{"id":4560,"date":"2015-10-12T06:08:31","date_gmt":"2015-10-12T13:08:31","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=4560"},"modified":"2015-10-12T06:08:31","modified_gmt":"2015-10-12T13:08:31","slug":"dipanggil-kepada-pertobatan-yang-benar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4560","title":{"rendered":"Dipanggil kepada pertobatan yang benar"},"content":{"rendered":"<p>Dipanggil kepada pertobatan yang benar<\/p>\n<p>Rm 1:1-7; Luk 11:29-32<\/p>\n<p>Dalam diri Paulus dan Yunus, bisa dilihat dua pribadi unik yang dipanggil kepada pertobatan.<\/p>\n<p>Yunus tanpa kepercayaan diri lari dari hadapan Allah ketika dipanggil untuk menjadi nabi bangsa Ninive. Paulus dengan penuh keyakinan pergi ke Damaskus untuk menobatkan sekte Kristen yang ada di sana untuk kembali kepada iman bangsanya sendiri.<\/p>\n<p>Paulus merasa benar di hadapan Allah. Yunus sebaliknya merasa tak berdaya.<\/p>\n<p>Keunikan itu terletak pada pengalaman pertobatan masing-masing. Yunus dihantam badai laut, ditelan dan mati di dalam perut ikan karena tidak mau masuk ke Ninive. Akan tetapi ia diselamatkan oleh Allah yang menguatkan hatinya untuk menerima tugas kenabian mewartakan kebenaran bagi orang-orang berdosa.<\/p>\n<p>Paulus memimpin pasukan menuju ke Damaskus untuk membasmi umat Kristen. Di tengah jalan ia dihadang oleh cahaya yang jatuh dari langit. Ia jatuh dari kuda yang ditumpanginya, menjadi buta dan tak berdaya. Misinya untuk menghancurkan orang-orang Kristen gagal total. Ia sebaliknya merobah haluan dari seorang pembenci dan penganiaya kepada pengikut Kristus yang setia.<\/p>\n<p>Secara khusus, Paulus menyebut dirinya hamba Kristus, pelayan Injil yang setia bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Melalui rahmat permandian, ia mengalami pemurnian diri secara total. Dengan iman yang benar akan Kristus ia memiliki hati yang lebih terbuka akan kasih dan rahmat Ilahi sebagai sumber keselamatan. Keyakinannya berubah: \u201cbukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku\u201d (Gal 2:20).<\/p>\n<p>Seperti Paulus dan Yunus, kita diingatkan bahwa menjadi murid Tuhan menuntut pertama-tama pertobatan batin. Kita dipanggil untuk keluar dari kerapuhan dan pengakuan akan keberdosaan diri: dari gambaran diri yang salah, cari aman, tidak mau ambil risiko. Menjadi na\u00eff. Tiada keyakinan akan kuasa Allah. Rahmat pertobatan membawa kita untuk menerima gambaran diri yang benar, berani mengambil risiko dan tanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan. Jiwa yang telah dibebaskan menemukan, kembali kepada diri sendiri. Melaluinya Roh Allah dibiarkan bekerja: menuntun dan membentuk kita agar berani dan bijak untuk mengatakan kebenaran dan mengutuk kesalahan, menjadi tanda keberpihakan dan persekutuan dengan orang-orang kecil, tertindas dan terpinggirkan.***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dipanggil kepada pertobatan yang benar Rm 1:1-7; Luk 11:29-32 Dalam diri Paulus dan Yunus, bisa dilihat dua pribadi unik yang dipanggil kepada pertobatan. Yunus tanpa kepercayaan diri lari dari hadapan Allah ketika dipanggil untuk menjadi nabi bangsa Ninive. Paulus dengan penuh keyakinan pergi ke Damaskus untuk menobatkan sekte Kristen yang ada di sana untuk kembali kepada iman bangsanya sendiri. Paulus merasa benar di hadapan Allah. Yunus sebaliknya merasa tak berdaya. Keunikan itu terletak pada pengalaman pertobatan masing-masing. Yunus dihantam badai&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4560\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4560","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4560","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4560"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4560\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4561,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4560\/revisions\/4561"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4560"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4560"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4560"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}