{"id":4641,"date":"2015-10-26T03:37:46","date_gmt":"2015-10-26T10:37:46","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=4641"},"modified":"2015-10-26T03:37:46","modified_gmt":"2015-10-26T10:37:46","slug":"titik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4641","title":{"rendered":"Titik"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/black-dot.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-4642\" src=\"http:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/black-dot-300x300.png\" alt=\"black-dot\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/black-dot-300x300.png 300w, https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/black-dot-150x150.png 150w, https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/black-dot.png 500w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Bacaan I : Roma 8:12-17<br \/>\nBacaan Injil : Lukas 13: 10-17<\/p>\n<p>Pernahkah Anda tidak sengaja menginjak barang tajam seperti paku dengan kaki telanjang? Kita bisa bayangkan, seketika itu juga, sampai beberapa saat yang cukup panjang, seluruh perhatian kita tertuju pada bagian kaki yang luka tersebut. Sejenak seakan dunia berhenti berputar, dan tidak ada yang lebih penting daripada luka yang menyerap seluruh perhatian, perasaan dan pikiran. Hal yang kurang lebih sama jika mendapat berita bahwa kita menderita sakit yang serius mengancam hidup kita, seperti tumor atau kanker. Atau saat kita mengalami patah hati entah karena perilaku kekasih hati atau kehilangan orang yang dicintai, entah keluarga atau sahabat. Seluruh tatanan hidup seakan menjadi runtuh karena satu titik yang tidak harmonis, tidak selaras. Seluruh hidup seakan ditentukan oleh satu titik itu saja.<\/p>\n<p>Kehilangan kemampuan melihat gambar besar dan tali temali kehidupan yang komplex juga dialami mereka yang sangat menekankan aspek hukum dan aturan seperti kepala rumah ibadat dalam kisah Injil hari ini. Baginya, tidak bekerja untuk alasan apapun adalah peraturan beragama yang mutlak harus dijaga demi menjaga ungkapan iman yang utuh, penuh dan benar. Memuliakan Allah datang dari disiplin menjalankan segala tradisi dan hukum yang dibuat untuk menjaga agar kita tidak jatuh dalam dosa melawan kehendak Allah seperti leluhur kita, Adam dan Hawa. Setiap pengecualian dari hukum yang dicanangkan adalah noda yang mengganggu putih bersihnya kain penutup altar persembahan korban syukur dan pujian. Persoalannya, tak ada yang tidak berubah di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri. Tatanan hukum dan organisasi penting dan perlu untuk membadani roh, tetapi semangat dasar yang menggerakkan kehidupan dan kebenaran lebih penting, lebih pokok, dan lebih sulit dipahami, karena \u201cangin bertiup kemana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu darimana ia datang atau kemana ia pergi (Yoh 3:8)\u201d. Namun sungguh, \u201cRohlah yang memberi hidup\u201d (Yoh 6:63).<\/p>\n<p>Lewat tindakan kasihNya membebaskan wanita yang menderita selama 18 tahun dari cengkeraman roh jahat di hari Sabat, Yesus mengingatkan kita, belas kasih lebih penting dari pada kesempurnaan menjalankan huruf-huruf hukum. Kasih adalah hukum tertinggi. Ada prinsip-prinsip yang harus teguh dipegang, tetapi dalam segala, \u201ckeselamatan jiwa-jiwa \u2026 harus selalu menjadi hukum yang tertinggi \u201c (Kitab Hukum Kanonik 1983 nomer 1752). Dengan semangat yang sama, Paus Fransiskus mengingatkan dalam pidato penutupan Sinode tentang Keluarga dua hari lalu, proses Sinode membuat kita menyadari dengan lebih baik, bahwa \u201cpembela doktrin yang sejati bukanlah mereka yang kaku beku menjaga huruf-huruf hukum, tetapi yang menjunjung tinggi semangatnya; bukan pemikiran-pemikirannya tetapi manusianya; bukan rumusan kata-katanya tetapi kemurahan kasih dan pengampunan Tuhan.\u201d Semoga kita pun demikian, senantiasa membuka diri untuk dibimbing Roh dalam mengarungi lautan kehidupan, senantiasa siap menguji dan mengkaji roh (discernment), tidak ragu dan takut untuk menjadi kreatif, dan tidak berhenti berkutat pada satu titik (aturan) saja. Karena \u201csemua orang yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah (Roma 8:14-15)\u201d.<a href=\"http:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2015\/10\/black-dot.png\"><br \/>\n<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan I : Roma 8:12-17 Bacaan Injil : Lukas 13: 10-17 Pernahkah Anda tidak sengaja menginjak barang tajam seperti paku dengan kaki telanjang? Kita bisa bayangkan, seketika itu juga, sampai beberapa saat yang cukup panjang, seluruh perhatian kita tertuju pada bagian kaki yang luka tersebut. Sejenak seakan dunia berhenti berputar, dan tidak ada yang lebih penting daripada luka yang menyerap seluruh perhatian, perasaan dan pikiran. Hal yang kurang lebih sama jika mendapat berita bahwa kita menderita sakit yang serius mengancam&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4641\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4641","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4641"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4641\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4645,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4641\/revisions\/4645"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}