{"id":4610,"date":"2015-11-06T14:30:57","date_gmt":"2015-11-06T22:30:57","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=4610"},"modified":"2015-10-19T08:14:42","modified_gmt":"2015-10-19T15:14:42","slug":"kemah-abadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4610","title":{"rendered":"Kemah Abadi"},"content":{"rendered":"<p>7 Nopember 2015<\/p>\n<p>Bacaan I : Roma 16: 3-9.16.22-27<\/p>\n<p>Injil : Lukas 16: 9-15<\/p>\n<p>Kemah Abadi<\/p>\n<p>Tanpa bermaksud untuk menuduh ataupun menghakimi, terkadang kita dihadapkan pada kenyataan bahwa banyak orang Kristen sekalipun beribadah kepada Tuhan namun di lain pihak mereka banyak juga yang menyembah uang. Secara fisik mereka hadir dalam Ekaristi, namun secara batin mereka jauh dari Tuhan. Yang ada dalam pikiran adalah bagaimana meraup untung sebanyak-banyaknya. Yang terbayang di pikiran adalah tumpukan materi yang berlimpah. Apakah hal ini nyata? Nyata, sungguh nyata. Banyak dari antara kita kurang bisa menyadari bahwa harta dan uang bukanlah segala-galanya. Ada saatnya di mana harta dan uang tak mampu menolong kita untuk memasuki KEMAH ABADI, di mana Tuhan telah menanti kita.<\/p>\n<p>Sering sekali kita kagum akan ini dan itu, akan apa yang dipakai ataupun dimiliki seseorang. Namun sadarkah kita bahwa semuanya itu hanyalah sementara saja sifatnya. Sadarkah kita bahwa kepandaian dan juga ketenaran serta kekayaan tak akan pernah abadi? Semuanya hanyalah pemberian dan ada saatnya pemberian itu akan diambil kembali oleh Sang Pemberi yaitu Tuhan. Bila saatnya tiba, segala apa yang kita miliki entah itu ketenaran, kepandaian, dan juga kekayaan tak akan lagi mampu memperpanjang umur kita. Mereka tak mampu menolong kita untuk masuk dalam perjamuan abadi Tuhan. Hanya cinta kasihlah yang mampu menolong kita untuk masuk kehidupan abadi. Semoga kita sekalian berkat kemurahan Tuhan selalu sadar bahwa hanya Tuhanlah satu-satunya harapan kita. Hanya Dialah yang dapat membawa kita serta menentukan apakah kita layak untuk masuk kemah abadi ataukah tidak. Semoga kita selalu menyadari akan hal ini. Amin. Tuhan memberkati.<\/p>\n<p>Doa:<\/p>\n<p>Ya Tuhan Allah kami, betapa agung namaMu di seluruh bumi. Di hadapan keagunganMu kami tertunduk dan berpasrah. Bantulah kami Tuhan untuk selalu hanya mengandalkan Engkau. Sadarkanlah kami bahwa segala sesuatu hanyalah sementara sifatnya. Hanya Engkaulah yang abadi, hanya Engkaulah yang dapat menolong kami untuk masuk ke dalam hidup abadi. Terpujilah namaMu Tuhan. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7 Nopember 2015 Bacaan I : Roma 16: 3-9.16.22-27 Injil : Lukas 16: 9-15 Kemah Abadi Tanpa bermaksud untuk menuduh ataupun menghakimi, terkadang kita dihadapkan pada kenyataan bahwa banyak orang Kristen sekalipun beribadah kepada Tuhan namun di lain pihak mereka banyak juga yang menyembah uang. Secara fisik mereka hadir dalam Ekaristi, namun secara batin mereka jauh dari Tuhan. Yang ada dalam pikiran adalah bagaimana meraup untung sebanyak-banyaknya. Yang terbayang di pikiran adalah tumpukan materi yang berlimpah. Apakah hal ini nyata?&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4610\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4610","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4610","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4610"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4610\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4611,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4610\/revisions\/4611"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4610"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4610"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4610"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}