!&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Mesias yang dikehendaki Yesus adalah Mesias yang menderita dan tersalib. Dia bukan putra Allah yang berjaya di tahta dunia, memerintah dengan otoritas tinggi. Tapi Dia adalah Mesias yang bersama kita menderita karena dia berkata,&#8221;Jika biji gandum tak jatuh ke tanah dan mati, ia tinggal sebiji, namun jika ia mati, ia akan berbuah banyak!&#8221;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mark 8:27-29 Kata-Nya: &#8220;Kata orang, siapakah Aku ini?&#8221;\u00a0 Jawab mereka: &#8220;Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.&#8221; Ia bertanya kepada mereka: &#8220;Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?&#8221; Maka jawab Petrus: &#8220;Engkau adalah Mesias!&#8221; Kalau anda akan memberi hadiah ulang tahun pada seseorang, apa yang akan anda lakukan saat memilih hadiah? Ada orang yang akan bertanya dahulu pada orang yang akan diberi, &#8220;kamu mau apa?&#8221; Pula ada yang langsung mencarikan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4443\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4443","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4443","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4443"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4443\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4444,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4443\/revisions\/4444"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4443"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4443"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4443"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}