{"id":4697,"date":"2015-11-10T19:17:14","date_gmt":"2015-11-11T03:17:14","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=4697"},"modified":"2015-11-10T19:17:14","modified_gmt":"2015-11-11T03:17:14","slug":"mgr-puja-yang-saya-kenal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4697","title":{"rendered":"Mgr. Puja yang saya kenal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\">The souls of the just are in the hand of God,<br \/>\nand no torment shall touch them (Wisdom 22: 24)<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Saya kenal Alm. Bapak Uskup Puja tanggal 12 Juli 1995, ketika orang tua mengantar saya masuk Seminari Jangli, Semarang. Saat itu, Romo Pujo menjadi Rektor kami, dan beliau menerima kami, 24 calon imam untuk keuskupan agung Semarang, dan keuskupan Purwokerto. Bersama Almarhum kami tinggal bersama 1 tahun sebelum kami berpindah ke Seminari Tinggi di Yogyakarta.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Romo Puja mendirikan sebuah kelompok GARAM singkatan dari Garam dan Ragi Masyarakat. Kelompok ini membantu keluarga dan anak-anak yang \u00a0kurang berada, dan tinggal di sekitar pinggiran Semarang, dekat pelabuhan Tanjung Mas. Setiap Kamis, sesudah makan siang, kami berdua-dua naik bus Menoreh menuju pelabuhan. Sesudahnya kami menyusuri rel kereta api sekitar 3 Km.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Bau tumpukan sampah dan air tak mengalir hijau kehitaman menusuk hidung saat menyusuri rel kereta api. Romo Puja menugasi saya dan seorang teman membantu sebuah kelompok anak-anak untuk mengajar mereka setelah sekolah, dan membantu menyelesaikan PR mereka. Setiap minggu beliau meminta kami membuat program dan rencana mengajar, serta evaluasi seusai karya GARAM.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Tempat kami mengajar ada di sebuah rumah, dekat dengan pembuangan sampah akhir. Saya tak tahu mengapa anak-anak itu tak terganggu dengan bau sampah. Padahal baunya minta ampun menusuk hidung dan perut. Mungkin mereka sudah terbisa, dan tak peduli dengan bau itu lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Suatu kali hujan amat deras di hari Kamis. Saya bertanya pada Romo Puja, &#8220;Apakah saya harus datang, ini hujan deras sekali?&#8221; Saya berharap Romo Puja mengijinkan kami libur, sehingga tak perlu datang dan berjalan sepanjang rel di saat hujan lebat. Namun dia berkata, &#8220;Malah di saat seperti ini, mereka membutuhkan bantuanmu. Ayo berangkat!&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Dengan agak enggan saya menyiapkan jas hujan, bersandal jepit, dan memakai celana pendek, lalu mencari bus jurusan pelabuhan. Kami berjalan basah kuyup, seolah jas hujan ini tak ada gunanya kami pakai. Sesampai di rumah belajar, saya tak menyangka kalau rumah itu kebanjiran. Seluruh lantai penuh air seperti sungai. Namun anak-anak ada di sana semua. Mereka duduk di atas meja makan dan meja tamu.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Mata mereka berbinar melihat kami datang, karena mereka sudah siap mengerjakan PR. Saya duduk di atas meja makan sembari melihat air mengalir di bawah saya coklat kehitaman. Tiba-tiba ada perasaan bersalah dan rasa kosong yang menyengat dalam batin saya. &#8220;Syukurlah saya datang ke sini, hadir bersama mereka mengerjakan PR.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Beberapa orang tua anak-anak itu membersihkan lantai, membuang air, dan membiarkan kami terus membantu anak mereka belajar. Sebelum saya pulang, seorang anak memberi saya secangkir teh hangat, dan dia berkata, &#8220;terima kasih Mas Galih sudah datang walau hujan dan banjir.&#8221; &#8220;Saya yang harusnya berterima kasih pada kamu, karena engkau \u00a0mengajari saya mengerti hidup!&#8221; kata saya dalam batin.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Itulah teh hangat yang paling nikmat, yang pernah saya rasakan di saat banjir di dekat pelabuhan Semarang.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Terima kasih Mgr Puja, engkau telah mengajari saya untuk mengerti dan merasakan orang-orang yang tak beruntung seperti kita. Allah menyambutmu di surga karena, &#8220;disaat Dia lapar, engkau memberi makan, disaat banjir, engkau mengunjungi, dan di saat kesulitan, engkau mengajak saya membantu mengerjakan PR!&#8221;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>The souls of the just are in the hand of God, and no torment shall touch them (Wisdom 22: 24) Saya kenal Alm. Bapak Uskup Puja tanggal 12 Juli 1995, ketika orang tua mengantar saya masuk Seminari Jangli, Semarang. Saat itu, Romo Pujo menjadi Rektor kami, dan beliau menerima kami, 24 calon imam untuk keuskupan agung Semarang, dan keuskupan Purwokerto. Bersama Almarhum kami tinggal bersama 1 tahun sebelum kami berpindah ke Seminari Tinggi di Yogyakarta. Romo Puja mendirikan sebuah kelompok&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=4697\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4697","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4697","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4697"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4697\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4698,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4697\/revisions\/4698"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4697"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4697"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4697"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}